Kader NU melintas di dekat sejumlah foto para tokoh pendiri Nahdlatul Ulama saat diselenggarakannya Rapat Harian Syuriyah dan Harian Tanfidziyah Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (7/12/2021). | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Tajuk

22 Dec 2021, 03:45 WIB

Selamat Bermuktamar NU

Kita berharap Muktamar NU bisa berlangsung dengan lancar dan sukses.

Selama dua hari, 22-23 Desember, Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Muktamar Ke-34  di Bandar Lampung, Lampung.  Muktamar yang dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo ini akan membahas agenda besar NU ke depan, termasuk pemilihan ketua umum.

Ketua Komite Pengarah (SC) Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), Muhammad Nuh mengatakan, panitia sudah merampungkan materi-materi yang akan dibahas dalam sidang komisi-komisi dan sidang pleno.

Namun, karena digelar pada masa pandemi Covid-19, pembahasan materi-materi muktamar nantinya akan dipersingkat. Sebelumnya, bayangan pandemi ini membuat jadwal muktamar sempat 'maju mundur'.

Nuh menjelaskan, Muktamar Ke-34 NU akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren Darussa'adah, Lampung Tengah pada Rabu (22/12) pagi. Acara pembukaan juga akan dihadiri Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin yang juga merupakan mustasyar PBNU.

 
Kita berharap Muktamar NU bisa berlangsung dengan lancar dan sukses.
 
 

Pada Kamis (23/12) pagi hingga siang, akan dilaksanakan sidang-sidang komisi. masing-masing bahtsul masail dan komisi memiliki prioritas pembahasan masing-masing. Komisi-komisi itu nantinya bakal membahas berbagai persoalan mengenai kemandirian ekonomi dan optimalisasi pelayanan untuk kemaslahatan umat.

Pada sore hari, proses penunjukan rais aam dan ketua umum PBNU yang baru dilakukan. Pemilihan rais aam akan menggunakan model ahlul halli wal aqdi (AHWA) atau musyawarah mufakat.  Sedangkan pemilihan ketua umum PBNU akan menggunakan model pemungutan suara.

Kita berharap Muktamar NU bisa berlangsung dengan lancar dan sukses. Mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang ditunggu  tidak hanya oleh kalangan nahdlyin, tetapi juga umat Islam  dan bangsa Indonesia umumnya.  

Tema muktamar kali ini, yaitu 'Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia' terasa sangat relevan. Sebagai ormas Islam terbesar di Tanah Air, NU memainkan peran sangat penting dalam perjalanan bangsa ini.

Sejak awal berdirinya, NU memberikan kontribusi yang nyata kepada umat dan bangsa. Kita berharap, semangat kemandirian yang digelorakan NU dapat menjadikan bangsa ini semakin kuat dan  bermartabat.

 
Dengan kemandiriannya kita berharap NU dapat terus memberikan manfaat kepada bangsa. 
 
 

Dengan kemandiriannya kita berharap NU dapat terus memberikan manfaat kepada bangsa. Khususnya dalam menanggulangi  berbagai persoalan di bidang ekonomi,  pendidikan, tenaga kerja, kemiskinan, dan sebagainya.

Tak kalah pentingnya dalam muktamar kali ini, NU akan memilih ketua umum yang akan memimpin jalannya organisasi ke depan. Sampai saat ini sudah muncul sejumlah kandidat yang digadang-gadang menjadi ketua umum. Mereka adalah KH Said Aqil Siroj, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Asad Said Ali.

Ketiganya adalah tokoh besar dengan reputasi teruji. Kita berharap, siapa pun yang akan terpilih sebagai ketua umum nantinya akan mampu menjaga marwah dan kiprah NU  sebagai organsiasi Islam terbesar di negeri ini.

Selamat melaksanakan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama. Semoga senantiasa tetap memberikan kebaikan untuk bangsa dan agama. ';

×