Ilustrasi sky bridge. Nanti akan ada sky bridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dengan Stasiun Pakuan. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Bodetabek

18 Jan 2022, 02:40 WIB

Sky Bridge Sambungkan Stasiun Bogor-Paledang

Kemenhub tidak melakukan pembebasan lahan dalam pembangunan sky bridge.

BOGOR -- Pembangunan jalur ganda (doubletrack) Bogor-Sukabumi fase satu hanya diperuntukkan bagi Stasiun Paledang-Cicurug. Adapun Stasiun Paledang menuju Stasiun Bogor tetap jalur tunggal (singletrack).

Untuk menghubungkan kedua stasiun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun jembatan penyeberangan layang (sky bridge) sepanjang 210 meter dengan lebar sekitar 3-5 meter.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jawa Bagian Barat, Erni Basri, mengatakan, pembangunan sky bridge memang untuk menghubungkan penumpang yang berpindah moda dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Paledang atau sebaliknya. Dia menjelaskan, proses lelang proyek tersebut dijadwalkan pada Januari atau maksimal Februari 2022.

Menurut Erni, proses pembuatan detail engineering design (DED) sky bridge masih dalam tahap finalisasi. "Proses pembangunan sky bridge semoga berjalan lancar di tahun 2022. Ditargetkan sky bridge masuk proses lelang konstruksi pada bulan Januari atau Februari tahun 2022," ujar Erni kepada Republika di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (17/1).

Erni menjelaskan, Kemenhub tidak melakukan pembebasan lahan dalam pembangunan sky bridge. Hanya saja, sambung dia, Stasiun Paledang dan stasiun lain yang dilewati jalur ganda akan diperbaiki. Begitu juga pusat perbelanjaan Matahari yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Paledang bakal ditata dan direnovasi untuk dikembangkan.

"Mal Matahari masuk area kawasan transit oriented development (TOD) Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang yang merupakan satu kesatuan, yang secara bertahap akan dikembangkan integritasnya dan konektivitasnya," jelas Erni.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kabar jika pembangunan sky bridge masih dalam proses kajian. Menurut dia, pembangunan sky bridge akan dibarengkan dengan penuntasan jalur ganda Stasiun Paledang-Cicurug. "Masih proses. Kita akan menata keseluruhan area untuk bisa waktunya bersamaan dengan selesainya doubletrack Bogor-Sukabumi," ujar Dedie kala dikonfirmasi.

Pembangunan jalan layang penghubung itu sejalan dengan penataan kawasan Alun-Alun Kota Bogor dan Stasiun Bogor. Saat ini, penumpang KRL Commuter Line bisa keluar Stasiun Bogor lewat pintu timur yang terhubung Alun-Alun Kota Bogor, yang dulunya merupakan Taman Topi.

"Karena di situ juga ada sky bridge antara Stasiun Kota Bogor sampai Stasiun Paledang. Jadi, kalau kita tidak tata bersama-sama, nanti pekerjaan-pekerjaan fisiknya malah tidak sinkron," jelas Dedie.

Sebelumnya, Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Harno Trimadi, menjelaskan, pembangunan sky bridge akan melalui proses lelang lebih dulu. Hanya saja, ia tidak menjelaskan, mengapa dari Stasiun Paledang menuju Stasiun Bogor tidak sekaligus dibangun jalur ganda.

Harno menjelaskan, jajarannya bersama arsitektur lokal sedang membahas desain sky bridge tersebut. Dia mengaku, ada permintaan agar desain sky bridge nantinya selain harus memudahkan penumpang berpindah juga ramah lingkungan.

"Kita lagi bahas, bekerja sama dengan arsitek supaya desain sky bridge-nya ada corak Bogor-nya," tuturnya.


×