Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
24 Oct 2021, 07:40 WIB

Tiga Opsi Nabi Sulaiman

Ketiga opsi di atas menunjukkan kebijakan Nabi Sulaiman dalam memimpin.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

 

Nabi Sulaiman as adalah seorang pemimpin yang agung. Kekuasaannya tidak tertandingi, baik di zaman sebelum maupun sesudahnya. Ini buah doanya yang dipanjatkan “Rabbighfir lii wa hablii mulkan laa yanbaghi li ahadin min ba’dii (Ya Allah beri aku ampunan dan kerajaan yang tidak akan bisa dimiliki oleh seorang pun sesudahku)’’. (QS Sad: 35) 

Dalam surah an- Naml digambarkan secara dramatis bagaimana Nabi Sulaiman menjalankan roda kepemimpinannya. Diakui bahwa Nabi Sulaiman menguasai semua bahasa, tak terkecuali bahasa burung  “ullimna mathiqatht thairi”. Ini menunjukkan betapa penguasaan bahasa bagi seorang pemimpin sangatlah penting sehingga tampil komunikatif dan tidak mudah ditipu.

Terkait

Kelebihan yang dimilikinya telah membuat Nabi Sulaiman penuh wibawa dan dikagumi. Tidak saja kelebihan bahasa, tetapi juga keagungan yang sangat menggetarkan dan membuat patuh makhluk-makhluk yang dipimpinnya seperti jin, burung-burung dan bahkan semut. Nabi Sulaiman mengakuinyas endiri: “Wa uutina min kulli syaiin (Kami memiliki apa saja)".

Tetapi semua itu tidak menjadikannya sombong. Nabi Sulaiman as berkata: “Inna haadzaa lahuwal fadhlul mubiin (Ini adalah karunia yang nyata dari Allah SWT)". (QS An Naml: 16).

Suatu hari ketika Nabi Sulaiman dan pasukannya melewati lembah semut. Ia mendengar komando pimpinan semut kepada teman-temannya agar segera memasuki rumah-rumah mereka. Alasannya mereka khawatir terinjak oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya tanpa mereka merasakannya.

Nabi Sulaiman tersenyum melihat kejadian itu, lalu memohon kepada Allah agar dimudahkan untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah didapatkannya, dan didapatkan kedua orang tuanya, juga selalu beramal baik dan dimasukkan kepada golongan hamba-hamba-Nya yang saleh. (QS an-Naml: 19).

Salah satu kekuatan kepemimpinan Nabi Sulaiman, adalah kontrolnya yang ketat terhadap semua pasukannya dan ketegasan dalam memberikan hukuman bagi yang melanggar. Siapapun dan apapun yang tidak hadir dalam pertemuannya akan terpantau.

Hari itu burung Hud-hud tiba-tiba tidak hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya. Nabi Sulaiman seketika berkata: “Lau’adzdzibannhu adzaaban syadidan, aw la adzbahannahu aw laya’tiyanni bisulthaanin mubiin (Aku akan azab burung Hud-hud tersebut, atau aku akan sembelih atau ia datang membawa alasan yang jelas)". (QS an-Naml: 21).

Ketiga opsi di atas menunjukkan kebijakan Nabi Sulaiman dalam memimpin. Karena ia tidak langsung main azab atau main sembelih bagi yang melanggar, melainkan masih memberikan opsi ketiga yaitu adanya alasan yang benar. Hud-hud datang membawa alasan yang tidak terbantahkan.

Dari alasan yang dibawa Hud-hud itulah kelak Nabi Sulaiman berhasil membuka sebuah kerajaan besar yang dipimpin seorang perempuan bernama Bilqis.


×