Pesawat Singapore Airlines terparkir di Bandara Changi, Singapura, pada Selasa (16/11/2021). Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan dua penumpang dari Afrika Selatan tertular varian Omikron saat transit di Singapura. | Reuters

Kabar Utama

01 Dec 2021, 03:55 WIB

Omikron Menjalar ke Asia  

Setelah Hong Kong, kasus varian omikron ditemukan di Jepang.

JAKARTA -- Pemerintah diharapkan terus memperketat pintu masuk negara untuk mencegah masuknya varian baru virus korona, omikron. Daftar larangan penerbangan juga dinilai perlu ditambah mengingat omikron mulai mengancam negara-negara di Asia, termasuk Singapura yang merupakan negara tetangga.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada Senin (29/11) melaporkan, ada dua penumpang pesawat asal Afrika Selatan yang transit di Bandara Changi, Singapura, dinyatakan positif omikron saat menjalani tes Covid-19 setibanya di Sydney, Australia. Padahal, kedua penumpang itu telah menjalani tes Covid-19 dengan hasil negatif saat berangkat dari Johannesburg, Afsel, pada 27 November.

MOH dalam keterangannnya menyampaikan, pesawat Singapore Airlines SQ211 yang mengangkut kedua penumpang itu berangkat dari Singapura pada Ahad (28/11) pukul 10.30 dan mendarat di Sydney pukul 21.20 di hari sama.

Singapura sebenarnya telah menetapkan larangan masuk atau transit bagi penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari Afrika Selatan dan beberapa negara Afrika lainnya. Namun, kebijakan itu baru diberlakukan pada 27 November pukul 23.59.

photo
Penumpang mengenakan APD dari Hong Kong tiba di Bandara Tullamarine di Melbourne, Australia, Senin (1/11/2021). - ( EPA-EFE/JAMES ROSS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND)

Menurut penjelasan MOH, sebagian besar penumpang SQ211 tetap berada di area transit di Bandara Changi sampai keberangkatan ke Sydney. Mereka tidak masuk ke Singapura atau mengunjungi area lain di Bandara Changi.

Kendati demikian, MOH menyatakan sedang melakukan pelacakan kontak dekat dengan penumpang yang terinfeksi omikron. "Pelacakan kontak sedang berlangsung untuk staf bandara yang mungkin melakukan kontak sementara dengan kasus tersebut," demikian pernyataan MOH.

Di negara Asia lainnya, Jepang mengonfirmasi kasus pertama varian omikron. Virus itu terdeteksi pada penumpang yang baru tiba dari Republik Namibia. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan, pemumpang yang merupakan laki-laki tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 saat dilakukan tes di Bandara Narita dan kini sedang diisolasi.

Sebelumnya, hanya Hong Kong sebagai negara di Asia yang telah mengonfirmasi adanya kasus omikron. Analisis genom di Institut Penyakit Menular Nasional Jepang pada Selasa (30/11) mengonfirmasi pria itu terinfeksi varian omikron.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menilai, pemerintah sebaiknya kembali mengambil kebijakan untuk kembali menutup penerbangan dari Singapura. Per Senin (29/11), kebijakan bebas karantina antara Indonesia dan Singapura dalam Vaccinated Travel Lane (VTL) diberlakukan. "Semestinya seperti itu (kembali ditutup penerbangan dari Singapura)," kata Masdalina kepada Republika, Selasa (30/11).

Epidemiolog dari Universitas Diponegoro Ari Udiyono mengatakan, pembatasan pelaku perjalanan internasional menjadi salah satu upaya untuk menangkal masuknya varian baru Covid-19. Ia berharap pemberlakuan aturan karantina dilakukan secara ketat. "Semoga dengan upaya tersebut, varian baru dari luar negeri tidak sempat masuk ke Indonesia," ujarnya.

Terkait kemungkinan untuk menutup kembali penerbangan dari Singapura, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan akan mengkaji hal tersebut sambil mengamati perkembangan. "Akan dikaji dengan melihat perkembangan lebih lanjut," kata Nadia kepada Republika, Selasa (30/11).

Nadia mengatakan, varian baru virus korona B.1.1.529 atau omikron dapat mengelabui sistem imunitas manusia. Varian ini juga dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19. "Varian ini tidak meningkatkan keparahan, tetapi orang yang pernah terinfeksi Covid-19 akan lebih mudah terkena omikron. Varian baru ini pun menggabungkan beberapa mutasi dari varian of concern (VoC) virus korona sebelumnya," kata Nadia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan Indonesia mewaspadai dan mengantisipasi masuknya varian omikron. Dia mengatakan, kunci mencegah masuknya varian omikron adalah dengan mengkaji ulang kebijakan pembatasan pada pintu masuk negara.

Langkah lainnya meningkatkan whole genome sequencing untuk mendeteksi omikron. "Juga memasifkan testing dan tracing, utamanya pada pelaku perjalanan luar negeri," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa omikron bisa memicu risiko global yang sangat tinggi. Hal ini seiring ada semakin banyak negara yang melaporkan temuan kasus omikron. “Kemunculan omikron adalah pengingat bahwa meskipun banyak dari kita berpikir pandemi Covid-19 sudah berakhir, tapi tidak bagi kami,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari NBC News, Selasa (30/11).

photo
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) berjalan di area kedatangan internasional setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/11/2021). Pemerintah memberlakukan larangan WNA dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong guna mencegah masuknya varian COVID-19 B.1.1.529 atau omikron. - (ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.)

WHO mendesak para pemimpin negara mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19, terutama di antara kelompok-kelompok rentan. Vaksinasi bisa menjadi upaya efektif dalam meningkatkan pengawasan dan pengurutan sekuens genom.

