Sejumlah warga melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19 saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

02 Dec 2021, 03:45 WIB

Kemenkes: Penurunan Vaksinasi karena Kondisi Membaik

Masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 138 juta atau 67 persen.

JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, jumlah vaksinasi Covid-19 yang saat ini mengalami penurunan kemungkinan disebabkan oleh kondisi penularan yang semakin membaik dan terkendali di Indonesia.

Nadia menjelaskan menurunnya jumlah orang yang melakukan vaksinasi juga karena masyarakat tidak lagi terburu-buru untuk mendapatkan vaksin. Saat ini, masyarakat cenderung menunggu atau memilih jenis vaksin tertentu.

"Di sisi lain kalau kita lihat daerah-daerah, hampir dua, tiga minggu ini terjadi penurunan penyuntikan per harinya ya, ini karena daerah-daerah yang menunggu untuk bisa mendapatkan vaksin Sinovac ya," kata Nadia dalam Dialog Rabu Utama bertajuk Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (1/12).

Menurut Nadia, bila dilihat dari peta penyediaan vaksin Covid-19 di semester pertama, Indonesia banyak menggunakan vaksin Sinovac karena vaksin jenis lain belum bisa menyuplai secara penuh kebutuhan masyarakat pada waktu itu. Namun, pada semester kedua, Indonesia akan memiliki lebih banyak jenis vaksin selain vaksin Sinovac, seperti AstraZeneca, Pfizer dan Moderna.

Dengan semakin berkembangnya jenis vaksin, dia berharap bahwa semua kabupaten kota bisa menyelesaikan percepatan vaksinasi dengan menggunakan vaksin apapun yang disediakan oleh pemerintah. "Padahal, kita tahu semua vaksin itu sama baiknya dan kalaupun terjadi efek samping, itu sebenarnya sesuatu yang biasa ya, sebagai reaksi dari tubuh kita begitu kita dilatih oleh vaksin untuk kemudian menstimulus sistem kekebalan tubuh kita," tegas Nadia.

 
photo
Pejalan kaki melintas didekat mural bertema Covid-19 dikawasan Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (1/12). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih terkendali. - (Prayogi/Republika.)

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemenkes, masyarakat yang sudah mendapatkan dosis pertama hingga hari ini, telah mencapai 138 juta atau sebesar 67 persen. Sedangkan yang mendapatkan dosis kedua sebanyak 95,5 juta atau 45,8 persen. Namun, dari seluruh target sasaran yang ada pada usia di atas 12 tahun, pada vaksinasi kelompok penduduk lanjut usia (lansia) baru mencapai 53 persen dari total lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 34 persen pada dosis kedua. 

Sementara, Provinsi Jawa Barat terus menggenjot capaian vaksinasi Covid-19. Masyarakat pun diimbau untuk tidak takut divaksin demi mencegah penularan Covid-19. Kapolda Jabar, Irjen Suntana, mengungkapkan, capaian vaksinasi Covid-19 di tingkat Provinsi Jabar saat ini sudah menggembirakan. Dia menyebutkan, capaian vaksinasi saat ini sudah hampir 66 persen.

"Target akhir Desember 2021, pemerintah menginginkan (capaian vaksinasi) seluruh wilayah mencapai 70 persen,’’ kata Suntana, usai meninjau kegiatan vaksinasi massal di Mapolres Indramayu, Rabu (1/12).

Suntana mengakui, meski di tingkat provinsi capaiannya sudah hampir 66 persen, tapi ada beberapa kota dan kabupaten di Jabar yang capaian vaksinasinya masih dibawah 60 persen. Dia berharap, capaian vaksinasi itu terus ditingkatkan. "Untuk Kabupaten Indramayu, sudah diangka lebih dari 60 persen,’’ terang Suntana.

Suntana optimistis, dengan kerja sama dan koordinasi unsur Forkopimda bersama TNI Polri, capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu bisa mencapai 70 persen pada pertengahan atau pekan ketiga Desember 2021. Dia pun meminta dukungan semua pihak, termasuk pada media, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai vaksinasi. "Beri kesadaran dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin,’’ tegas Suntana.

Sumber : antara


×