1.500 anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) siap amankan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung, 22-24 Desember 2021. | Mursalin Yasland/Republika

Kabar Utama

21 Dec 2021, 03:50 WIB

Peserta Muktamar NU Mulai Berdatangan 

Peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Bandar Lampung untuk mengikuti pembukaan Muktamar ke-34 NU.

BANDAR LAMPUNG -- Peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Bandar Lampung untuk mengikuti pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Darussa'adah, Gunungsugih, Lampung Tengah, Rabu (22/12). Seluruh peserta wajib memeriksakan kesehatan sebelum pendaftaran di posko kesehatan Universitas Lampung (Unila). 

Koordinator Muktamar ke-34 NU Unila, Budi mengatakan, panitia muktamar menyiapkan 5.000 alat tes antigen untuk melakukan skrining kepada para peserta. "Sejumlah dosis vaksin juga disiapkan bagi yang belum divaksin," kata Budi, di Bandar Lampung, Senin (20/12). 

Ia mengatakan, peserta muktamar yang berjumlah hampir 2.000 orang tersebut sejak Senin (20/12) sampai pembukaan diharuskan mendatangi posko kesehatan muktamar di samping Gedung Serba Guna (GSG) Unila. Panitia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Lampung dan petugas medis lainnya untuk melayani peserta muktamar.

Peserta yang akan mendaftarkan diri harus terlebih dahulu mendatangi posko kesehatan dengan menunjukkan dokumen kesehatan dan aplikasi PeduliLindungi. "Setiap peserta harus melakukan pemeriksaan antigen untuk memastikan negatif Covid-19," katanya.

photo
Peserta Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama mulai memeriksakan kesehatan dengan aplikasi Pedulilindungi di area muktamar Kampus Universitas Lampung, Senin (20/12/2021). - (Mursalin Yasland/Republika)

Di Unila sebagai salah satu tempat berlangsungnya Muktamar ke-34 NU juga menyediakan tempat penginapan bagi peserta dari luar Lampung. Wisma Unila menampung peserta dari luar Lampung, untuk memudahkan mobilisasi peserta mengikuti sidang-sidang dan pleno muktamar di Unila.

Peserta muktamar dari Kabupaten Pringsewu, Usman mengatakan, ia dan rombongan baru tiba di Unila untuk mengikuti pembukaan muktamar secara daring di GSG Unila. "Kalau vaksin, semua yang hadir sudah disuntik dua kali. Tapi kalau antigen memang belum," katanya.

Pembukaan Muktamar ke-34 NU akan dilaksanakan di Ponpes Darussa'adah, Gunungsugih, Lampung Tengah pada Rabu (22/12) pagi. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka langsung muktamar yang juga akan dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, yang merupakan sesepuh NU.  

Juru Bicara Panitia Daerah Muktamar NU di Universitas Lampung, Nanang Trenggono mengingatkan peserta dapat mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan, termasuk dalam hal penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Pelaksanaan ini masih dalam pandemi Covid-19. Jadi, semua peserta harus steril dari Covid-19. Bagi yang belum vaksin bisa mendapatkan vaksin di lokasi. Protokol kesehatan ketat tetap diutamakan,” kata Nanang dalam konferensi pers di Unila, Senin (20/12).

photo
Peserta Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama mulai memeriksakan kesehatan dengan aplikasi Pedulilindungi di area muktamar Kampus Universitas Lampung, Senin (20/12/2021). - (Mursalin Yasland/Republika)

Ia mengatakan, bagi peserta dari luar Lampung yang terdeteksi positif Covid-19, pihak Unila telah menyiapkan Rumah Sakit Pendidikan di kampus tersebut. Bila kondisinya parah, panitia akan merujuk ke RSUD Abdul Moeloek Lampung.

Saat ini, suasana di arena pembukaan Muktamar ke-34 NU di Ponpes Darussa’adah sudah tidak lagi dapat  dimasuki sembarang orang. Panitia pusat dan daerah sudah memperketat akses di area tersebut. 

