Ilustrasi bus Transjakarta. Belum lama ini Bus Transjakarta mengalami kecelakaan di Jakarta. | Republika/Putra M. Akbar
27 Oct 2021, 11:08 WIB

Polda Metro: Pengemudi Transjakarta Bebas Narkoba

Polda Metro merevisi jumlah korban tewas dari tiga menjadi dua orang.

JAKARTA -- Penyidik Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan sopir bus Transjakarta berinisial J, bebas dari pengaruh alkohol dan narkoba. J adalah pengemudi bus yang menabrak armada Transjakarta lain dari belakang di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (25/10).

"Dari hasil visum sementara tidak ditemukan zat adiktif atau psikotropika," ujar Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (26/10).

Polisi masih berusaha menghubungi keluarga J, yang diketahui berdomisili di Cianjur, Jawa Barat, untuk meminta izin autopsi jenazah. J termasuk satu dari tiga korban tewas akibat bus Transjakarta di belakang menyeduruk armada di depannya.

"Kami masih tunggu pihak keluarga untuk beri izin sehingga bisa buat terang dari terjadinya kecelakaan ini," ucap Argo.

Sebanyak 33 orang dilaporkan menjadi korban dalam tabrakan antara dua bus Transjakarta tersebut. Sebagian besar korban dirawat di umah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, dan lima orang ditempatkan di RS Polri Kramat Jati.

Argo menuturkan, sebanyak lima penumpang menderita luka berat dan 26 orang lainnya mengalami luka ringan. Sebanyak sembilan orang sudah dibolehkan pulang dari R, sedangkan 17 lainnya masih menjalani perawatan.

Dia juga mengklarifikasi jika korban tewas terkait kecelakaan, hanya dua orang, bukan tiga seperti yang disampaikan sebelumnya. "Dari 33 korban, dua orang meninggal dunia di tempat. Sopir J dan satu penumpang yang duduk di depan," ujar Argo.

Direktur Operasional PT Transjakarta, Prasetia Budi, menjelaskan, pihaknya langsung melakukan evaluasi mendalam menyikapi insiden tabrakan bus di Cawang. Evaluasi selain untuk manajemen PT Transjakarta, juga ditujukan kepada Bianglala Metropolitan (BMP), selaku mitra dan operator dua bus Transjakarta itu.

Menurut dia, sesuai arahan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan, langkah itu dilakukan agar tidak terjadi lagi kasus kecelakaan yang melibatkan transportasi publik. Budi berjanji, bakal memperketat kegiatan evaluasi dan pembinaan kepada operator bus.

Dia mencatat, perlunya pembekalan bagi operator dan pengemudi ketika sedang melayani penumpang. Tujuannya agar tidak ada sopir yang ugal-ugalan ketika mengemudikan bus. "Kami berharap, para operator bisa menerapkan apa yang sudah didapatkan dalam setiap arahan dengan baik dan semaksimal mungkin saat berada di lapangan," ujar Budi.

Dia menyatakan, PT Transjakarta masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan pihak berwajib. Jika ada proses hukum, Budi menegaskan, siap mengikuti segala proses untuk membantu penyelidikan penyebab kecelakaan bus.

Komisi B DPRD DKI Jakarta merespons cepat insiden kecelakaan dengan menjadwalkan memanggil manajemen PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI pada Rabu (27/10). Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz, menerangkan, pemanggilan tersebut terkait kepentingan klarifikasi pemicu kecelakaan yang melibatkan sesama bus Transjakarta.

"Pertama mungkin kronologis kejadian seperti apa. Kemudian, faktor yang menyebabkan kejadian apakah ini human error atau memang perawatan kendaraan yang kurang baik," kata Aziz.

Dia mengatakan, bisa saja kecelakaan terjadi karena faktor jalur khusus bus yang kurang baik. Oleh sebab itu, Azis ingin mendapat penjelasan langsung dari stakeholder supaya masalah itu bisa ditangani secara tuntas. "Sopirnya, atau ada tanda-tanda lalu lintas yang tidak sesuai, atau kondisi jalan yang tidak layak, bisa juga remnya blong karena perawatan rutin yang tidak berjalan," jelas politikus PKS tersebut.

Aziz juga menyinggung penanganan korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Dia bakal menanyakan kepada PT Transjakarta tentang asuransi atau pembiayaan lainnya sebagai kompensasi kepada korban yang dirawat dan meninggal. "Kemudian mitigasi apa yang akan mereka lakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depan," kata Azis.

Ditanggung

Gubernur Anies Rasyid Baswedan mengunjungi penumpang bus Transjakarta yang menjadi korban kecelakaan di RSUD Budhi Asih, Senin malam WIB. Anies pun menjamin korban kecelakaan bus mendapat biaya ganti akibat tidak bisa bekerja karena harus dirawat di RS.

"Bahkan, bila mereka memiliki pendapatan harian yang terganggu, nanti akan diberikan penggantinya oleh Transjakarta," katanya.

Anies pun meminta seluruh penumpang yang menjadi korban tidak perlu khawatir terkait biaya perawatan RS dan tanggungan harian. PT Transjakarta selaku badan usaha milik daerah (BUMD) DKI, sambung dia, siap menjamin seluruh biaya perawatan para korban sampai mereka pulih.

Anies juga memercayakan tim medis RSUD Budhi Asih dalam menangani para korban, termasuk ada di antaranya yang harus dioperasi pada Selasa.

Sumber : Antara


×