Kobaran api terlihat di tangki kilang PT Pertamina Internasional Unit Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2021). | ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/wsj.

Nasional

15 Nov 2021, 03:45 WIB

Polri Selidiki Kebakaran Kilang Pertamina

Pertamina pastikan evaluasi dan investigasi internal terkait kebakaran di Cilacap.

CILACAP -- Polri menurunkan Tim Automatic Finger Print Identification System atau Inafis dan Puslabfor dalam melakukan penyelidikan terhadap kebakaran kilang 36 T-102 Pertamina Cilacap, Jawa Tengah. Kilang berisi komponen Pertalite itu ludes terbakar pada Sabtu (13/11) pukul 19.10 WIB hingga Ahad (14/11) pagi.

"Mabes Polri turunkan Tim Inafis dan Puslabfor di lapangan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Ahad (14/11).

Pihaknya juga memeriksa lima saksi terkait kejadian tersebut. Di antaranya satu saksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan empat dari eksternal Pertamina yang berada di lokasi kejadian.

Selain itu, polisi mengumpulkan data CCTV dan catatan dokumen lainnya. Sementara, olah tempat kejadian perkara (TKP) akan dilakukan setelah lokasi kebakaran telah dinyatakan aman.

Ramadhan mengatakan, Polri juga akan meminta keterangan para ahli terkait bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. "Kami juga mengamankan lokasi dengan radius aman untuk masyarakat serta mensterilisasi jalur-jalur utama," kata Ramadhan.

General Manager Kilang Cilacap Eko Sunarno mengatakan, kebakaran terjadi pukul 19.10 WIB pada tangki 36 T-102 berisi komponen produk Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter. Ketika terjadi kebakaran, kata dia, Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.

photo
Kobaran api terlihat di Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Ahad (14/11/2021) dini hari. Tangki 36 T 102 terbakar pada Sabtu (13/11/2021) pukul 19.10 WIB itu berisi komponen pertalite. - ( ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.)

Pemadaman api menggunakan foam monitor dengan kapasitas penuh, water sprinkel, dan truk pemadam agar api tak menyebar ke tangki-tangki lain. Sedangkan pemadaman secara offensive dengan mengerahkan sekitar 50 personel dari Tim Bantuan Keadaan Darurat (TBKD) dan 30 personel pemadam dari internal Pertamina.

"Perseroan juga melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan kondisi di lokasi sekitar area kejadian," kata Eko, Ahad (14/11).

Dalam setahun ini, Kilang Cilacap telah dua kali mengalami kebakaran. Sebelumnya, insiden kebakaran di kilang terjadi pada Jumat, 11 Juni 2021, pada jam yang hampir sama, yaitu 19.45 WIB. Saat itu, tangki T39 yang berisi benzena untuk produk dasar petrokimia hangus.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS, Amin Ak mendesak PT Pertamina segera mengevaluasi sistem keamanan kilang minyak. Amin mengatakan, berbagai spekukasi muncul karena peristiwa kebakaran seakan menunjukkan Pertamina tidak pernah belajar dari peristiwa serupa sebelumnya.

"Kilang minyak itu merupakan fasilitas vital dan strategis dan bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak, menjadi aneh karena dalam tahun ini saja sudah tiga kali terbakar,” kata Amin dalam keterangan tertulisnya, Ahad (14/11).

Menurut dia, sudah semestinya kilang minyak memiliki protokol pengoperasian, pemeliharaan, dan pengamanan yang ketat. Apalagi, Pertamina mengeklaim sudah memakai standar internasional.

"Harus dilakukan audit terhadap teknologi dan sistem keamanan kilang minyak Pertamina untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan standar pengamanan objek vital," ujarnya.

photo
Kobaran api disertai kepulan asap terlihat dari tangki 36 T 102 yang terbakar di Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Ahad (14/11/2021). Upaya pemadaman masih terus dilakukan dengan melakukan penyemprotan untuk mengisolir tangki yang terbakar agar api tidak merambat ke tangki yang lain. - (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.)

Amin mengatakan, Komisi VI DPR akan segera memanggil Direksi Pertamina untuk memberikan penjelasan. Hal tersebut untuk mencegah spekulasi, terutama tudingan adanya motif perburuan rente di tengah melonjaknya konsumsi BBM.

Apalagi, saat ini akan menghadapi Natal dan Tahun Baru. "Pertamina harus punya exit strategi guna mencegah kelangkaan pasokan BBM, tanpa merugikan masyarakat maupun membebani keuangan negara, “ kata dia.

Evaluasi

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memastikan Pertamina bakal mengevaluasi dan investigasi terkait kebakaran tersebut. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan agar insiden itu bisa dihindari di masa yang akan datang.

"Evaluasi dan investigasi ini sangat penting dan kita akan ambil lesson learned-nya (pengalaman) dari insiden Cilacap ini,” ungkapnya, dalam keterangan pers, Ahad (14/11).

Saat ini, lanjut Nicke, penanganan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran menjadi prioritas utama. Masyarakat di sekitar lokasi kilang yang terbakar sempat dialihkan ke lokasi yang lebih aman. Namun sebagian dari mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

Pertamina telah menyiapkan tim medis jika ada masyarakat yang mengeluhkan kesehatannya. Ia juga memastikan pasokan BBM dan juga Elpiji tidak terganggu dan fasilitas kilang Cilacap tetap akan dioperasikan secara normal. 


×