Istana Hansaray, Legasi Islam di Tanah Krimea | DOK Wikipedia

Arsitektur

21 Nov 2021, 08:59 WIB

Istana Hansaray, Legasi Islam di Tanah Krimea

Pada abad ke-16 dan 18, keluarga raja Muslim dari suku Tatar menghuni kompleks Istana Hansaray.

OLEH HASANUL RIZQA

Semenanjung Krimea adalah suatu dataran besar yang menjorok ke Laut Hitam di Eropa Timur. Wilayah yang kini menjadi bagian administratif dari Republik Krimea itu memiliki sejarah yang panjang. Jauh sebelum menjadi “rebutan” antara Rusia dan Ukraina, kawasan tersebut pernah menjadi bagian dari kedaulatan Islam.

Hal itu dibuktikan dengan sejumlah peninggalan historis yang hingga kini masih terawat di sana. Salah satunya ialah Istana Khan di Kota Bakhchysarai, Republik Krimea. Dalam bahasa Turki, kompleks itu disebut sebagai Han Sarayi. Oleh masyarakat lokal, namanya diucapkan menjadi Hansaray.

Keberadaan Istana Hansaray, yang dibangun pada 1532, tak terlepas dari sejarah Kerajaan (Khanate) Krimea. Istilah khan berarti ‘raja'. Negeri Islam itu didirikan Melek Haji Girai, seorang pemimpin berbangsa Tatar, pada awal abad ke-15 di Semenanjung Krimea.

Kerajaan itu terus bertahan hingga medio abad ke-18. Pada 1783, Kekaisaran Rusia mencaplok seluruh wilayah kesultanan tersebut. Kekhalifahan Turki Utsmaniyah langsung melayangkan protes. Sebab, kolonisasi atas Krimea berarti melanggar perjanjian antara Utsmaniyah dan Rusia pada 1774. Isinya antara lain mengakui sifat otonom khanate tersebut.

Walaupun riwayatnya usai begitu memasuki abad ke-19 atau 20, Kesultanan Krimea tetap meninggalkan legasi yang berharga. Salah satunya ialah Istana Hansaray. Inilah tempat tinggal para khan di masa silam. Kini, peninggalan sejarah Islam dari abad silam itu difungsikan sebagai museum.

photo
Kesultanan Krimea tetap meninggalkan legasi yang berharga. Salah satunya ialah Istana Hansaray. - (DOK Wikipedia)

Secara arsitektural, istana tersebut menampilkan desain yang cukup rumit dan, karenanya, memesona. Konon, sultan Krimea menggunakan tenaga para budak yang didatangkan dari Rusia untuk mewujudkan bangunan ini. Adapun perancangnya berasal dari para ahli berkebangsaan Utsmaniyah, Persia, dan Italia. Tampilannya saat ini sudah banyak mengalami rekonstruksi. Bagaimanapun, struktur konstruksi bangunan tersebut masih sama dengan aslinya.

Area istana yang dikelilingi tembok itu terdiri atas masjid, tempat tinggal kaum putri, permakaman, rumah-rumah tempat tinggal anggota keluarga khan, serta sejumlah taman. Dari segi eksterior, denahnya seperti mengingatkan pengunjung terhadap istana-istana di Persia. Bagaimanapun, desan interiornya menggambarkan gaya tradisional Suku Tatar.

Berbagai lukisan mendominasi ruang interior mayoritas bangunan di kompleks istana ini. Ada yang terpampang di dinding, ada pula yang menggantung di bagian langit-langit. Selain itu, pintu dan jendela di sana banyak menggunakan kaca bermotif dengan warna-warni cerah. Semua itu menampilkan kesan megah dan estetik.

photo
Dari segi eksterior, denah Istana Hansaray seperti mengingatkan pengunjung terhadap istana-istana di Persia - (DOK Wikipedia)

Setidaknya, ada dua unit masjid di dalam Istana Hansaray, yakni Masjid Besar dan Masjid Kecil alias Kicik Han Cami. Dahulu, tempat ibadah yang berukuran lebih besar dipakai sebagai tempat shalat jamaah para penghuninya. Sultan juga kerap beribadah di sana, utamanya saat shalat Jumat atau dua hari raya.

