Menteri BUMN Erick Thohir(kedua kanan) didampingi Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan) meninjau infrastruktur telekomunikasi saat mengunjungi T-Cloud Nusa Dua di Badung, Bali, Selasa (28/12/2021). Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN Erick Th | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.

Ekonomi

04 Jan 2022, 07:44 WIB

Telkom Akuisisi STS Senilai Rp 2,1 Triliun

Telkom mengakuisisi STS dengan penyetoran uang tunai dan modal dalam bentuk lain (inbreng)..

JAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk  melakukan transaksi afiliasi dengan mengambil alih saham atau akuisisi PT Sigma Tata Sedaya (STS), perusahaan yang bergerak dalam usaha pengolahan data, konsultasi komputer, dan manajemen fasilitas komputer lainnya.

Akuisisi saham STS senilai Rp 2,1 triliun tersebut dilakukan Telkom lewat anak perusahaannya, PT Sigma Cipta Caraka. Akuisisi ini dilakukan dengan penyetoran uang tunai dan penyetoran modal dalam bentuk lain (inbreng) senilai Rp 2,1 triliun. Nilai tunai tersebut sebesar Rp 1,25 triliun dan inbreng dalam bentuk tanah dan bangunan perangkat hyperscale data center (HDC) senilai Rp 856,46 miliar.

"Konsolidasi data center ke dalam satu entitas (Data Center Co.) yang langsung berada di bawah Telkom merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam mengelola aset data center dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi di Jakarta, Senin (3/1).

STS sebelumnya merupakan cicit usaha yang dimiliki 100 persen oleh Sigma, sedangkan Sigma merupakan anak usaha yang dimiliki Telkom melalui PT Multimedia Nusantara yang merupakan anak perusahaan dengan total kepemilikan saham sebesar 99,99 persen.

Manajemen Telkom menyatakan, transaksi tersebut telah melalui prosedur transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan. Transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan, seperti tertuang dalam POJK 42/2020.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, aksi korporasi ini sebagai salah satu langkah penting dalam upaya transformasi perusahaan. Dengan langkah ini, Budi berharap TelkomGroup dapat lebih fokus dalam peningkatan kapabilitas dan nilai bisnis data center yang lebih optimal pada masa mendatang. 

"Bisnis data center merupakan bisnis yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, e-commerce yang diproyeksikan akan terus berekspansi sehingga kami meyakini kebutuhan data center akan terus mencatatkan pertumbuhan  positif," ujar Budi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Telkom Indonesia (telkomindonesia)

 

Direktur Network dan IT Solution Telkom Herlan Wijanarko menambahkan, saat ini STS siap berperan sebagai entitas Data Center Co. Herlan mengatakan, TelkomGroup melalui aset HDC yang merupakan modal utama untuk menarik calon pelanggan.

Herlan menyebutkan, kapasitas total HDC yang dibangun secara bertahap mencapai 75 megawatt (MW) dan akan dikonsolidasikan juga dengan seluruh data center di TelkomGroup. "Diharapkan dapat meraih market secara masif dengan dukungan jaringan fiber optic triplehoming terkuat yang dimiliki TelkomGroup," kata Herlan.

Setelah transaksi ini, Herlan menambahkan, STS resmi menjadi anak perusahaan yang langsung berada di bawah Telkom dengan kapasitas dan kemampuan melayani pelanggan yang lebih luas. 

Herlan mengatakan, STS yang dicita-citakan sebagai New DC Company dari TelkomGroup dinakhodai oleh Andreuw Th.A.F yang telah lama memiliki pengalaman di industri data center dengan standar Internasional di Telin, Singapura. 

Kesuksesan dalam membangun Data Center Telin-3 dengan standar Tier-III dan Tier-IV ready di Jurong, Singapura, dan memimpin Telin Singapura, itulah yang akan diimplementasikan ke Tanah Air. 

"Hal ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup melalui STS untuk memberikan value terbaik bagi para stakeholder, serta untuk mengukuhkan diri sebagai perusahaan digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat," kata Herlan.

Telkom sebelumnya melakukan kajian (review) dan penilaian terhadap rencana konsolidasi data center menjadi satu entitas di bawah TelkomGroup dalam rangka memberikan valuasi yang lebih besar.

IPO Mitratel menjadi satu milestone penting bagi TelkomGroup dalam memantapkan langkah sebagai digital telco. Hal ini juga menjadi pemacu semangat kami untuk menyiapkan milestone berikutnya, yaitu unlock value bisnis data center," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.

Menurut Ririek, pihaknya tengah mengkaji opsi terbaik demi value creation yang optimal agar nantinya dapat memberikan dukungan yang signifikan dalam pengembangan ekosistem digital.


×