Pro-Kontra
Kepanikan di Muara Baru
Oleh Kepanikan di Muara Baru
Asap hitam dari kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mengepul hingga ke langit, Sabtu (23/2) sore. Kepanikan pun tak bisa terhindarkan. Para nakhoda kapal saling berlomba menyelamatkan kapal mereka yang sedang terparkir di dermaga.

Embusan angin sangat kencang pada saat kebakaran terjadi. Api yang awalnya berasal dari satu kapal, yaitu Kapal (KM) Arta Mina Jaya, pun menjalar ke kapal lain.
Kepala Kamar Mesin (KKM) Kapal Kencana Lima, Ario (34 tahun), menceritakan, saking banyaknya kapal di lokasi kebakaran, kapal-kapal saling bertabrakan saat berupaya keluar pelabuhan. "Kita semua pengenselamat kapalnya, akhirnya saling tabrak karena maunya kan dulu-duluan," kata Ario saat ditemui Republika, di Pelabuhan Muara Baru, Ahad (24/2).
Ario menceritakan, karena banyaknya kapal di dermaga, para nakhoda kesulitan menggerakkan kapalnya. Kapal-kapal itu bergerak menjauh dari dermaga secara bersamaan hingga benturan pun tak dapat dihindari. Menurut Ario, Kapal Kencana Lima pun berusaha keluar dari pelabuhan agar tak ikut hangus terbakar. "Yang di depan tertabrak, yang di belakang tertabrak juga," kata dia.

Ario melanjutkan, masih banyak kapal yang berada di luar pelabuhan. Kapalnya pun baru bertengger kembali di dermaga sekitar pukul 06.00 WIB, kemarin. Semua juga banyak ini masih ada yang di luar. Baru tadi pagi masuk sekitar jam 06.00," tutur Ario.
Ia mengatakan, kebanyakan kapal nelayan yang ada di Muara Baru dimiliki orang keturunan Cina. Bos Kapal Kencana Lima yang ia tangani mesinnya, memiliki tujuh kapal. Menurut dia, satu kapal nelayan bisa mencapai harga Rp 1 miliar.
"Kemarin sore itu, kapal-kapal pada saling tabrak yang mau keluar pelabuhan."Abdul
Saling tabraknya kapal saat ingin menyelamatkan dari kebakaran diungkapkan pula oleh pekerja di pelabuhan, Abdul Salam (49). Saat kejadian, suasana panik tampak dari sejumlah nakhoda dan awak kapal.
"Kemarin sore itu, kapal-kapal pada saling tabrak yang mau keluar pelabuhan," kata Abdul di depan area bongkar ikan Pasar Ikan Terintegrasi 1 (PIT 1).
Berdasarkan pantauan Republikapada Ahad (24/2), bangkai kapal yang hangus terbakar masih berada di dermaga. Kapal-kapal itu menghitam dan sebagian badan kapal tenggelam.
Sementara, untuk menghindari kebakaran, kapal- kapal nelayan yang selamat diintruksikan untuk menjauh dari lokasi kejadian. Sebab, percikan api dari kapal yang terbakar masih berpotensi menyambar ke kapal lain karena angin kencang.
"Cari masing-masing yang aman, pokoknya jangan di PIT saja," kata petugas keamanan pelabuhan melalui handy talkiedi genggamannya.

Hingga berita ini diturunkan, sterilisasi lokasi kebakaran dari kapal-kapal nelayan masih dilakukan sejak pukul 10.45 WIB. Hanya ada kapal yang akan bongkar muat terlihat di depan area bongkar ikan PIT 1.
Sejumlah kapal yang hangus terbakar masih berada di tempatnya. Petugas pemadam kebakaran pun terus berjaga di lokasi dan terlihat sesekali menyemprotkan air ke kapal yang sudah terbakar tetapi masih mengeluarkan asap.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda kapal nelayan di dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Satriadi Gunawan, ada sekitar 30 kapal nelayan terbakar. "Kami belum menghitung secara pasti, tetapi sekitar 30-an menurut informasi yang kami dapatkan," ujar Satriadi Ahad (24/2) pagi.
Ia mengatakan, kebakaran yang melanda kapal- kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, berhasil dipadamkan pada Ahad sekitar pukul 07.00 WIB. Pihaknya masih bersiaga di lokasi karena potensi percikan api masih ada dan bisa saja menyebabkan kebakaran. "Kami akan siaga terus sampai yakin enggakada lagi api. Kami stand bysampai besok (hari ini--Red)," ujar dia.
nmimi kartika ed: satria kartika yudha Kepanikan di Muara Baru lPetugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan terhadap kapal terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Ahad (24/2). Sebanyak 34 kapal ikan terbakar dan tiga orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
lSeorang nelayan menyaksikan upaya pemadaman kapal terbakar oleh para petugas pemadam kebakaran di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Ahad (24/2). Api baru berhasil dipadamkan pada Ahad (24/2) pukul 05.16 WIB dengan menurunkan 23 unit pemadam kebakaran gabungan.

lWarga melihat kondisi kapal yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Ahad (24/2). Kepolisian melaporkan tak ada korban jiwa akibat peristiwa kebakaran puluhan kapal tersebut.
lWarga menuangkan sisa solar yang telah terkumpul ke dalam jeriken pascakebakaran kapal ikan di Pelabuhan Muara Baru. Sisa-sisa solar yang mengambang di perairan pela buhan itu diambil warga untuk dijual kembali dengan harga Rp 45 ribu per ember.
lPetugas pemadam kebakaran beristirahat seusai melakukan pendinginan terhadap puluhan kapal yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Ahad (24/2).
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
