Peserta Pelatihan Dakwah Digital yang diadakan oleh PW Persatuan Islam Istri Jawa Barat (PW Persistri Jabar), Selasa (23/11) di Bandung, Jawa Barat. | Istimewa/Umma
24 Nov 2021, 08:43 WIB

Bangun Ekosistem Dakwah Digital

Jangkauan dakwah para dai/daiyah perlu diperluas dengan digitalisasi.

BANDUNG – Platform komunitas Muslim, Umma, menggandeng Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Istri Jawa Barat (PW Persistri Jabar) untuk bersama-sama membangun ekosistem dakwah digital. Kedua pihak pun meneken nota kesepahaman (MoU) tentang implementasi dakwah dengan mengadopsi fitur-fitur aplikasi Umma.

CEO dan co-founder Umma, Indra Wiralaksmana, menyampaikan, Umma kini telah resmi berkolaborasi untuk membawa dakwah di lingkungan Persistri ke ekosistem digital melalui aplikasi Umma. Dia mengatakan, Persistri Jabar memiliki banyak daiyah berkualitas dan berkompeten sehingga jangkauan dakwah mereka perlu diperluas dengan digitalisasi.

"Harapannya, melalui kerja sama ini, lebih banyak lagi daiyah di lingkungan Persistri yang turut meramaikan ekosistem dakwah di dalam aplikasi Umma," kata dia kepada Republika, di sela-sela agenda “Pelatihan Dakwah Digital dan Penandatanganan MoU PW Persistri Jabar bersama Umma” di Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/11).

Dalam agenda tersebut, para daiyah Persistri Jabar diberikan pelatihan menggunakan fitur Umma untuk memaksimalkan dakwah secara digital. Salah satunya diajarkan mengenai bagaimana berdakwah dengan memanfaatkan fitur live streaming di aplikasi Umma.

Terkait

Indra menambahkan, Umma juga akan merangkul organisasi, komunitas, dan kelompok dakwah yang lain. Sebab dengan kolaborasi tersebut, Umma ingin memastikan bahwa dai dan daiyah yang tampil itu layak, tepat, dan berkompetensi. "Karena bersumber dari pihak yang terafiliasi dengan organisasi dan komunitas di mana dakwah sudah menjadi keseharian mereka," ujarnya.

Umma, kata dia, saat ini telah diunduh oleh 13 juta pengguna. Dengan jumlah yang tak sedikit ini, Umma akan terus menghadirkan pendakwah yang lebih banyak lagi, baik dai maupun daiyah yang tentunya mencerminkan Islam rahmatan lil ‘alamin.

Indra menyadari, sebagian besar pendakwah masih belum menggunakan teknologi digital karena berbagai faktor, di antaranya keterbatasan pemahaman terhadap teknologi digital. "Kalau pun sudah banyak yang memanfaatkan digital, hasilnya belum maksimal. Nah itulah mengapa ada Umma," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by umma (ummaindonesia)

 

Indra menjelaskan, umumnya para pendakwah sudah menggunakan saluran-saluran digital yang tersedia. Namun, media-media digital ini sebetulnya bersifat umum dan tidak dikhususkan untuk demografi tertentu yang dalam hal ini umat Islam. Sehingga tidak mudah bagi pendakwah untuk menyampaikan dakwahnya ke banyak orang.

Media sosial, misalnya, tidak fokus ke umat Islam dan tidak memberikan perhatian khusus kepada pendakwah. “Dengan Umma yang basisnya Muslim, mereka akan dibantu untuk diangkat menjadi bintang dakwah dan mendapat perhatian yang mungkin tidak mereka dapatkan dari platform yang sifatnya lebih umum,” ujarnya.

photo
CEO dan Co-Founder Umma, Indra Wiralaksmana saat memberikan Pelatihan Dakwah Digital. - (Istimewa/Umma)

Namun, Indra menekankan, itu bukan berarti Umma ingin para dai dan daiyah meninggalkan platform digital yang telah digunakannya. Umma tidak ingin mereka berhenti dakwah di media-media digital lain. Sebab, kehadiran Umma yaitu untuk melengkapi sarana dakwah dan memperluas jangkauan dakwah para dai dan daiyah.

Sementara, Ketua IV Pimpinan Wilayah Persistri Jabar, Ustazah Juju Jubaedah, mengapresiasi agenda pelatihan dakwah digital ini. Menurut dia, dakwah secara digital bermanfaat untuk memperluas jangkauan dakwah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by umma (ummaindonesia)

"Saya senang ada pengembangan metode dakwah ini. Ini agar lebih banyak lagi anak-anak muda yang berkompetensi di bidang dakwah sehingga bisa mengembangkan dakwahnya," ujar dia.

Ustazah Juju mendukung modernisasi di bidang dakwah. Sebab, dia mengatakan, kehadiran teknologi digital seperti Umma bisa membuat generasi muda memperoleh konten-konten positif. Di aplikasi Umma, misalnya, terdapat banyak konten Islami yang mampu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Di lingkungan Persistri Jabar, menurut Ustazah Juju, kini sudah banyak yang melakukan dakwah melalui teknologi digital. Meskipun tidak tatap muka, dakwah secara digital tetap interaktif. Sebab, di dalamnya para peserta bisa menyampaikan pertanyaan seperti dakwah pada umumnya.

"Saya harap ini terus sukses dan semoga ke depan dakwah digital ini bisa lebih masif, dan cakupannya bisa lebih luas lagi," kata dia.


×