Ilustrasi program haji muda BPKH. | Republika/Thoudy Badai

Khazanah

Layanan Digital untuk Mendorong Haji Muda

Layanan digital memudahkan jalannya program haji muda BPKH.

 

Terobosan digital semakin digencarkan untuk menggaet Muslim dari kalangan milenial menyiapkan dana haji. Kepala Bidang Penghimpunan dan Penempatan Dana, Investasi Langsung, dan Investasi Lainnya Dalam Negeri Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Iskandar Zulkarnain menjelaskan, digitalisasi sesuai dengan amanat dalam undang-undang. Sehingga, BPKH sangat fokus mendukung upaya digitalisasi dalam peningkatan layanan kepada calon jamaah haji.

"Kami pun mendorong Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS-BPIH) untuk terus meningkatkan pelayanan jamaah haji melalui strategi digitalisasi," kata Iskandar, pekan lalu.

Dia mengatakan, Indonesia dikaruniai bonus demografi sampai 2035. Sehingga, layanan digital sangat diperlukan untuk menjemput bonus demografi tersebut. Hal ini karena kaum milenial dikenal lebih melek teknologi dan ingin mendapatkan pelayanan yang cepat dan sederhana.

Menurut Iskandar, hal ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik melalui sinergi bersama BPKH dan perbankan syariah. Kedua belah pihak dapat memberikan layanan dan kemudahan bagi calon jamaah, khususnya kaum muda dalam bertransaksi, merencanakan, dan mendaftar haji.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberikan akses lebih cepat bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai calon jamaah haji. Kini, membuka tabungan haji dan pembayaran setoran awal pendaftaran haji bisa dilakukan secara daring via BSI Mobile.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, fitur ini memungkinkan masyarakat untuk punya tabungan haji dan membayar porsi sebesar Rp 25 juta tanpa pergi ke cabang. Nasabah pun diberikan pilihan mata uang, baik rupiah maupun dolar AS.

"Nasabah juga mendapatkan notifikasi saat tabungan hajinya telah mencapai Rp 25 juta," kata Anton.

Pembayaran setoran awal pendaftaran haji secara daring sebesar Rp 25 juta merupakan syarat mendapatkan nomor porsi haji yang ditentukan oleh Kementerian Agama. Kinerja Tabungan Haji BSI per September 2021 mencatat jumlah penabung haji lebih dari 4,3 juta nasabah.

Ia optimistis jumlah tersebut akan terus tumbuh seiring inovasi fitur baru ini. Anton mengatakan, kapabilitas digital menjadi salah satu fokus utama BSI dalam menggaet pasar yang serba dinamis, akurat, dan cepat.

"Potensi perjalanan ke Tanah Suci untuk berhaji dan umrah menjadi salah satu segmen yang dibidik BSI dalam rangka kapitalisasi digital tersebut," katanya.

Pengembangan fitur pembayaran setoran awal pendaftaran haji diluncurkan mengikuti gaya hidup terkini yang menginginkan transaksi secara cepat, aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah. Anton mengungkapkan, layanan baru itu dalam rangka membangun ekosistem halal serta mendorong masyarakat Muslim mempersiapkan dana untuk beribadah haji sejak dini.

Ia optimistis tabungan haji bisa menjadi keunikan dan selling point yang signifikan. BSI juga terus memberikan edukasi kepada generasi milenial dan generasi Y serta Z untuk mempersiapkan ibadah haji secara optimal dan terencana dengan baik. Dengan adanya sistem pembayaran realtime, nasabah juga secara otomatis langsung mendapatkan bukti pembayaran serta nomor validasi melalui BSI Mobile. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat