Nasabah melintas di Hall Bank BTN Cabang Harmoni, Jakarta, beberapa waktu lalu. Solusi kemudahan BTN diharapkan membuat kaum milenial tidak menunda untuk membeli rumah. | Republika

Ekonomi

01 Nov 2021, 09:03 WIB

BTN Siapkan Bunga KPR Rendah

Solusi kemudahan BTN diharapkan membuat kaum milenial tidak menunda untuk membeli rumah.

JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memprediksi prospek industri properti makin cerah seiring pemulihan ekonomi di dalam negeri dan masih tingginya kebutuhan masyarakat memiliki rumah di kalangan milenial. Bank pelat merah itu terus menyasar kaum milenial di sektor KPR.

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, demi menyasar pasar milenial yang potensial, pihaknya meluncurkan fitur graduated payment mortgage (GPM) dalam produk kredit pemilikan rumah (KPR) BTN Gaess for Millennial. Ia menyebutkan, fitur GPM di antaranya suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang sebesar 4,75 persen selama dua tahun pertama pinjaman.

Kemudian bunga naik satu persen setiap tahun selama tiga tahun pertama sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit. Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.

“Kebutuhan pemilikan rumah yang tinggi membuat perseroan mencari solusi yang tidak memberatkan bagi kalangan milenial, terutama dari sisi angsuran setiap bulannya. Dengan suku bunga KPR yang rendah dan angsuran terjangkau, diyakini akan menggairahkan sektor perumahan di Tanah Air,” kata Nixon di Jakarta, Ahad (31/10).

Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 99 orang di Jakarta berusia di antara 25 sampai 30 tahun, menikah dan menjadi orang tua merupakan dua alasan utama yang mendorong orang dewasa muda untuk memiliki rumah. Bahkan, membeli rumah diyakini sebagai bukti pencapaian kesuksesan dalam berkarier.

Menurut Nixon, berbagai solusi kemudahan yang ditawarkan BTN diharapkan membuat kaum milenial tidak menunda untuk membeli rumah. Jika kaum milenial antusias memiliki rumah, Nixon melanjutkan, akan mendorong sektor perumahan, khususnya KPR nonsubsidi, kembali menggeliat.

"Kami optimistis prospek industri properti akan semakin cerah seiring kebutuhan milenial memiliki rumah yang tinggi. BTN sudah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk memenuhi kebutuhan rumah yang tinggi. Kami targetkan tahun depan bisa melakukan pembiayaan rumah sekitar 250 ribu hingga 300 ribu unit," ujar Nixon.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Tabungan Negara (bankbtn)

Nixon mengatakan, kebutuhan rumah yang tinggi saat ini akan menjadi sentimen positif bagi BTN untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada para nasabah. Menurut dia, kebutuhan pemilikan rumah yang tinggi harus diimbangi oleh kecepatan dan kemudahan pelayanan bagi para debitur dan calon debitur.

Sementara, Directors Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengungkapkan, prospek sektor perumahan tahun depan masih sangat bagus. Pasalnya, selain angka backlog yang tinggi, pertumbuhan rumah tangga baru atau keluarga baru juga masih positif.

“Saat ini, investasi sektor perumahan bagi keluarga yang baru menikah menjadi waktu yang tepat setelah hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda Tanah Air dan dunia. Pertimbangan investasi sektor ini, antara lain, karena banyaknya aset properti yang dijual di bawah harga pasar, bahkan masih ada yang memberikan diskon,” kata Anton.

Anton mengatakan, penurunan angka kasus Covid-19 dan sentimen ekonomi bisnis membaik menjadi momentum positif yang akan mendorong pertumbuhan bisnis properti. Ia menilai, bagi keluarga baru ataupun generasi milenial, terutama pembeli rumah pertama, menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi properti dengan tingkat suku bunga KPR yang di bawah 10 persen.

“Siklus bergerak naik, inilah yang diharapkan akan menjadi gain dari investasi properti. Momennya masih ada, masih terbuka. Sekarang waktu tepat cari peluang investasi properti," ujar Anton.

Ketua Umum Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida memperkirakan industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada 2022. Saat ini, pangsa pasar sebesar 70 persen milenial karena generasi ini mempunyai pendapatan yang lebih stabil.

Paulus menyebutkan, potensi generasi milenial untuk membeli properti relatif besar. Kemampuan kelompok ini memenuhi gaya hidupnya selama ini karena ditopang penghasilan yang cukup memadai.

“Apabila penghasilan milenial itu digabung dengan pasangannya, tentu daya beli mereka akan jauh lebih besar lagi. Jadi, mestinya generasi milenial mampu mencicil rumah Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per bulan,” kata Paulus.

Ke depan, pihaknya optimistis industri properti tumbuh dengan sentimen positif, seperti suksesnya program vaksinasi Covid-19 yang akan memicu pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang. Paulus mengatakan, kebijakan insentif pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) rumah baru diberlakukan pada Maret lalu, total penjualan properti telah menembus sekitar Rp 200 triliun hingga Juni 2021.

REI menargetkan penjualan properti mencapai Rp 500 triliun hingga akhir 2021 seiring perpanjangan kebijakan PPN ditanggung pemerintah (DTP), jika tidak ada gelombang ketiga kasus penularan Covid-19.


×