Kesiapan jaringan Telkomsel hadapi momen Nataru 2021 (ilustrasi) | Dok Telkomsel

Inovasi

22 Dec 2021, 08:12 WIB

Kuda-kuda Antisipasi Lonjakan Musim Liburan

Lonjakan trafik selama masa liburan sudah diantisipasi sejak jauh hari oleh operator telekomunikasi. 

Bagi para operator di Tanah Air, ada dua momen yang menjadi ujian bagi kesiapanan layanan konektivitasnya. Momen pertama adalah Lebaran dimana kegiatan silaturahmi akan menimbulkan lonjakan trafik yang signifikan, dan yang kedua, adalah Natal dan tahun baru. 

Menyambut momen Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, Telkomsel konsisten memperkuat upayanya melakukan pengamanan kapasitas dan kualitas jaringan broadband. Direktur Network Telkomsel Nugroho menyampaikan, Telkomsel sebagai society enabler senantiasa konsisten mengoptimalisasi infrastruktur jaringan broadband agar semua orang bisa tetap terhubung. 

 

photo
Drive Test jaringan Telkomsel untuk persiapan menghadapi momen Nataru 2021. - (Dok Telkomsel )

Menurutnya, guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama momen Nataru kali ini, Telkomsel mengambil langkah antisipatif dengan melakukan optimalisasi jaringan, khususnya untuk kenyamanan konektivitas broadband 4G di 471 point of interest (POI) yang tersebar di seluruh Indonesia. POI tersebut mencakup 124 area residensial, 266 area spesial, seperti alun-alun dan pusat perbelanjaan, lima rumah sakit utama penanganan Covid-19, enam tempat ibadah, serta 70 titik strategis utama lainnya di tiap provinsi. 

Titik strategis yang dimaksud, meliputi titik jalur distribusi logistik seperti bandara, pelabuhan, stasiun, jalan raya utama, rest area, serta fasilitas umum lainnya. “Sepanjang momen Nataru kali ini, dibandingkan hari biasa, Telkomsel memproyeksikan trafik layanan data atau payload akan mengalami peningkatan sebesar 8,38 persen dan malam tahun baru 2022 akan melonjak hingga 15,08 persen,” ujar Nugroho. 

Ia memperkirakan, total payload akan mencapai 45.877 TB. Prediksi tersebut, juga didorong pada tren perubahan perilaku pelanggan selama masa pandemi sepanjang tahun ini.

Di mana terjadi pergeseran pemanfaatan akses layanan berbasis digital untuk kebutuhan mendukung aktivitas keseharian, seperti akses layanan media sosial yang diprediksi tumbuh sekitar 23,42 persen, layanan komunikasi, seperti instant messaging dan video conference yang melonjak 27,83 persen, dan layanan streaming video yang meningkat hingga 27.44 persen.

Untuk penguatan kualitas dan kapasitas hingga cakupan jaringan di POI yang telah ditentukan, Telkomsel mengoperasikan lebih dari 132 ribu unit BTS 4G/LTE baru dengan tambahan 53 unit Compact Mobile BTS (Combat). Termasuk juga, meningkatkan kapasitas gateway internet menjadi 7.262 Gbps, hingga memperkuat lebih dari 2.300 BTS USO di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dan perbatasan negara. 

Inisiatif Digital 

photo
Indosat Command Center - (Dok Indosat Ooredoo)

Sama seperti Telkomsel, analisa tren yang dilakukan Indosat Ooredoo memprediksi momen Nataru akan diwarnai kenaikan trafik data sebesar 20-25 persen dibandingkan hari biasa. Dengan peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi di wilayah Bodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. 

Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha, mengungkapkan, kapasitas jaringan yang disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan ini, adalah 44 PB (Petabyte) per hari. “Peningkatan kapasitas ini lebih dari cukup untuk melayani puncak lalu lintas data dengan maraknya platform yang menyuguhkan konten video. Memasuki awal masa liburan 2021, Indosat Ooredoo telah mencatatkan kenaikan trafik data sebesar 10 persen secara nasional,” jelas Vikram. 

Menurutnya, beberapa aktivitas peningkatan kualitas jaringan dilakukan untuk memastikan pelanggan menikmati pengalaman digital terbaik dengan didukung lebih dari 70 ribu BTS 4G yang saat ini dimiliki Indosat. Untuk memastikan kualitas layanan, Vikram melanjutkan, Indosat juga telah mengaktifkan command center fisik terpusat selama perayaan Natal dan Tahun Baru untuk memantau ketersediaan dan kualitas jaringan selama 24 jam penuh yang didukung Network Operation Center berbasis kecerdasan artifisial dan mesin belajar.

Di command center ini, peralatan dan dasbor khusus telah disiapkan untuk pemantauan status kinerja jaringan dan pengalaman digital pelanggan secara proaktif. Command Center juga melakukan pemantauan proaktif terhadap area publik dan pemukiman yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik, seperti tempat rekreasi, jalan utama, jalan tol, rest area, bandara, terminal bus, stasiun kereta api, dan tempat ibadah. 


×