Sejumlah model memakai busana karya desainer nasional pada gelaran Muslim Fashion Festival 2020 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Untuk pertama kalinya produk halal dipamerkan di Trade Expo Indonesia 2021. | Republika/Thoudy Badai
22 Oct 2021, 03:45 WIB

Jokowi: 2024, RI Pusat Industri Halal

Untuk pertama kalinya produk halal dipamerkan di Trade Expo Indonesia 2021.

JAKARTA — Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia sekaligus kiblat industri fashion Muslim dunia pada 2024. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat industri halal dunia.

“Indonesia berpotensi sebagai pusat industri halal dunia sekaligus kiblat industri fashion dunia. Saya target tujuan tersebut dapat tercapai pada 2024, apalagi pasar produk halal dunia sangat besar,” kata Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021, Kamis (21/10).

Berdasarkan laporan State of Global Islamic tahun 2020-2021, warga Muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari 2 triliun dolar AS di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fashion, serta rekreasi. “Tentunya ini merupakan peluang yang harus kita manfaatkan,” ujar Jokowi menambahkan.

Pada acara Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 ini juga turut dihadirkan forum halal dan festival fashion Muslim. Presiden pun memberikan apresiasinya karena penyelenggaraan ekspo ini dapat meningkatkan pasar halal Indonesia di dunia.

Terkait

Dalam kesempatan ini, Presiden juga berharap para pelaku usaha dan eksportir Indonesia membantu mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Mari kita bersama-sama berkontribusi pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” kata Jokowi.

Jokowi juga mendorong agar kerja sama dan perdagangan global segera diaktifkan setelah pandemi Covid-19 mulai melandai di Indonesia. Pada tahun ini, nilai ekspor Indonesia tercatat telah mencapai puncaknya, yakni 142,01 miliar dolar AS dan tumbuh 37,7 persen year on year.

Kendati demikian, ia meminta agar daya saing terus ditingkatkan karena Indonesia memiliki peluang tumbuh yang lebih tinggi. Tak hanya itu, potensi pasar ekspor Indonesia pun masih terbuka lebar.

“Karena potensi pasar ekspor masih terbuka lebar, mitra dagang kita juga mulai pulih. Dan kuartal kedua 2021 Tiongkok tumbuh 7,9 persen yoy, Amerika Serikat tumbuh 12,2 persen, Jepang tumbuh 7,6 persen, dan India bahkan tumbuh 20,1 persen,” ujar Jokowi.

Trade Expo Indonesia 2021 resmi dibuka Kementerian Perdagangan pada Kamis (21/10). Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, TEI 2021 yang digelar secara virtual akan mempromosikan produk halal unggulan dari Indonesia agar lebih dikenal secara global.

"Untuk pertama kalinya kami akan promosikan produk halal, terutama produk fashion," kata Lutfi dalam pembukaan TEI 2021, Kamis (21/10).

photo
Perajin UMKM produk makanan abon ikan (kanan) menjelaskan proses produksi yang bersih dan halal pada petugas dari Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh di Banda Aceh, Aceh, Kamis (14/10/2021). Pemerintah telah menargetkan tiga sektor prioritas sebagai fokus industri halal yakni makanan dan minuman, fashion serta farmasi dan kosmetik sebagai upaya membangkitkan kembali sektor perindustrian dan UMKM yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. - (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

Bersamaan dengan diselenggarakannya TEI 2021, pemerintah juga akan meluncurkan Jakarta Muslim Fashion Week. Acara ini menjadi salah satu upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat model industri fashion Muslim pada masa mendatang.

Fokus pemerintah terhadap industri halal, khususnya fashion, bukan tanpa sebab. Belanja terhadap produk halal dunia saat ini terus mengalami peningkatan.

Tercatat, warga Muslim dunia membelanjakan uangnya lebih dari 2 triliun dolar AS untuk produk fashion, makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik, serta pariwisata. "Ini adalah peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik," ujar Lutfi.

Adapun, kinerja ekspor Indonesia untuk produk halal mencatatkan nilai yang cukup tinggi di level global. Lutfi menyampaikan, nilai ekspor produk halal Indonsia mencapai 6 miliar dolar AS per tahun atau peringkat ke-21 di dunia. Khusus untuk ekspor produk fashion Muslim mencatatkan nilai rata-rata 4,1 miliar dolar AS atau peringkat ke-13 terbesar di dunia.

"TEI 2021 disambut antusiasme yang tinggi dari para eksportir dengan 834 stan pelaku usaha. Ini meningkat dari tahun lalu sebanyak 690 stan pelaku usaha," kata dia.

Kemendag pun menargetkan nilai transaksi dalam TEI 2021 bisa mencatatkan nilai total 1,5 miliar dolar AS. Target itu naik dari realisasi tahun lalu yang sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Hingga TEI-DE diluncurkan, tercatat lebih dari 2.900 calon pembeli dari 105 negara telah mendaftar secara daring dan angka tersebut diyakini akan terus naik seiring dengan terselenggaranya pameran tersebut.

"Perhelatan TEI yang diselenggarakan secara digital sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemi dan untuk tetap mempromosikan produk-produk Indonesia ke pasar global," ujar Mendag.

Menurut dia, tema yang diusung pada TEI tahun ini adalah "Reviving Global Trade", yang diangkat sebagai bagian dari upaya dan strategi Indonesia untuk menghidupkan kembali perdagangan global. Selain itu, sebagai terobosan baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk mempromosikan produk-produknya ke tingkat dunia.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Indonesia seharusnya bukan cuma sebagai konsumen halal terbesar, melainkan juga sudah menjadi pusat produsen halal dunia.

“Dalam beberapa tahun ke depan, Kemenperin akan makin intensif dan proaktif dalam mendukung pemberdayaan industri halal nasional yang diwujudkan dalam beberapa program utama,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (20/10).

Ia melanjutkan, beberapa program tersebut, di antaranya pembinaan sumber daya manusia (SDM) industri, meliputi penyelia halal, auditor halal, dan SDM industri halal. Kemudian, kata dia, pembinaan proses produksi, termasuk jaringan informasi bahan baku dalam rantai pasok, peningkatan kualitas bahan baku, bantuan ketersediaan bahan baku, bimbingan produksi sesuai ketentuan halal, dan verifikasi bahan baku.

Lalu, fasilitasi pembangunan infrastruktur industri halal, seperti Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Lembaga Sertifikat Kompetensi Profesi SDM Halal, Laboratorium Uji Halal, dan pengembangan kawasan industri halal. "Berikutnya, publikasi dan promosi untuk mencari dan membuka peluang pasar domestik maupun luar negeri. Baik melalui kegiatan promosi, pelaksanaan business matching, maupun kerja sama dalam negeri dan internasional,” kata Menperin.

Selain menggiatkan beragam program tersebut, Kemenperin pun bakal menggelar Indonesia Halal Industry Awards 2021 (IHIA) dalam waktu dekat. 


×