Belajar seluk-beluk lokapasar bagi para disabilitas (Ilustrasi) | Dok Shopee

Inovasi

06 Dec 2021, 07:39 WIB

Melintasi Keterbatasan Bersama Teknologi 

Teknologi digital dapat membebaskan dari keterbatasan dan meretas beragam peluang. 

Industri teknologi seharusnya dapat dinikmati secara inklusif oleh siapa saja. Tak terkecuali, bagi kelompok disabilitas. Selama ini, pemanfaatan teknologi, terus berevolusi untuk ikut pula memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para penguna yang memiliki keterbatasan. 

Sehari-hari, Ahmad Zaky Najieb adalah pemilik bengkel las ‘Fairuz Wrought Iron’ yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sudah 15 tahun Najieb menggeluti usaha bengkel las ini.

Jika sedang penat, Najieb kerap membuat lukisan di atas kanvas. Kondisinya yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran, tak membuatnya terhenti untuk memasarkan lukisan karyanya di luasnya dunia digital.

Tak terasa, aktivitas ini telah menghasilkan sebanyak hampir 3.000 lukisan. Dia pun menjualnya di media sosial dan mengunggah di fitur status pesan lintas. “Saya memfoto lukisan dan menuliskan keterangan. Alhamdulillah, beberapa teman-teman saya tertarik untuk membeli,” jelas pria berusia 44 tahun ini, dalam keterangan pers yang diterima Republika, Rabu (2/12). 

photo
Najien, pelukis asal Solo yang merambah dunia digital. - (Dok Shopee)

Najieb sempat menceritakan sejumlah kendala yang ia hadapi saat berjualan lukisan. Tak jarang, dia kerap dihubungi melalui telepon oleh calon pembeli untuk berbicara langsung.

Menurutnya, selama ini, beberapa teman juga membantu ia menyebarkan karya ke teman-temannya. Kemudian, ada saja beberapa orang menelepon dan menanyakan lukisan. “Tapi, saya tidak bisa menerima panggilan telepon. Hanya bisa menulis di chat dan menjelaskan bahwa saya tuli. Hal ini yang terkadang menjadi kendala dalam berkomunikasi,” ungkapnya.

Keinginan Najieb untuk menyebarluaskan karyanya, juga lebih besar dari kendala yang dihadapi. Karena dengan lebih banyak orang yang melihat, akan lebih besar peluang mendapatkan calon pembeli. 

Sehingga, ia pun lebih serius mendalami dunia digital. Di sela-sela kesibukannya di bengkel las, sesekali Najieb mencari informasi melalui internet tentang seluk-beluk berjualan daring. 

Awalnya, ia mengaku sulit memahami dunia digital, khususnya di lokapasar. Najieb juga sempat ingin belajar melalui webinar atau workshop digital, tetapi niat itu ia urungkan karena kendala berkomunikasi yang tak kunjung mendapat solusi.

Hingga pada Oktober 2021 lalu, grup pesan lintas komunitas Najieb, yaitu Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Surakarta, memberikan informasi, Shopee akan membuka kelas pelatihan bisnis digital. 

photo
Belajar seluk-beluk lokapasar bagi para disabilitas (Ilustrasi) - (Dok Shopee)

Khususnya, untuk teman tuli di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo. Ia pun mengambil kesempatan untuk menjalankan pelatihan. Selama kegiatan, Najieb aktif menyerap berbagai informasi yang dibutuhkan sebagai modal mengembangkan bisnis digitalnya.

Untuk makin memperdalam ilmu, Najieb juga menghubungi trainer Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo untuk lebih mendalami lika-liku dunia digital. Ia juga mendapatkan banyak masukan untuk menyesuaikan produknya agar dapat dijual di Shopee. 

Misalnya, membuat lukisan dengan ukuran kecil agar mudah proses pengirimannya. Menurutnya, menjadi tuli bukanlah penghalang untuk terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. 

Siapapun kini juga harus terus beradaptasi di zaman yang serba digital ini. “Teman tuli jangan berhenti meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan media tulisan ataupun isyarat, terlebih jika telah memiliki cita-cita yang besar,” ujarnya. 

Lebih Inklusif 

Untuk merayakan Hari Difabel Sedunia, pada Jumat (3/12), Tokopedia meluncurkan fitur Voice Over. Fitur ini memudahkan difabel, khususnya tunanetra, untuk menggunakan aplikasi Tokopedia dalam memenuhi kebutuhan, atau menciptakan beragam peluang.

Engineering Manager Tokopedia, Ferico Samuel menjelaskan, dengan hadirnya fitur ini, diharapkan Tokopedia bisa menjadi platform yang semakin inklusif dan mempermudah lebih banyak masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan difabel. 

