Sejumlah pesepak bola dan tim pelatih Timnas Indonesia berfoto bersama usai pengalungan medali Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022). | ANTARA FOTO/Flona Hakim

Kabar Utama

03 Jan 2022, 03:50 WIB

Shin: Kami Bukan Lagi Kuda Hitam

Tim Garuda mampu merebut status peringkat kedua turnamen meski diperkuat banyak pemain muda.

SINGAPURA -- Indonesia menutup perjalanan di Piala AFF 2020 dengan status sebagai runner up setelah ditahan imbang Timnas Sepakbola Thailand pada Sabtu (1/1) malam. Kendati demikian, pelatih Shin Tae-yong meyakini masa depan yang menjanjikan dari skuat muda yang dibawa pada kompetisi kali ini.

"Setelah Piala AFF ini, saya memberikan libur untuk pemain agar mereka dapat beristirahat. Setelah itu, kami fokus ke turnamen selanjutnya. Saya pun akan menyiapkan roadmap timnas untuk 2022," kata Shin dalam konferensi pers setelah pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020. Pelatih asal Korea Selatan itu berjanji akan membentuk skuad yang tangguh untuk turnamen-turnamen tersebut.

Shin merasa lebih percaya diri setelah melihat kualitas perkembangan skuad Garuda selama Piala AFF 2020, Dalam kompetisi itu, Tim Garuda  mampu merebut status peringkat kedua turnamen meski diperkuat banyak pemain muda. Rata-rata usia pemain timnas Indonesia adalah 23,8 tahun.

Sebagai tim yang tidak diunggulkan, skuad asuhan Shin justru berhasil keluar sebagai juara Grup B Piala AFF 2020 dengan raihan 10 poin mengalahkan Vietnam. Dalam empat pertandingan yang dijalani, Timnas Indonesia menang 4-2 atas Kamboja, mempermalukan Laos 5-1, menahan juara bertahan Vietnam 0-0 dan menghancurkan Malaysia 4-1. 

Timnas Indonesia kemudian berhadapan dengan tuan rumah Singapura yang merupakan runner up Grup A. Di leg pertama semifinal Indonesia bermain imbang 1-1 kontra Singapura. Kemudian, di leg kedua, Indonesia menang 4-2 atas Singapura untuk memastikan tempat di final dengan agregat 5-3. 

Di babak final, Indonesia berhadapan dengan juara bertahan, Thailand. Asnawi Mangkualam dkk memang gagal mengembangkan permainan di pertandingan leg pertama, dan mengalami kekalahan telak 0-4. Tapi di leg kedua mereka tampil cukup baik. 

Indonesia berhasil mencuri keunggulan lebih dulu dalam pertandingan tersebut dengan mengakhiri babak pertama dengan skor 1-0 hasil tendangan keras Ricky Kambuaya. Tim asuhan Alexandre Polking pun berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol kurang dari lima menit sejak gol pertama yang mereka ciptakan di menit ke-54 untuk menyamakan kedudukan. 

photo
Pesepak bola Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kiri) melakukan selebrasi usai membobol gawang Timnas Thailand dalam pertandingan Babak Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022). - ( ANTARA FOTO/Flona Hakim)

Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-80 melalui gol yang diciptakan oleh oleh Egy Maulana Vikri. Tapi harus puas dengan hasil imbang tersebut di peluit akhir pertandingan. 

Sepanjang kompetisi, terlihat fisik pemain-pemain Indonesia lebih prima ketimbang sebelumnya. Pemain bisa terus berlari hingga peluit akhir ditiup. 

Sementara dari segi mental, kegugupan hanya terlihat saat menghadapi Thailand di leg pertama partai final. Selebihnya, Garuda mampu menghadapi tekanan saat menghadapi Vietnam, Malaysia, dan Singapura. 

Shin menilai pengalaman ini sangat penting untuk membawa Indonesia menjuarai kompetisi berikutnya. "Jika kami bisa mengambil pengalaman dari kompetisi ini, kami tidak akan menjadi kuda hitam lagi melainkan penantang yang sesungguhnya. Itu akan terbukti di kompetisi berikutnya dan kami memastikan akan belajar," ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut. 

Salah satu pelajaran penting, kata Shin, adalah kelemahan Garuda di lini depan. “Di tim kami posisi yang paling lemah memang striker. Di liga Indonesia pun kebanyakan strikernya adalah orang asing. Oleh karena itu stiker Indonesia susah untuk berkembang," kata Shin. 

