Seorang pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (12/11/2021). Pemerintah daerah setempat menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLin | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Nasional

13 Nov 2021, 03:45 WIB

PeduliLindungi Identifikasi 18.394 Orang Positif

Lebih dari 9 juta akses ke tracing dan tracking PeduliLindungi terdaftar setiap hari.

JAKARTA – Aplikasi pelacak Covid-19 PeduliLindungi telah mengindentifikasi sebanyak 18.394 pengunjung positif Covid-19 dan kontak erat. Belasan ribu orang terdeteksi positif Covid-19 terhitung sejak 20 Oktober 2021 hingga 10 November 2021.

“Bayangkan ini tidak teridentifikasi dan orang-orang ini berkeliaran bebas dan bisa memberikan potensi penularan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dalam diskusi daring, Jumat (12/11).

Aplikasi yang sudah digunakan sebanyak 12.081.308 orang dengan lebih dari 60 juta pengguna terdaftar via mobile ini menjadi salah satu contoh sistem kesehatan dengan memanfaatkan teknologi digital. Dante mengatakan, hadirnya aplikasi ini sebuah loncatan besar dalam transformasi digital di masa pandemi Covid-19.

Saat ini, tercatat sebanyak 44.599 outlet menggunakannya dalam upaya melakukan penelusuran kasus. Data menunjukkan, lebih dari 9 juta akses ke tracing dan tracking aplikasi PeduliLindungi terdaftar setiap hari.

photo
Seorang pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (12/11/2021). Pemerintah daerah setempat menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada pengunjung dan pegawai di perkantoran sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Di sisi lain, digitalisasi dalam sistem kesehatan juga hadir untuk keperluan vaksinasi misalnya melalui hadirnya SMILE ketika daerah tertentu ingin melakukan akses permintaan vaksin dengan jumlah spesifik. Dante berharap dengan adanya regulasi dari pemerintah, data tersimpan dalam suatu cloud yang baik dan pendayagunaan yang maksimal maka Indonesia bisa mempunyai masa depan transformasi digital bidang kesehatan yang lebih baik.

Berbicara mengenai digitalisasi kesehatan, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Prof Aryati mengatakan, hal ini semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan cara aman dan nyaman. “Solusi digital di bidang pelayanan kesehatan menjadikan proses pelayanan lebih sederhana kontak fisik yang minimal mudah cepat tepat transparan dan terpercaya,” kata dia.

Dia mencontohkan, teknologi digital memudahkan masyarakat dapat memilih dan menentukan kapan harus mendatangi fasilitas kesehatan termasuk laboratorium, begitu juga saat mereka ingin melakukan konsultasi dengan dokter.

Menurut Aryati, transformasi digital merupakan kunci yang penting bagi manajemen dan keberhasilan fasilitas kesehatan saat ini dan di masa yang akan datang. Untuk menjawab berbagai tantangan sekaligus peluang maka diperlukan manajemen yang adaptif, dinamis dan memiliki fleksibilitas yang tinggi agar tantangan sekaligus peluang dapat dikelola.

Seiring terus menurunnya jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air, pemerintah daerah terus mencoba melonggarkan aktivitas masyarakat secara bertahap. Pemkot Bandung sudah memperbolehkan masyarakat berkunjung ke 29 taman salah satunya Taman Alun-Alun saat penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Namun, pemkot mengganti salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu penggunaan aplikasi PeduliLindungi dengan barcode berisi google form.

“Jadi bukan aplikasi PeduliLindungi tetapi hanya barcode saja ditempel karena untuk aplikasi PeduliLindungi harus ke kementerian lagi pula barcode taman saja,” kata Kepala Seksi Pengembangan Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Dwi Priyono.

photo
Seorang ASN Pemerintah Kota Mataram memindai QR Code dengan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki kantor Walikota Mataram di Mataram, NTB, Selasa (2/11/2021). Program digital tracing Covid-19 PeduliLindungi di kawasan perkantoran mulai diterapkan oleh Pemerintah Kota Mataram guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi ASN yang beraktivitas serta pengunjung yang datang saat masa pandemi Covid-19. - (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.)

Pantauan di lapangan Jumat (12/11) siang, akses masuk ke Taman Alun-Alun terhalangi oleh pagar-pagar pembatas sehingga terdapat pengunjung yang masuk melalui sela-sela pembatas. Tidak terdapat pula petugas yang berjaga. Di dalam area taman terdapat belasan pengunjung yang sedang bermain atau pun beristirahat. Terlihat sebagian pengunjung masuk melalui halaman masjid Agung Raya Bandung.

Saat awal penerapan PPKM Level 2, ia mengaku sempat kesulitan mengurus penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Namun pihaknya saat ini lebih memilih untuk memakai barcode yang dibuat. Saat ditanya lebih jauh alasannya tidak menggunakan PeduliLindungi, Dwi tidak menjawab.

“Sekarang udah kitanya aja dipermudah,” katanya. Meski memakai barcode, pihaknya mengeklaim masyarakat sudah memahami bahwa untuk datang ke taman harus menunjukkan bukti vaksin dan lainnya.

Keramaian di Akhir Pekan Jadi Kewaspadaan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Jawa Barat, mengantisipasi potensi keramaian masyarakat pada akhir pekan di pusat kota saat pandemi Covid-19. Keramaian di akhir pekan ini menjadi kewaspadaan karena berpotensi menimbulkan kerumunan yang signifikan.

“Sudah kita antisipasi dari Satpol PP melibatkan personel yang ada sekarang penuh karena antisipasi lonjakan weekend,” ujar Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, Jumat (12/11).

photo
Petugas gabungan memberikan sanksi sosial berupa berjalan jongkok kepada warga yang melanggar saat operasi protokol kesehatan di Denpasar, Bali, Kamis (21/10/2021). Kegiatan tersebut tetap digelar pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 untuk mengingatkan masyarakat agar taat protokol kesehatan khususnya penggunaan masker dengan benar sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.)

Untuk menunjang pengawasan, pihaknya telah memiliki tiga unit kendaraan bus yang terdiri dari dua bus digunakan untuk penyuluhan dan sosialisasi di masa pandemi Covid-19. Sedangkan satu bus untuk kegiatan penindakan tindak pidana ringan (tipiring) on the spot.

Dia mengatakan, sosialisasi tentang protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 akan dilaksanakan di 30 kecamatan di Kota Bandung secara terjadwal. Keberadaan bus-bus tersebut memudahkan petugas untuk bekerja melakukan pengawasan.

“Ya memang sekarang tipiring lebih efektif efisien, kalau gelar sidak mendapatkan pelanggar kita mintai KTP, bisa nunggu lama satu minggu jadwal pengadilan. Tapi sekarang hari ini pelanggar melanggar langsung diberikan sanksi on the spot," katanya.

Rasdian mengatakan, pada bus yang digunakan untuk kegiatan tipiring akan diisi oleh petugas dari Satpol PP, polrestabes, kejaksaan dan hakim. Diharapkan keberadaannya mampu mempercepat kegiatan penindakan.

Ia akan terus melakukan pengawasan dan menindak masyarakat atau perorangan yang melanggar protokol kesehatan. Pihaknya sejauh ini banyak memberikan teguran kepada para pelanggar protokol kesehatan.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, berharap keberadaan ketiga bus yang didanai dari Dana Insentif Daerah (DID) ini dapat meningkatkan kinerja Satpol PP dalam melakukan penegakan disiplin terkait protokol kesehatan. “Saya berharap dengan tiga mobil ini menjadi sarana bagi Satpol PP Kota Bandung untuk pelaksanaan penegakan disiplin,” kata dia.

Sumber : Antara


×