“Saya dari arena pembukaan Pondok Darussa’adah, sudah tidak boleh lagi dimasuki orang kecuali panitia. Semua makanan dan barang yang berada di lokasi sudah steril,” kata Koordinator Humas dan Media Muktamar NU Aria di Bandar Lampung, Senin (20/12).

Menurut dia, peserta muktamar yang hanya diperbolehkan menyaksikan langsung pembukaan oleh Presiden Jokowi di Ponpes Darussa’adah dibatasi sebanyak 600 orang. Selebihnya, peserta dapat menyaksikan secara daring di tiga tempat di Kota Bandar Lampung, yakni Kampus UIN Raden Intan II, Kampus Unila, dan Kampus Universitas Malahayati.

Budi Sutomo, penanggung jawab kegiatan muktamar di Unila mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan nonton bareng pembukaan muktamar melalui layar lebar di aula Fakultas Pertanian Unila. “Semua peserta yang berada di Unila dapat menyaksikan lewat aplikasi zoom dengan layar lebar,” ujarnya.

photo
Peserta Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama mulai memeriksakan kesehatan dengan aplikasi Pedulilindungi di area muktamar Kampus Universitas Lampung, Senin (20/12/2021). - (Mursalin Yasland/Republika)

Banser bersiaga 

Sekitar 1.500 orang anggota Banser akan mengamankan jalannya Muktamar ke-34 NU di empat titik penyelenggaraan. Apel siaga anggota Banser telah dilakukan di masing-masing tempat untuk persiapan pembukaan muktamar pada Rabu (22/12).

Ketua Panitia Pelaksana Daerah Muktamar NU Moh Mukri mengatakan, pelaksanaan pembukaan tetap dilakukan di Pondok Pesantren Darussa’adah pada Rabu (22/12) pagi. “Masing-masing tempat muktamar disiagakan ratusan anggota Banser,” kata Moh Mukri dalam keterangannya, Senin (22/12).

Ia mengatakan, pelaksanaan muktamar kali ini berbeda seperti muktamar-muktamar sebelumnya, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19, panitia membagi penyelenggaraan muktamar menjadi empat tempat berbeda dan berjauhan.

Di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunungsugih, Lampung Tengah menjadi pusat muktamar, mulai dari pembukaan sampai pada acara pemilihan ketua umum PBNU. Sedangkan penutupan rencananya akan digelar pada Kamis malam setelah pemilihan ketua umum.

photo
1.500 anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) siap amankan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung, 22-24 Desember 2021. - (Mursalin Yasland/Republika)

Moh Mukri mengatakan, bila acara penutupan tidak memungkinkan dilakukan pada Kamis malam, maka akan dilakukan di Kampus UIN Raden Intan II pada Jumat (23/12) pagi, sekaligus peresmian Masjid  Safinatul Ulum dalam kampus UIN.

Berdasarkan pantauan Republika, Senin (22/12) siang, masing-masing tempat pelaksanaan muktamar, seperti di Universitas Lampung (Unila), UIN Raden Intan II, dan Universitas Malahayati (Unmal), ratusan anggota Banser NU telah melakukan apel siaga. Apel siaga tersebut diikuti anggota Banser NU lengkap pada masing-masing bidangnya, baik pengamanan, kesehatan, dan lainnya.

Selain melakukan pengamanan di area pelaksanaan muktamar, anggota Banser juga pengamanan di area tempat penginapan peserta muktamar, yakni di Wisma Unila, Wisma Unmal, dan penginapan lainnya di Kota Bandar Lampung.

NU Harus Mandiri 

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 akan segera digelar di Provinsi Lampung pada 22-23 Desember 2021 mendatang. Forum terbesar warga nahdliyin ini mengangkat tema "Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia".