Indonesia dijadwalkan mengikuti beberapa turnamen sepanjang tahun 2022.  Diantaranya Piala AFF U-23 pada 14-26 Februari 2022, SEA Games 2021 pada Mei 2022 dan Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Juni 2022.

“Saya sudah kontrak dengan PSSI sampai 31 Desember 2023, mungkin penggemar tidak banyak tahu soal ini," kata Shin. "Indonesia baru mulai untuk maju ke depan, saya mohon bagi penggemar untuk tidak khawatir dan dukung kami sepenuhnya, terima kasih," kata Shin. 

Helatan AFF kali ini juga melahirkan bintang baru di Timnas Indonesia. Satu diantaranya adalah Ricky Kambuaya yang di Liga 1 bermain untuk Persebaya Surabaya.  Pada pertandingan leg kedua final Piala AFF, ia diganjar penghargaan man of the match. Ia sebelumnya mendapatkan pencapaian serupa pada laga versus Kamboja di penyisihan grup. 

"Saya tidak pernah menganggap bahwa saya yang terbaik. Saya hanya mengikuti strategi pelatih," ujar Ricky dalam konferensi pers usai laga. Pemain berusia 25 tahun itu masuk jajaran personel skuad Garuda yang paling konsisten sepanjang Piala AFF 2020. 

Ricky merupakan salah satu pemain yang selalu masuk dalam daftar sebelas pertama pada setiap laga Piala AFF 2020 bersama Asnawi Mangkualam Bahar dan Rachmat Irianto. Pemuda asal Sorong, Papua Barat, itu mampu menjelajah lapangan dan menjadi penghubung antarlini. 

Penampilan apik Ricky Kambuaya sepanjang Piala AFF 2020 melengkapi performa bagusnya untuk timnas Indonesia sejak mencatatkan debut pada Oktober 2021. "Kalau ada peluang, mungkin pelatih Shin mau membawa saya ke luar negeri, saya tidak menolak. Itu baik untuk karier," tutur dia. 

Bintang baru lainnya adalah gelandang Pratama Arhan yang resmi terpilih menjadi pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Pemain PSIS Semarang itu memegang peran penting membawa timnya ke final kompetisi tingkat Asia Tenggara itu.  

Dilansir dari laman resmi Piala AFF 2020, Arhan mendapatkan perolehan suara sebanyak 60.112 sekaligus menjadi yang terbanyak daripada pemain lainnya. Pemuda berusia 20 tahun itu menjadi salah satu kandidat bersama rekannya di timnas Indonesia, yakni Witan Sulaeman dan Alfreanda Dewangga, yang masuk ke dalam daftar lima besar bersama Thanawat Suengchittawon (Thailand) dan Sieng Chanthea (Kamboja). 

Ia juga menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih karena mencatat enam starter dari total delapan pertandingan. Arhan juga menjadi salah satu penentu kemenangan Indonesia ketika melawan tuan rumah Singapura karena mencetak gol penyeimbang setelah skuad Garuda sempat tertinggal 1-2 di babak kedua. 

Performa impresif lain yang mencuri perhatian adalah saat Indonesia melawan Malaysia di partai pamungkas Grup B. Kala itu, Arhan menyumbangkan dua gol untuk kemenangan 4-1 kontra negara tetangga itu. 

Ini merupakan debut perdana Arhan di kompetisi internasional bersama timnas sepak bola Indonesia senior. Selama merumput di Piala AFF, ia membukukan 80 persen tekelan dan 76 persen operan sukses dari total 178 umpan yang dibukukan. 

Mantan pemain Timnas Indonesia Imran Nahumarury menilai rencana Shin Tae-yong untuk tetap menggunakan pemain mudanya di ajang Piala AFF U-23 adalah hal yang bagus. "Kita perlu mengingatkan bahwa membangun timnas itu butuh proses dan ini yang sedang dibangun oleh Shin Tae-yong. Seperti membangun rumah, harus gali dulu, buat pondasi dulu, jadi wajar kalau di Piala AFF itu memainkan pemain muda karena sedang membangun tim," kata Imran.  

Imran optimis masa depan timnas akan cerah jika pemain muda bisa berkembang dengan baik dan pelatih tidak diganti. Dia pun mengingatkan para Garuda muda untuk terus mencoba berkembang dari segi kualitas. 

Sumber : antara


×