Ia menjelaskan, kehadiran fitur ini, juga tidak lepas dari kontribusi difabel yang sekaligus menjadi pengguna Tokopedia, “Fitur Voice Over akan terus dikembangkan sesuai masukan rekan-rekan difabel yang menggunakan Tokopedia agar selalu relevan dengan kebutuhan mereka, ia menjelaskan, dalam jumpa pers virtual yang digelar, pekan lalu. 

Fitur Voice Over yang dihadirkan ini, dapat membantu menjelaskan kepada pengguna Tokopedia yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan namun tetap ingin berbelanja daring. Misalnya, dengan memberi keterangan melalui suara, terkait harga produk yang dicari, melakukan filter barang sesuai yang diinginkan, dan memudahkan proses pembayaran. 

“Fitur Voice Over Tokopedia membantu saya dalam proses belanja daring. Saya jadi bisa mendengarkan review produk dari pembeli lain, berbelanja dengan e-wallet dan mengikuti berbagai promo serta live shopping,” ujar salah satu tunanetra pengguna Tokopedia, Maria Hardono, dalam kesempatan yang sama. 

Senada, tunanetra lain yang merupakan pengguna sekaligus pelaku usaha di Tokopedia, M Reza Akbar, mengungkapkan, sejak ia menggunakan fitur Voice Over di Tokopedia, kini dirinya merasa menjadi lebih mandiri. Khususnya, dalam memenuhi kebutuhan harian dan menjalankan bisnis secara lebih mudah. 

Saat ini, fitur Voice Over sudah bisa diakses melalui sistem iOS dan akan terus dikembangkan ke segala jenis sistem smartphone, termasuk Android. Menurut Ferico, ke depan Tokopedia juga akan terus meningkatkan platformnya agar semakin inklusif. Termasuk dengan mengembangkan fitur Voice Over ini agar dapat membantu menjelaskan spek dan memberi keterangan yang lebih lengkap lagi terkait suatu produk tertentu. 

 

 
“Dulu, sebelum ada HP seperti sekarang, orang tuli sangat sulit berkomunikasi dengan orang dengar. Sekarang, melalui HP, kita bisa bisa menunjukkan apa saja. Temen-teman tuli harus banyak belajar Bahasa Indonesia. Supaya kata-kata yang disampaikan tepat. Agar orang-orang paham maksud kita, sehingga tertarik dengan usaha kita.” 
 
AHMAD ZAKY NAJIEB, Pemilik bengkel las ‘Fairuz Wrought Iron’
 

 

 

Berdaya Saing di Era Digital 

photo
IDCamp Bootcamp dari Indosat Ooredoo - (Dok Indosat Ooredoo)

Sebagai program untuk mendukung generasi muda Indonesia menjadi tatenta digital yang menguasai teknologi digital yang bersifat inklusif, pekan lalu, Indosat Ooredoo, menghadirkan IDCamp Bootcamp for Disabilities 2021. 

Kegiatan ini bertujuan mendukung perkembangan seluruh talenta digital Indonesia agar siap bersaing di era ekonomi digital, termasuk bagi penyandang disabilitas. “Program IDCamp sejak awal didesain sebagai program yang inklusif, termasuk para talenta digital penyandang disabilitas,” kata Steve Saerang selaku Senior Vice President – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Menurutnya, Indosat percaya teknologi digital dapat membebaskan kita dari berbagai keterbatasan dengan meretas peluang yang tidak terbatas. “Kami ingin mengapresiasi semangat dari seluruh 1.536 peserta IDCamp yang mendaftar sebagai penyandang disabilitas sejak tahun 2019 hingga 2021 untuk mengembangkan potensi maksimalnya pada bidang teknologi digital. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus bisa bangkit bersama dan terus berkarya untuk kemajuan masa depan bersama,” Steve melanjutkan.  

IDCamp Bootcamp for Disabilities 2021 menyediakan pelatihan menggunakan kelas tatap muka virtual bagi para calon pengembang dengan disabilitas untuk memudahkan proses pelatihan. Tahun ini, pelatihan dalam bootcamp juga dilengkapi dengan sistem belajar mandiri secara virtual yang berlangsung selama 10 hari. 

Tepatnya, mulai dari 29 November hingga 10 Desember 2021, para peserta IDCamp Bootcamp for Disabilities 2021 akan mendapatkan kelas belajar dasar pemograman web, yang mencakup Pengenalan web development, Dasar-dasar HTML (HTML5), inline styling, dasar styling dengan CSS, card styling, positioning & float, flexbox & table layout, responsive layout dengan CSS, serta DOM Manipulation.

Setelah menyelesaikan program pelatihan dasar, para peserta dapat melanjutkan pelatihan virtual ke level-level berikutnya yang lebih tinggi dalam rangkaian program IDCamp. Di akhir program, Indosat bekerja sama dengan Dicoding sebagai Google Developers Authorized Training Partner di Indonesia untuk membantu para talenta digital lulusan terbaik IDCamp memperoleh sertifikasi dan akses pengembangan karir dalam meraih peluang kerja yang lebih baik. 

 


×