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Afifuddin Muhajir mengatakan, tema Muktamar NU menunjukkan bahwa NU ke depannya harus mandiri secara ekonomi, politik, dan keilmuan.

photo
Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan menyiapkan makanan untuk diberikan kepada warga di Posko Peduli Isoman Covid-19, Cipedak, Jakarta, Jumat (30/7/2021). PC Fatayat NU Jakarta Selatan menyediakan 100 makanan siap saji setiap harinya untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. - (Republika/Putra M. Akbar)

Kiai Afif menjelaskan, kemandirian itu bisa diartikan anti-intervensi atau tidak mudah untuk diwarnai. Karena itu, menurut dia, NU harus bisa mewarnai segala situasi dan kondisi. “Oleh karena itu, yang bisa mewarnai dan tak bisa diwarnai itu harus kuat posisinya di bidang ekonomi maupun politik, termasuk dalam soal keilmuan,” ujar Kiai Afif saat dihubungi Republika, Senin (20/12).

Kiai Afif melihat, sampai saat ini NU masih belum mandiri, karena masih bisa diwarnai oleh orang-orang yang punya kepentingan politik. “NU ini kan sangat besar, memiliki warga yang sangat besar, oleh karena itu menjadi incaran semua pihak, termasuk orang-orang yang punya kepentingan politik, seringkali dimanfaatkan,” ucapnya.

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo ini mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian tersebut, NU harus lebih memperkuat diri. “Mencapai kemandirian ya memperkuat diri sendiri, bagaimana ia menjadi kuat,” kata Kiai Afif.  

Dalam kemandirian politik, menurut Kiai Afif, bukan berarti NU harus melepaskan diri sepenuhnya dari persoalan politik, tapi NU harus menjadikan politik itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Menurut dia, keterlibatan NU dalam politik haruslah dalam koridor politik kebangsaan dan kenegaraan, bukan terlibat dalam politik praktis.

photo
Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan menyiapkan makanan untuk diberikan kepada warga di Posko Peduli Isoman Covid-19, Cipedak, Jakarta, Jumat (30/7/2021). - (Republika/Putra M. Akbar)

“Politik kan tidak bisa dihindari, tapi harus dilihat hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri,” kata ulama ahli ushul fikih ini.

Sementara itu, pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif mengatakan, dalam momentum Muktamar kali ini pada intinya NU harus semakin menekankan diri sebagai sebuah organisasi civil society.

“NU harus menekankan diri sebagai organisasi yang civil society yang betul-betul mengutamakan aspek-aspek civility, civicness, transformasi masyarakat dan seterusnya. Jadi, tidak terganggu dengan agenda politik yang lebih praktis,” ujarnya

Dia pun menyambut baik Muktamar NU yang mengangkat tema tentang kemandirian. Menurut dia, Ketum PBNU yang terpilih nantinya harus bisa mengemban misi ini. “Harus kita sambut baik ke arah sana. Mudah-mudah lah siapa yang terpilih bisa mengemban misi itu secara lebih sustainable, menjadi kebijakan organisasi itu,” ucapnya.

Ali Munhanif juga berharap NU kedepannya bisa lebih mandiri lagi baik secara ekonomi maupun politik. “Itulah harapan kita semua. Siapapun yang terpilih sebaiknya memang terus menerus mendorong untuk kerja yang mengembangkan peradaban, civility, pendidikan civic, dan seterusnya, itu yang paling penting,” jelasnya.

Ketua Panitia Muktamar NU, Imam Azis menjelaskan, tema Muktamar kali ini menjadi agenda besar NU ke depan, sehingga NU perlu melakukan berbagai refleksi atas keberhasilan yang selama ini telah dicapai, selama hampir satu abad.

“Yang masih menjadi problem kita ini adalah kesejahteraan sosial ekonominya. Meskipun ini sangat relatif, tapi pada umumnya warga NU belum mencapai taraf kehidupan yang ideal. Karena itu, kesejahteraan ini harus menjadi fokus untuk melengkapi capaian-capaian yang sudah ada,” kata Imam saat berbincang dengan Republika beberapa waktu lalu. ';

×