Penumpang menjalani pemeriksaan oleh petugas medis setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (7/12/2021). Pemeriksaan itu dilakukan sebagai pencegahan merebaknya varian Covid-19 jenis omikron., | EPA-EFE/ADI WEDA

Nasional

08 Dec 2021, 03:45 WIB

Daerah Antisipasi Penyebaran Omikron

Pusat andalkan tes PCR dalam mencegah masuknya omikron.

JAKARTA -- Sejumlah daerah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya Covid-19 varian baru di wilayahnya. Pemerintah Jawa Barat mengantisipasi varian omikron dengan meningkatkan tracing, testing, dan treatment (3T). Sementara DKI Jakarta menggencarkan vaksinasi pada kelompok rentan.

"Pemerintah pusat itu hanya mewajibkan testing kita ini 11 ribu per hari dengan kondisi sekarang. Tapi Jawa Barat tiga kali lipat 30 ribu ribu tes per hari," ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil usai memimpin rapat Sagas Covid-19 Jabat, Selasa (7/12/).

Menurut pria yang akrab disapa Emil, testing perlu diperbanyak sebagai antisipasi virus baru yang penyebarannya lebih cepat dan gejalanya tidak sebanyak varian delta. "Apapun itu, kita tetap akan selalu waspada," kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihakanya mengantisipasi omikron dengan memberikan vaksin booster atau vaksinasi dosis ketiga kepada kalangan lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Selain itu, 3T tetap digencarkan.

photo
Penumpang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (7/12/2021). Selain melarang kedatangan dari sejumlah negara Afrika, pemerintah juga melakukan pemeriksaan di bandara sebagai pencegahan merebaknya varian Covid-19 jenis omikron., - (EPA-EFE/ADI WEDA)

“Jadi kira-kira itu jadi usaha kita, terus pastikan juga meningkatkan surveilans berupa 3T," kata Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria atau Ariza, kemarin.

Ariza melanjutkan, pihaknya mengikuti arahan Pemerintah Pusat terkait dengan pemberian booster tersebut. Termasuk terkait dengan ketentuan biayanya.  “Tentu tidak mungkin vaksin yang ketiga digratiskan. Nanti sesuai kemampuan negara,” ujarnya.

Usaha selanjutnya, DKI mendorong agar vaksin bagi anak usia 6 hingga 11 tahun segera dilakukan. Hal ini penting agar anak selamat dari varian tersebut. Ariza juga memastikan, Dinas Kesehatan DKI terus memantau omikron melalui sejumlah sumber tepercaya.

"Dinkes terus memantau omikron melalui sumber WHO, Kementerian Kesehatan dan sumber terpercaya lainnya. Lalu kita akan mencoba mendorong vaksin bagi anak usia 6-11 tahun segera diberlakukan," kata dia.

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah pusat juga melakukan berbagai langkah untuk mencegah omikron. Salah satunya, enam gerbang masuk internasional telah menggunakan alat tes PCR.

"Pengetesan sudah diteruskan di enam gerbang kedatangan Warga Negara Asing (WNA) di mana setiap lab memiliki kemampuan mengetes 500 sampai 600 sampel setiap hari," kata dia dalam konferensi pers daring, kemarin.

Langkah selainjutnya, membatasi sementara masuknya pelaku perjalanan internasional dengan riwayat perjalanan atau pernah singgah di negara-negara yang telah mengonfirmasi keberadaan omikron. Negara yang dimaksud ialah Afrika Selatan, Bozwana, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

Ia memastikan pemerintah tetap akan melakukan upaya terbaik untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara tersebut. "Pemerintah Indonesia meyakini bahwa tidak ada pertimbangan lain selain pertimbangan ini. Selama kondisi yang menguji ini, yang sayangnya sudah berjalan hampir dua tahun, Indonesia percaya semua negara harus meletakkan lebih banyak penekanan pada upaya bersama untuk saling menolong," kata dia.

Warga Indonesia yang pernah singgah di negara dengan omikron wajib menjalani karantina selama 14 hari. Sementara, WNI dan WNA dari negara non-omikron harus karantina 10 hari. Karantina diarahkan ke Wisma Atlet Pademangan atau Pasar Rumput yang berkapasitas 3.700 kamar dan ke 70 hotel di Indonesia. 

Omikron Dominasi Afsel

Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa mengatakan, menyebarnya Covid-19 varian omikron tak terelakkan, Selasa (7/12). Dalam sepekan terakhir, Afsel mendapati kasus infeksi harian meningkat lima kali lipat. Ramaphosa mengatakan, rumah sakit dipersiapkan untuk menerima pasien.

Dalam uji Covid-19, sekitar 25 persen positif. Padahal, dua pekan lalu hanya ada 2 persen yang positif dari uji Covid-19 yang dilakukan. Pada Senin (6/12) malam, Institut Penyakit Menular Nasional melaporkan ada sekurangnya 86.728 kasus Covid-19 aktif di seantero Afsel.

“Kenaikan jumlah infeksi ini menjadi kekhawatiran besar, namun kita harus ingat bahwa ini memang sudah diperkirakan. Pemodelan penyakit di negara kita sudah menunjukkan bahwa kita mungkin akan mengalami gelombang ke-4 dalam waktu dekat ini. Dan bisa dikatakan bahwa kemunculan kasus varian omikron nyaris tidak terelakkan,” kata Ramaphosa dalam buletin mingguannya yang dikutip First Post, Selasa (7/12).

“Kita mengalami tingkat infeksi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pandemi mulai. Varian omikron yang diangkat ke pentas global oleh para ilmuwan Afsel hampir dua pekan lalu tampaknya mendominasi infeksi baru di sebagian besar provinsi,” ujarnya, mengacu pada negeri dengan sembilan provinsi ini.

photo
Perempuan berkonsultasi pada dokter tradisional di wilayah Baragwanath, Soweto, Afrika Selatan, Kamis (2/12/2021). Merebaknya varian omikron memicu sejumlah warga Afrika Selatan berpaling ke pengobatan tradisional. - (AP/Jerome Delay)

Sejumlah negara lain juga menunjukkan kasus omikron. Di Prancis misalnya, pada Senin tercatat ada 25 kasus omikron. Menurut Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran, dari jumlah tersebut, 21 kasus adalah diimpor dari orang yang baru kembali dari Afrika Selatan. Empat orang lainnya adalah kasus lokal.

Pada Senin, Thailand juga melaporkan ada kasus pertama yang dicurigai sebagai omikron. Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Thailand Supakit Sirilak mengatakan, varian omikron diidentifikasi pada seorang pengusaha Amerika Serikat yang baru datang dari Spanyol. “Jika benar, ini akan menjadi kasus pertama di Thailand,” katanya.

Sementara itu, pada Senin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar pengobatan dengan plasma darah tidak dilakukan. Alasannya, sejumlah penelitian menunjukkan penggunaan plasma darah konvalesen tidak menunjukkan manfaat dalam mengobati pasien Covid-19 yang sakit parah. Percobaan di AS bahkan telah dihentikan sejak Maret lalu. 

Sumber : Reuters/Associated Press, Antara


×