Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan bekas suntikan vaksin usai menjalani kunjungan tahap kedua Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Nasional

03 Dec 2021, 03:45 WIB

Ridwan Kamil: Saya Pilih Politik Jalan Tengah

Ridwan Kamil anggap elektabilitasnya lumayan untuk maju Pilpres 2024.

SLEMAN -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap masuk partai politik tahun depan. Langkah bergabung dengan parpol untuk memuluskan langkah berpartisipasi pada pemilihan presiden 2024. 

"Tahun depan saya akan masuk parpol. Warna yang mana, apakah warna taplak ini (kuning), apakah warna baju satpam, atau warna hijab merah, saya belum tahu. Saya belum tahu. Yang pasti, paling pancasilais, saya di situ," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam diskusi Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 yang digelar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (2/12).

Bagi Emil, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan landasan utama dalam berpolitik. Landasan itu, menurut dia, juga selaras dengan prinsip politik jalan tengah yang bakal terus ia terapkan sehingga mampu merangkul semua kalangan.

Emil mengatakan, keputusan memilih politik jalan tengah agar ia bisa diterima masyarakat. Sebab, ia mengatakan, kebutuhan saat ini adalah merangkul sehingga tidak terlalu ke kanan dan ke kiri. 

"Menurut saya Pancasila itu harga mati. Tidak boleh terlalu ke kiri, tidak boleh terlalu ke kanan, politik jalan tengah lah yang saya pilih. Kadang-kadang saya 'di-bully' juga sama yang kanan, kadang-kadang sama yang kiri karena mengambil posisi di tengah," kata dia.

Terkait peluang untuk dicalonkan, Emil mengatakan, ia hanya akan menunggu dari partai sebagai pihak yang memiliki legitimasi untuk mencalonkan presiden. Namun, Emil menilai elektabilitasnya lumayan.

"Kalau ada partai yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung, ya saya bismillah," kata dia. 

Menurut dia, elektabilitas dan kesukaan merupakan satu-satunya modal yang ia miliki. Dua syarat lain yang harus dipenuhi untuk maju sebagai pemimpin Indonesia, yakni logistik dan parpol pengusung.

"Dua yang terakhir saya belum punya. Duit triliunan dari mana, partai juga belum. Yang saya miliki hanya harta nomor satu yaitu elektabilitas dan kesukaan," ujar dia.

Karena itu, Emil akan terus berupaya meningkatkan kinerja. Emil mengatakan, ia juga bakal tahu diri jika ternyata tidak ada parpol yang meminangnya sebagai capres. 

“Kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung, yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua," ujar dia.

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (16/12). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Sejumlah partai politik merespons pernyataan Emil. Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa mengatakan, Partai NasDem siap menerima Ridwan Kamil.  

Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengatakan Partai NasDem memiliki hubungan yang relatif baik dengan Emil sejak Kang Emil maju sebagai Gubernur Jawa Barat. "Jadi, kalau Kang Emil mau gabung, ya, kami dengan terbuka siap menerima Kang Emil," kata Saan. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, Partai Golkar merupakan partai yang terbuka. "Jadi siapapun yang merasa punya visi yang sama, platform yang sama dengan Golkar ya, ideologi Pancasila, kemudian kita adalah partai yang doktrin kekaryaan, sebagai developtalism party, siapapun yang terima itu, dengan senang hati kami menerima siapapun yang mau bergabung dengan kami," kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/12).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, PAN memiliki kesamaan visi dan misi dengan Ridwan Kamil. Eddy juga mengaku PAN akan senang jika Ridwan Kamil mau sama berjuang dengan PAN untuk berbuat yang terbaik untuk negeri ini. 

Sumber : antara


×