Petugas PT PGN melakukan pengecekan rutin jaringan gas (jargas) pelanggan rumah tangga di Kawasan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (8/7/2020). Hingga 2019 PT PGN telah membangun jargas sepanjang 3.838 Km atau sebanyak 537.936 sambungan rumah tangga ( | ANTARA FOTO/M N Kanwa

Ekonomi

18 Nov 2021, 04:24 WIB

Laba PGN Meroket 

Volume niaga gas selama kuartal III 2021 PGN tercatat sebesar 873  BBTUD.

JAKARTA  — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III 2021. Emiten berkode saham PGAS itu membukukan laba bersih 286 juta dolar AS atau setara Rp 4,07 triliun (dengan kurs Rp 14.243 per dolar AS) per September 2021.

“Laba bersih tersebut meroket 437 persen dibandingkan periode sama tahun lalu,” kata Direktur Utama PGN Muhammad Haryo Yunianto di Jakarta, Rabu (17/11).

Kinerja tersebut diperoleh dari pendapatan sebesar 2,25 miliar dolar AS atau Rp 32,04 triliun. Sementara, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation (EBITDA) pada periode yang sama mencapai 618 juta dolar AS atau Rp 8,8 triliun.

Dengan penguasaan pasar sebesar 92 persen pangsa pasar niaga gas di Tanah Air, PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Energi mengandalkan Subholding Gas Pertamina untuk membangun jaringan gas pipa tersebut.

Haryo mengatakan, PGN berusaha mengoptimalkan setiap peluang agar gas bumi dapat menjadi energi bagi pemulihan ekonomi Indonesia dengan layanan sesuai kebutuhan pasar, komitmen safety, reliable, dan terus beradaptasi dengan kondisi bisnis yang dinamis.

PGN memiliki sejumlah rencana strategis dalam mempertahankan kinerja perseroan. Subholding Gas Pertamina itu akan menerapkan stategi optimasi, perluasan layanan rumah tangga, diversifikasi bisnis, efisiensi operasional, optimalisasi arus kas, hingga transformasi. 

“Pengembangan bisnis ke depan yang sedang kita kaji ialah kita akan masuk sektor liquified natural gas (LNG), petrokimia, dan turunan gas. Ke depan, kami juga akan melakukan percepatan satu juta rumah tangga,” kata Haryo.

Haryo menyebutkan, PGN tetap berupaya mengoptimalkan setiap peluang agar operasional dan pelayanan dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional. Ia optimistis sejumlah rencana strategis dapat terealisasi mengingat mulai pulihnya kondisi pasar akibat melandainya pandemi Covid-19.

“Kami selalu mengoptimalkan penambahan pelanggan dan penetrasi pasar, perluasan layanan, diversifikasi bisnis untuk menopang keberlangsungan bisnis perusahaan,” ujar Haryo.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz mengatakan, dengan penguasaan pasar sebesar 92 persen pangsa pasar niaga gas Tanah Air, Pertamina mengandalkan PGN untuk membangun jaringan gas pipa tersebut. “Untuk mencapai target 2021, subholding gas memiliki tujuh kebijakan strategis sepanjang 2021,” kata Faris.

Faris meyakini, dengan tujuh kebijakan strategis, bisnis PGN dapat berjalan baik yang tecermin dari kinerja operasional dengan tren positif. Ia menyebutkan, PGN berhasil mencatatkan volume niaga gas selama periode Januari–September 2021 sebesar 873 billion british thermal unit per day (BBTUD).

Faris mengatakan, angka itu naik jika dibandingkan volume niaga gas kuartal III 2020 sebesar 812 BBTUD secara tahunan. Sementara itu, volume transmisi pada periode yang sama pada 2021 sebesar 1.238 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN Fadjar Harianto Widodo mengatakan, perusahaan juga mencetak volume upstream sebesar 6,46 juta barel oil ekuivalen (MMBOE) dalam bisnis lifting minyak dan gas bumi (migas) yang tumbuh dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 5,3 MMBOE. 

Hal ini karena adanya perbaikan kegiatan operasional dan keberhasilan aktivitas pengeboran dan eklsplorasi yang berdampak positif pada peningkatan volume lifting migas, terutama dari Blok Pangkah, Muriah, Ketapang, dan Muara Bakau. “Kenaikan pendapatan terutama dikontribusikan dari meningkatnya kontribusi dari bisnis segmen upstream,” kata Fadjar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Perusahaan Gas Negara Tbk (gas_negara)

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar menambahkan, PGN tengah menyelesaikan pembangunan pipa transportasi minyak Rokan untuk mengganti pipa-pipa tua yang sudah lama beroperasi di wilayah kerja rokan yang saat ini sudah dialihkan ke dalam Pertamina Hulu Rokan.

“Kami mendapatkan kesempatan membangun infrastruktur pembangunan pipa baru ini lewat anak usaha kami, Pertagas, yang telah memulai pembangunan jaringan pipa transmisi minyak sepanjang 367 km yang beroperasi dari Minas, Duri, Dumai. Semua ini dalam wilayah kerja Rokan,” kata Achmad.

Pembangunan pipa transportasi minyak Rokan senilai 300 juta dolar AS ditargetkan rampung pada awal tahun depan. Ia mengatakan, pipa Rokan nantinya mampu menyalurkan minyak hingga 260 ribu barel per hari. “Progres proyek ini sampai September 2021 sekitar 84 persen dan pada hari ini sudah mencapai 98,5 persen,” ujar Achmad.


×