"Omikron memiliki jumlah mutasi spike yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya sangat mengkhawatirkan. Jika lonjakan besar Covid-19 terjadi didorong oleh omikron, konsekuensinya mungkin parah.”

Vaksin Omikron Dikembangkan

Perusahaan farmasi global mulai mengembangkan vaksin Covid-19 untuk varian omikron. Vaksin itu dikembangkan untuk mengantisipasi apabila vaksin yang tersedia saat ini tak ampuh melawan varian baru tersebut. 

CEO Pfizer Albert Bourla mengungkapkan, perusahaannya mulai menguji keampuhan vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini terhadap varian omikron pada Jumat (26/11). “Saya tak berpikir hasilnya adalah vaksin (saat ini) tak melindungi,” katanya saat diwawancara CNBC pada Senin (29/11) waktu setempat. 

Dia menyebut, pengujian dapat menunjukkan bahwa vaksin yang ada saat ini hanya memiliki sedikit perlindungan terhadap omikron. Artinya, vaksin baru perlu dibuat dan dikembangkan. “Jumat kami membuat templat DNA pertama kami, yang merupakan kemungkinan pertama dari proses pengembangan vaksin baru,” ujar Bourla.

Bourla mengungkapkan, situasi yang sekarang sedang berlangsung mirip seperti awal tahun ini. Kala itu, Pfizer dan mitranya, Biontech, berusaha mengembangkan vaksin baru di tengah penyebaran cepat varian delta. Kala itu, turut ada kekhawatiran bahwa vaksin yang sudah tersedia memiliki efikasi rendah terhadap varian tersebut.

Namun, vaksin baru yang dikembangkan Pfizer dan Biontech selama 95 hari pada akhirnya tak digunakan. Sebab, vaksin dengan formula sebelumnya ternyata efektif melawan delta. Bourla mengatakan, Pfizer berharap dapat memproduksi empat miliar dosis vaksin pada 2022.

Hal itu juga dikonfirmasikan oleh Biontech. Biontech menyatakan, sedang mengembangkan vaksin untuk melawan penyebaran Covid-19 varian omikron. Namun, Biontech belum memastikan mengenai kemungkinan melakukan formulasi ulang vaksin yang telah dikembangkan bersama Pfizer. 

“Pengembangan vaksin yang diadaptasi adalah bagian dari prosedur standar perusahaan untuk varian baru (Covid-19),” kata Biontech dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/11).

CEO Moderna Stephane Bancel menyebut, vaksin Covid-19 yang beredar saat ini kurang efektif dalam menangkal varian omikron. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa resistensi vaksin dapat menyebabkan lebih banyak penyakit dan pasien rawat inap, sehingga memperpanjang pandemi.

photo
Relawan mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dosis tiga di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta, Selasa (30/11). Vaksinasi Covid-19 dosis tiga atau vaksin booster untuk relawan ini menggunakan vaksin Moderna. - (Wihdan Hidayat / Republika)

"Saya tidak tahu berapa banyak (penurunan efikasi vaksin), karena kita perlu menunggu datanya. Tetapi, semua ilmuwan yang saya ajak bicara mengatakan, 'ini tidak akan baik-baik saja'," kata Bancel.  

Munculnya varian omikron telah memicu alarm global. Sejumlah negara telah menerapkan larangan penerbangan dari beberapa negara Afrika, yang menjadi pusat penyebaran varian omikron. Penutupan ini membayangi pemulihan ekonomi yang baru lahir dari pandemi dua tahun lalu.

Ketakutan atas varian baru pun telah mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk bergerak cepat memperketat pengawasan di pintu masuk negara. Mereka mencegah terulangnya penguncian ketat tahun lalu dan penurunan ekonomi yang tajam. 

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, efektivitas vaksin, testing, juga obat-obatan terhadap varian omikron masih dikaji para pakar di berbagai dunia. Kendati demikian, berdasarkan bukti awal, varian ini menunjukkan kemungkinan terjadinya peningkatan risiko terhadap orang-orang yang pernah mengidap Covid-19 untuk kembali terinfeksi. 

Namun, Wiku menegaskan, informasi terkait tersebut masih sangat terbatas dan masih dalam proses penelitian. Varian ini pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan. Hingga saat ini, beberapa negara telah mengonfirmasi adanya kasus omikron, seperti di Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, dan Israel. Dari tujuh negara tersebut, enam negara di antaranya saat ini tengah menunjukkan kenaikan kasus.

“Bahkan Italia, Jerman, dan Belanda mengalami kenaikan kasus yang sangat tajam. Hanya Israel yang saat ini tren kasusnya belum menunjukkan kenaikan,” kata dia.

Karena itu, sebagian besar negara di dunia saat ini mengambil langkah antisipasi untuk mencegah masuknya varian omikron.  Di Italia, pemerintahnya melakukan penelusuran kontak kasus positif dengan riwayat perjalanan ke negara-negara di Afrika, meningkatkan kapasitas penelusuran kontak secara umum, serta meningkatkan cakupan whole genome sequence agar segera mendeteksi keberadaan varian omikron.

Jerman memberlakukan pelarangan perjalanan dari negara di Afrika, kecuali warga negaranya. Warga negara yang baru pulang dari negara di Afrika juga wajib melakukan karantina selama 14 hari.

Ia mengatakan, di Singapura dan Malaysia yang sudah menutup negaranya hampir dua tahun mulai memperbolehkan kedatangan WNA yang sudah divaksin lengkap. “Meskipun demikian, kedua negara ini mempertimbangkan penutupan border kembali setelah ditetapkannya varian omikron sebagai varian of concern atau VOC oleh WHO,” kata Wiku. 


×