Anak-anak belajar di tenda darurat di Sumbermujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang menyediakan tenda darurat untuk menggelar pendidikan karena sebagian sekolahan masih digunakan sebagai posko pengu | ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/hp.

Nasional

15 Dec 2021, 03:45 WIB

Pengungsi Semeru Mendapat Rumah dan Lahan 100 Meter

Pemkab Lumajang menyediakan lahan kurang lebih 100 meter persegi untuk tiap satu rumah di tempat relokasi

LUMAJANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan menyediakan lahan kurang lebih 100 meter persegi untuk tiap satu rumah di tempat relokasi. Setiap warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru akan mendapatkan hunian tetap dengan luasan tersebut.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan fokus pemerintah saat ini adalah melakukan penanganan pascabencana. Sebelumnya, Thoriq juga sudah menyebutkan ada beberapa alternatif lokasi yang akan dipilih sebagai tempat relokasi masyarakat terdampak.

"Pilihannya relokasi usulan relokasinya adalah lahan perhutani," ujar Thoriq saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di Posko Pengungsian SMPN 1 Candipuro, Selasa (14/12).

Pemkab Lumajang telah menyediakan tiga alternatif lokasi yang nantinya akan digunakan untuk relokasi warga yang pemukimannya terdampak erupsi Gunung Semeru. Ketiga lokasi tersebut antara lain Desa Penanggal, Desa Oro-Oro Ombo dan Desa Supiturang.

Menurut Thoriq, tiga titik relokasi warga terdampak Gunung Semeru akan berada di lahan milik Perhutani. Pemilihan lokasi ini sudah melalui kajian dengan memperhatikan aspek keamanan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pemenuhan kebutuhan dasar yang bisa diakses misalnya listrik, air bersih dan akses jalan.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar warga, lokasi ini juga sudah dipastikan aman dari potensi bencana. Luasannya juga cukup untuk pembagian lahan untuk dibangun rumah. Kemudian juga cukup untuk penataan fasilitas umum, masjid, jalan, sanitasi dan beberapa kebutuhan mendasar untuk pemukiman.

"Dan sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap, nantinya akan dibangun hunian sementara sebagai pemukiman masyarakat di lokasi relokasi," ucap Thoriq dalam pesan resmi yang diterima Republika, Selasa (14/12).

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meminta Pemkab Lumajang segera mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) sebagai instansi yang memiliki lahan. Pengiriman surat ini bertujuan untuk menginformasikan lahan yang akan dijadikan tempat relokasi.

photo
Anak-anak belajar di tenda darurat di Sumbermujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang menyediakan tenda darurat untuk menggelar pendidikan karena sebagian sekolahan masih digunakan sebagai posko pengungsian dan logistik. - (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/hp.)

Sementara, hingga Senin (13/12), tim pencarian dan pertolongan gabungan mencatat jumlah korban jiwa erupsi Gunung Semeru mencapai 48 orang. Ada dua korban meninggal ditemukan pada Senin (13/12).

"Sementara itu data jumlah korban kumulatif yang dilakukan rawat jalan di puskesmas dan posko kesehatan berjumlah 2.004 jiwa," ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Selasa (14/12).

Sedangkan jumlah korban langsung APG Gunung Semeru yang masih dirawat ada sebanyak 18 orang, dengan rincian dirawat di RS dr Haryoto (RSDH) sebanyak 12 orang, RS Pasirian (RSP) dua orang, RS Bhayangkara (RSB) tiga orang dan dirujuk ke RS Tersier sebanyak satu orang.

Di samping itu, jumlah pengungsi yang menjalani rawat inap ada 12 orang dengan rincian empat orang di RS Penanggal tujuh orang di RSP dan satu orang di RSDH.

Sementara itu, pengungsi yang terdata pada Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru berjumlah 9.997 jiwa yang tersebar di 148 titik berbagai wilayah. Kabupaten Lumajang sebanyak 141 titik dengan jumlah penyintas 9.754 jiwa, sedangkan terdapat titik pengungsian di wilayah sekitar Kabupaten Lumajang, seperti Kabupaten Malang dua titik dengan 179 jiwa, Kabupaten Probolinggo satu titik dengan 11 jiwa, Kabupaten Blitar satu titik dengan 20 jiwa dan Kabupaten Jember 3 titik dengan 13 jiwa. 


×