Sejumlah penumpang kereta api tiba di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Ahad (3/1). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung memperkirakan Ahad (3/1) merupakan puncak arus balik libur Tahun Baru 2021 penumpang kereta api di Stasiun Bandung dengan jumlah | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Ekonomi

12 Jan 2022, 03:30 WIB

KAI-Krakatau Steel Optimalisasi Angkutan Barang

MoU mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri di KAI dan Krakatau Steel.

Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Kali ini, KAI menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. 

KAI dan Krakatau Steel menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pengembangan bisnis. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, sinergi tersebut dilakukan tidak hanya untuk bisnis angkutan barang, tapi juga pengembangan kawasan industri berbasis perkeretaapian.

Didiek menyampaikan, MoU dengan Krakatau Steel tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha dan perekonomian yang lebih luas. “Harapan saya, momen ini menjadi langkah-langkah awal untuk kita terus bekerja sama sehingga kinerja positif perusahaan bisa kita bangkitkan lebih cepat dan lebih baik pada 2022,” kata Didiek dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (11/1). 

Menurut Didiek, adanya MoU tersebut secara tidak langsung juga mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di KAI dan Krakatau Steel. Sinergi dilakukan bukan hanya antarinduk perusahaan, Didiek menyebutkan, kerja sama juga dilakukan di lingkup anak perusahaan KAI dan Krakatau Steel.

Didiek mengatakan, MoU KAI dan Krakatau Steel sekaligus menjadi bentuk komitmen dan landasan awal mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan rencana kerja sama. Ia menegaskan, dalam pelaksanaannya nanti, akan mencakup pemanfaatan scrap yang berasal dari Aktiva Tetap Diberhentikan dari Operasi dan barang bekas milik KAI oleh Krakatau Steel.

Didiek menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri baja nasional maupun industri lainnya. Begitu juga, pengangkutan hasil produksi Krakatau Steel dan optimalisasi penggunaan angkutan kereta api, pengembangan produk suku cadang sarana dan prasarana kereta api berbasis baja, pengembangan kerja sama pada kawasan industri di Cilegon dan Batang. 

"Ini juga dilakukan untuk optimalisasi dan pengembangan lahan dan fasilitas KAI, termasuk pembangunan hub logistic Krakatau Steel," ujar Didiek. 

Didiek berharap, kolaborasi KAI dan Krakatau Steel dapat mengembangkan potensi-potensi bisnis antarkedua BUMN. Ia menilai, Krakatau Steel merupakan salah satu BUMN yang strategis di dalam perekonomian Indonesia, demikian juga dengan KAI.

"Kolaborasi yang terbangun ini merupakan suatu langkah awal sebagai dukungan bagi pemerintah dan Indonesia untuk membangkitkan perekonomian,” kata Didiek.

Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menilai, logistik memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Dengan dilakukannya penandatanganan MoU tersebut maka akan memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan.

"Semoga, kerja sama yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya kedua perusahaan, BUMN, bangsa, dan negara,” ujar Silmy.

Krakatau Steel terus bertransformasi dalam mengembangkan bisnisnya. Silmy mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi momentum percepatan transformasi digital di berbagai bidang, baik dalam kehidupan masyarakat secara luas maupun industri. 

Silmy mengatakan, industri 4.0 memberikan peluang yang besar sekaligus tantangan untuk Indonesia. Ia menyebutkan, pasar Indonesia sangat besar, oleh karena itu transformasi digital di lingkungan BUMN saat ini merupakan sebuah kewajiban, termasuk sektor industri ramah teknologi dan cakap digital yang digunakan untuk pertumbuhan ekonomi nasional lebih baik ke depan.

Silmy berharap, aplikasi KRASmart dapat memudahkan konsumen melakukan transaksi pembelian sehingga akan meningkatkan penjualan, produktivitas, dan efisiensi masing-masing sales force.

Silmy menyampaikan, platform penjualan ini menyediakan berbagai produk baja dari Krakatau Steel dan Group dari produk baja hulu hingga produk baja hilir sehingga akan terintegrasi dan konsumen dapat berbelanja produk baja sama seperti marketplace retail yang umumnya digunakan untuk consumer goods

Silmy mengatakan, fitur yang lebih kurang mirip dengan marketplace retail ini akan membawa perubahan bagi industri baja yang selama ini melakukan penjualan secara konvensional. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Silmy Karim (@silmykarim)


×