Warga menyeberang di zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (2/11/). Pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 untuk Provinsi DKI Jakarta hingga 15 November 2021 mendatang. | Prayogi/Republika.

Nasional

13 Nov 2021, 03:45 WIB

Top 50 Kota, Wagub DKI: Tetap Waspada!

Peringkat DKI di posisi ke-47, merupakan anggapan sukses penanganan Covid-19 di dunia.

JAKARTA -- Jakarta masuk dalam top 50 kota dengan respons penanganan Covid-19 terbaik versi lembaga analitik asal London, Inggris, Deep Knowledge Analytics (DKA). Peringkat DKI di posisi ke-47, di atas Ankara, Turki, merupakan anggapan sukses penanganan Covid-19 di dunia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku, bersyukur dengan pencapaian tersebut. “Tentu kita boleh euforia, tapi jangan kendor dan lupa. Tetap waspada, apalagi kita sedang menghadapi akhir dan awal tahun yang berpotensi ada peningkatan (kasus)” kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (11/11).

Prestasi tersebut diakuinya merupakan kerja sama dari banyak pihak. Khususnya, dari TNI-Polri, Ormas, hingga para tokoh agama. “Kami bersyukur, ini adalah wujud nyata Jakarta sebagai kota kolaborasi. Dan berhasil bisa mengurangi Covid-19 dengan baik,” tuturnya.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pandemi Covid-19 memang membawa banyak tantangan di seluruh dunia. Walaupun, diakui dia, yang paling terpengaruh adalah sistem kesehatan dunia dan dampak ekonomi, khususnya pada kemampuan fiskal.

“Namun, pandemi juga membawa berbagai kesempatan,” kata Anies saat menjadi pembicara di Jakarta Investment Forum, beberapa waktu lalu.

Anies mengatakan, kesempatan tersebut juga menjadi pendorong untuk terus berinovasi mengembangkan dan mempercepat pengembangan kota.

Secara khusus, melalui Jakarta investment center, DKI diklaimnya akan menyediakan one stop service. Sehingga, pengalaman dalam berinvestasi di Jakarta akan bebas dari kerumitan.

“Kami mengupayakan percepatan dan relaksasi regulasi untuk memberi anda kesempatan bergerak lebih leluasa. Kami berkomitmen dalam menyediakan kesempatan yang setara terhadap semua investor,” ucap Anies.

Dia memerinci, dengan adanya regulasi PPKM di Jakarta yang kini terus menurun, menjadi indikasi baik yang diklaim Anies. Terlebih, hingga Rabu (9/11) lalu, vaksinasi di DKI juga diklaimnya hampir mencapai 11 juta orang. “Dan lebih dari setengah angka tersebut sudah menerima dosis kedua,” lanjut dia.

Dengan banyaknya capaian dan respons DKI dalam penanganan Covid-19 tersebut, tak aneh jika Jakarta disebutnya masuk ke dalam top 50 kota dengan respons pengendalian Covid-19 terbaik di dunia. “Pada kuartal kedua 2021, pertumbuhan ekonomi Jakarta juga meningkat 10,9 persen, perbandingan tahun ke tahun (yoy)” kata Anies.

Bahkan, total investasi di DKI juga disebutnya meningkat 7,2 persen pada kuartal ketiga 2021 jika ditilik Yoy. Dia menambahkan, angka itu menjadi bukti jika ada pemulihan ekonomi lokal yang menunjukkan jika DKI memiliki kesempatan yang lebih luas. 


×