Sejumlah warga membawakan tari penyambutan Linggona Lipu pada pembukaan Kemah Budaya Tanah Adat di Lembah Behoa, Desa Bariri, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/3/2021). | BASRI MARZUKI/ANTARAFOTO

Nasional

04 Dec 2021, 03:45 WIB

Kemah Budaya Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda

Kemah Budaya sebagai ruang ekspresi generasi muda menuangkan kreativitas kebudayaan.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan menggelar puncak acara Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021. Kegiatan tersebut dibentuk sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda menuangkan kreativitasnya di bidang kebudayaan. 

"Ini menindaklanjuti amanah Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Bagaimana kita membuka ruang-ruang ekspresi, khususnya untuk generasi kaum muda," kata Direktur Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin, seusai melihat pameran KBKM 2021 di Kemendikbudristek, Jakarta, Jumat (3/12). 

Dia menjelaskan, generasi muda sejatinya mempunyai minat besar terhadap kebudayaan bangsa ini. Untuk memfasilitasi minat besar tersebut, ia mengatakan, anak-anak muda tetap harus dibukakan ruang, dilibatkan, dan diberikan keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya. 

photo
Sejumlah warga membawakan tari penyambutan Linggona Lipu pada pembukaan Kemah Budaya Tanah Adat di Lembah Behoa, Desa Bariri, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/3/2021). Linggona Lipu adalah ungkapan penghormatan kepada setiap orang yang masuk atau datang ke wilayah yang dihuni oleh suku Lore. - (BASRI MARZUKI/ANTARAFOTO)

"Tiga tahun ini terbukti, teman-teman yang jurusannya teknik, pertanian, dan lain-lain dia bisa mendapatkan inspirasi dari kebudayaan, dan khususnya tahun ini terkait dengan inovasi desa, terciptalah produk-produk yang luar biasa," kata dia. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Fitra Arda, mengatakan, masa kini adalah masa teknologi informasi. Menurut dia, anak muda yang menguasai teknologi informasi. 

Karena itu, dia menyampaikan, anak muda harus dibawa bersama-sama untuk melakukan inovasi yang dikaitkan dengan kebudayaan. "Mereka kita libatkan masuk ke dalam situ sehingga nanti mereka bisa menyelesaikan ada masalah di desanya, ada jalan keluarnya. Ide-ide itulah yang sebenarnya kita inginkan ke depan," kata Fitra. 

Hal tersebut dilakukan beriringan dengan upaya-upaya lainnya dalam mempertemukan barisan kebudayaan dengan kemajuan teknologi. Anak muda, kata dia, memiliki kemampuan yang lebih di bidang teknologi itu. 

Lewat KBKM, dia menjelaskan, mereka dapat mengekspresikan pengetahuan yang mereka miliki. "Kami inginkan ke depan, bahwa bangsa ini melakukan manajemen talenta. Ada tiga ya, sains, olahraga, dan budaya. KBKM jadi ruang untuk mencari anak-anak muda yang kreatif menjadi generasi emas kita 2045, yang akan mengisi bangsa kita ke depan," ujar dia. 

Sebelumnya, puncak acara KBKM 2021 dibuka di Hotel Atlet Century, Jakarta, pada 29 November 2021. KBKM 2021 menjadi suatu forum inkubator untuk melahirkan produk inovasi kebudayaan dari anak muda Indonesia.


×