Warga menyaksikan siaran televisi di Stasiun Kereta Seoul yang menampilkan peluncuran misil Korea Utara, Selasa (8/9/2021. | AP/Ahn Young-joon
25 Oct 2021, 03:45 WIB

Utusan AS Desak Korut Akhiri Provokasi

Utusan AS menyayangkan, seharusnya Korut terlibat pembicaraan, bukan justru melakukan provokasi.

SEOUL -- Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Korea Utara (Korut) Sung Kim mendesak Korut mengakhiri segala provokasi yang selama ini dilakukan. Dalam hal ini dia menyinggung soal uji coba rudal balistik Korut yang mengkhawatirkan dan kontraproduktif dalam upaya mengurangi ketegangan.

Dia juga menyayangkan, seharusnya Korut terlibat dalam pembicaraan, bukan justru melakukan provokasi. Berbicara kepada wartawan setelah bertemu dengan mitranya di Seoul, Kim mengatakan, AS berkomitmen untuk mengeksplorasi diplomasi yang berkelanjutan dan substantif dengan Korut.

"Tujuan kami tetap denuklirisasi lengkap di semennanjung Korea," ujar Kim seperti dikutip laman Channel News Asia, Ahad (24/10). "Itulah mengapa uji coba rudal balistik Pyongyang baru-baru ini, salah satu dari beberapa uji coba dalam enam minggu terakhir, mengkhawatirkan dan kontraproduktif untuk membuat kemajuan menuju perdamaian abadi di semenanjung Korea," ujarnya menambahkan.

photo
Foto yang dilansir pemerntah Korea Utara menunjukkan percobaan misil jarak jauh dari lokasi rahasia pada Senin (13/9/2021).

Sejauh ini Pyongyang telah menolak tawaran AS. Negara pimpinan Kim Jong-un tersebut justru menuduh AS dan Korea Selatan membicarakan diplomasi sambil meningkatkan ketegangan dengan kegiatan militer mereka sendiri.

Terkait

Pada Kamis pekan lalu, Korut mengatakan AS bereaksi berlebihan terhadap uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam. Korut berargumen, uji coba yang ia lakukan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri.

Korut juga mempertanyakan ketulusan tawaran pembicaraan AS sampai memperingatkan konsekuensinya. Kendati demikian, menurut Kim, peluncuran rudal tersebut juga melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan telah menimbulkan ancaman bagi tetangga Korut dan masyarakat internasional. "Kami menyerukan kepada Korut untuk menghentikan provokasi dan kegiatan destabilisasi lainnya dan terlibat dalam dialog," katanya.

"Kami tetap siap untuk bertemu dengan Korut tanpa prasyarat dan telah menjelaskan bahwa AS tidak memiliki niat bermusuhan," tegas Kim.

Senada, utusan nuklir Korea Selatan Noh Kyu-duk menyampaikan, pembicaraannya dengan Sung Kim mencakup diskusi serius tentang proposal Seoul untuk secara resmi menyatakan diakhirinya keadaan perang yang secara teknis telah ada sejak 1950 hingga 1953. Sejak itu, Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata bukan perjanjian damai.

Menurutnya, pejabat Korea Selatan juga melihat deklarasi seperti itu sebagai isyarat niat baik untuk memulai pembicaraan. Kim mengatakan, Washington sedang mendiskusikan cara untuk membuat kemajuan dengan Korut. Termasuk, menyampaikan proposal akhir perang Korea Selatan dan kemungkinan proyek bantuan kemanusiaan.


×