Seorang perempuan melintasi rel kereta di tengah buruknya kondisi udara di New Delhi, India, Jumat (12/11/2021). | REUTERS/Anushree Fadnavis

Internasional

15 Nov 2021, 03:45 WIB

New Delhi Liburkan Sekolah Akibat Udara Memburuk

Kualitas udara di New Delhi menduduki peringkat ibu kota paling tercemar di dunia.

NEW DELHI -- Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal mengumumkan pada Sabtu (13/11), sekolah-sekolah di New Delhi, India, akan ditutup selama seminggu. Sedangkan lokasi pembangunan ditutup selama empat hari.

"Selama sepekan mulai Senin dan seterusnya, sekolah akan ditutup secara fisik tetapi akan berlanjut secara virtual sehingga anak-anak tidak perlu menghirup udara yang tercemar... kegiatan konstruksi juga tidak diperbolehkan," kata Kejriwal.

Kejriwal menjelaskan, semua kantor pemerintah akan beralih bekerja dari rumah. Sementara kantor swasta akan disarankan untuk melakukan hal yang sama selama sepekan untuk mengurangi jumlah kendaraan berpolusi di jalan.

Menurut Kejriwal, pembicaraan tentang potensi penguncian total di ibu kota juga sedang berlangsung. Namun, keputusan apa pun hanya akan diambil setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat.

photo
Penampakan jalan Rajhpath di tengah buruknya kondisi udara di New Delhi, India, Jumat (12/11/2021). - (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Ketua pengadilan India sebelumnya telah meminta pemerintah pusat untuk membuat rencana darurat untuk mengatasi kabut asap yang berbahaya. Lembaga ini menyebut situasi tersebut sangat serius.

"Kami juga terpaksa memakai masker di rumah, situasinya sangat serius," kata hakim Mahkamah Agung (MA) India, N V Ramana.

MA sedang mendengarkan tuntutan yang diajukan oleh seorang siswa atas kualitas udara yang memburuk. Ramana mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan penguncian dua hari untuk melindungi warga. MA juga meminta pemerintah menginformasikan tentang langkah-langkah darurat untuk meningkatkan kualitas udara pada Senin (15/11).

Kualitas udara di Delhi, yang sering menduduki peringkat ibu kota paling tercemar di dunia, telah menurun. Kondisi ini disebabkan pembakaran tunggul tanaman, emisi dari transportasi, pembangkit listrik tenaga batu bara di luar kota dan industri lainnya, serta pembakaran sampah dan debu terbuka.

Menurut data dewan pengendalian polusi federal pada Sabtu, Indeks Kualitas Udara (AQI) di dalam dan sekitar kota telah memburuk menjadi 470-499 pada skala 500. Tingkat polusi itu berarti udara akan mempengaruhi orang yang sehat dan berdampak serius bagi mereka berpenyakit. 

Sumber : Reuters


×