Adapun masjid yang lebih kecil (kicik) difungsikan seperti halnya mushala. Di sanalah, para bangsawan dapat menenangkan diri, berzikir, dan tentunya mendirikan shalat. Mushala-mushala ini dibuat khusus untuk para anggota keluarga khan. Jadi, tidak sembarang orang bisa memasukinya pada masa itu.

Di salah satu mushala setempat, mihrab terletak di sisi sebelah utara. Bagian atasnya berhias lukisan tujuh lajur ornamen. Ini menyimbolkan tujuh tingkatan surga. Di dekatnya, terdapat jendela dengan kaca berwarna-warni yang bermotif heksagram, gabungan dua buah segitiga sama sisi.

Dalam sejarah Islam, lambang ini dikenal sebagai tanda Nabi Sulaiman AS. Sejak berabad silam, Suku Tatar—yang berasal dari Asia Tengah—banyak memakai perlambang tersebut untuk menghias masjid-masjid mereka.

photo
Berbagai lukisan mendominasi ruang interior mayoritas bangunan di kompleks Istana Hansaray. - (DOK Wikipedia)

Istana Hansaray kian dipercantik dengan adanya taman-taman. Banyak di antaranya yang dilengkapi dengan kolam air mancur. Desainnya cenderung berkiblat pada gaya arsitektur Persia.

Di salah satu sudut halaman istana ini, terdapat sebuah kolam yang cukup istimewa. Sebab, konstruksi itu dibuat oleh Sultan Melek Haji Girai sendiri. Ia membangunnya sebagai ungkapan kesedihannya atas kematian salah seorang istri yang amat disayanginya. Perempuan itu diketahui berkebangsaan Polandia.

Kalangan istana dan juga rakyat terkejut saat menyaksikan rajanya berlinang air mata. Maklum, Haji Girai dikenal sebagai seorang penguasa yang sangat keras dan bahkan cenderung militeristik. Namun, di hari duka itu tangisannya tak terbendung.

Beberapa hari atau pekan kemudian, ia memerintahkan para bawahannya untuk membangun sebuah kolam air mancur di Istana Hansaray. Diibaratkannya, kolam itu akan terus meratap dan menangisi kepergian sang ratu—sama seperti dirinya yang selalu bersedih setiap ingat kenangan ini.

Di sudut timur laut Taman Persia, berdiri Menara Falcon. Menara tersebut berbentuk oktagonal berbahan kayu dengan atap berbentuk piramida. Interior luas di dalamnya dilengkapi tangga kayu menuju puncak menara yang digunakan sebagai sarang elang.

photo
Di salah satu sudut halaman Istana Hansaray, terdapat sebuah kolam yang cukup istimewa yang konstruksi itu dibuat oleh Sultan Melek Haji Girai sendiri - (DOK Wikipedia)

Selain taman, kolam, masjid, atau tempat tinggal raja, Hansaray juga menyediakan area pemandian (hammam). Namanya, Sari Guzel. Posisinya berada persis di pinggiran sungai atau sebelah timur Masjid Besar. Interiornya dihiasi sebuah plakat berbentuk prasasti yang terdapat di salah satu dindingnya. Plakat tersebut merujuk pada Sahib I Giray sebagai pembangun pemandian tersebut, dan menyebutkan tahun 1532 sebagai waktu konstruksi.

Pemandian ini beratapkan beberapa kubah dengan lubang-lubang kaca yang memungkinkan cahaya dari sinar matahari masuk ke dalam ruang pemandian. Lantainya dibangun lebih tinggi sehingga memungkinkan sirkulasi udara panas mengalir dari tungku. Dahulu, fasilitas ini terbuka untuk umum. Namun, sejak 1924 ditutup permanen.


×