Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

06 Dec 2021, 18:57 WIB

Rezeki Bukan untuk Foya-Foya

Kelebihan rezeki yang Allah berikan sebenarnya buka untuk foya-foya.

 

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Sistem kehidupan yang Allah tegakkan di muka bumi berdasarkan sunatullah. Tandanya bahwa di antara manusia ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Jika Anda kaya, itu bukan artinya bahwa Anda sukses, melainkan Anda sedang mendapatkan titipan kelebihan rezeki dari Allah untuk menanggung yang miskin. Itulah rahasia disyariatkannya zakat, sedekah, infak, dan sebagainya.

Bahwa ketika Anda berbagi jangan merasa Anda berjasa, melainkan Anda sedang menjalankan kewajiban atas amanah yang Allah titipkan. Karena itu, tidak ada dalam Alquran perintah mengemis, melainkan perintah memberi.

Justru kepedulian Anda terhadap orang lain, akan membantu diri Anda sendiri. Karena itu Rasulullah SAW bersabda: “Khairun naasi anfa’uhum linnaasi (Paling baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain).”

Allah menjamin bahwa sedekah yang Anda berikan bukan berkurang melainkan bertambah: “Yamhaqullahur ribaa wa yurbish shadaqaat (Allah SWT akan menghancurkan riba dan menumbuhkan sedekah).”

Perhatikan kata yurbi yang satu akar dengan kata “riba” yang artinya menumbuhkan. Artinya, sedekah pasti akan tumbuh, sementara riba sehebat apa pun dipertahankan pasti akan runtuh.

Dalam ayat lain digambarkan betapa pertumbuhan harta yang disedekahkan bukan hanya sekali atau dua kali lipat melainkan 700 kali lipat. Diumpamakan dengan sebuah biji yang ditanam, lalu tumbuh darinya tujuh tangkai, dari masing-masing tangkai muncul 100 biji. Total semua menjadi 700 biji (QS al-Baqarah: 261).

Inilah sebenarnya cara berinvestasi yang paling meyakinkan. Sebab, pengelolanya langsung Allah. Berbeda dengan model investasi antarmakhluk yang tidak akan terlepas dari kemungkinan untung dan rugi. Namun sayang, masih banyak orang yang kurang yakin dengan investasi model “sedekah” ini.

Mereka masih beranggapan bahwa dengan sedekah hartanya akan berkurang. Padahal Rasulullah SAW telah memberikan jaminan: “Maa naqashat sadaqatun min maalin” (Tidak pernah ada sedekah yang mengurangi harta) (HR Muslim). Kenyatannya, masih banyak orang yang keberatan dalam bersedekah. 

Sementara yang miskin jangan salah paham lalu bermalas-maslasan, dengan alasan bahwa rezekinya sudah ditanggung oleh yang kaya. Termasuk dosa orang yang hidupnya mengandalkan orang lain, seperti benalu yang menempel ke pohon dan mengisap darahnya.

Memang Rasulullah SAW menganjurkan agar kita bersedekah, bahkan beliau sendiri mencontohkan dengan kedermawanan yang tinggi. Namun, pada saat yang sama, Nabi memberikan motivasi agar berpindah dari posisi tangan di bawah ke tangan di atas: “Al yadul ‘ulya khairun minal yadis suflaa (Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah).” (HR Bukhari-Muslim).

Jelas, bahwa kelebihan rezeki yang Allah berikan sebenarnya buka untuk foya-foya.


×