Kaum Muslim mengikuti doa bersama saat acara Tolak Bala Berkah Mulud di Kampung Sayar, Serang, Banten, Kamis (29/10/2020). | ASEP FATHULRAHMAN/ANTARA FOTO
18 Oct 2021, 11:17 WIB

Benar-Benar Meneladani Nabi

Alangkah besar dampak dari teladan Nabi soal murah hati ini jika benar-benar dijalankan umatnya.

Nabi Muhammad SAW diutus untuk mengemban dakwah. Nabi menyampaikan kebenaran Islam dan meninggalkan jejak teladan akhlak mulia bagi umatnya. Kejujuran melekat pada dirinya, juga sikap amanah, serta murah hati.

Setiap tahun, hari kelahirannya meriah diperingati umatnya. Mungkin tahun ini, di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, akan sedikit berbeda. Bisa jadi perayaan hari lahir Nabi dilaksanakan dengan kapasitas jamaah terbatas atau dilakukan secara daring.

Namun, dengan kondisi apapun perayaan hari lahir Nabi dilakukan, hal terpenting yang harus terus kita ingatkan pada diri sendiri sebagai umatnya adalah sejauh mana saat ini, ajaran dan perilaku mulianya diikuti, diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Soal murah hati, misalnya. Rasulullah mendorong umatnya membantu orang kesusahan termasuk dengan hartanya. Bisa dengan artian sedekah, infak, atau mengeluarkan harta yang memang wajib dikeluarkan melalui mekanisme zakat. Cara lainnya dengan wakaf.

Terkait

Banyak yang bakal terbantu dengan kemurahan hati umat Nabi Muhammad. Mereka yang dalam kondisi dhuafa bakal tertolong dengan kemurahan hati saudaranya yang Muslim. Bisa dilakukan secara individu dan kini dianjurkan pula melalui lembaga resmi.

Yakni pemberian zakat, infak, sedekah, maupun wakaf (ziswaf) melalui badan amil zakat maupun lembaga amil zakat. Tentu akan lebih terorganisasi jika umat Islam menunaikan ziswaf melalui badan maupun lembaga amil zakat.

Dana yang terhimpun diwujudkan dalam beragam program yang menjangkau luas dhuafa. Mereka diberdayakan melalui kegiatan produktif dengan dana ziswaf yang terhimpun dari umat yang pada akhirnya bisa mengentaskannya dari kemiskinan.

 
Dana yang terhimpun diwujudkan dalam beragam program yang menjangkau luas dhuafa.
 
 

Kelak, mereka berubah status dari dhuafa, mustahik menjadi muzaki. Artinya, semula mereka mendapatkan dana ziswaf kemudian menjelma sebagai orang-orang yang mampu secara finansial dan pada gilirannya mengeluarkan ziswaf untuk membantu dhuafa.

Alangkah besar dampak dari teladan Nabi soal murah hati ini jika benar-benar dijalankan umatnya. Meski kita melihat saat ini, khususnya di Indonesia, hitungan potensi zakat dan wakaf yang begitu besar belum terealisasi. Potensi belum mewujud aktual.

Tentu dengan literasi soal ziswaf yang konsisten, lambat laun potensi itu menjadi kenyataan. Dengan demikian, umat tak lagi dirundung kemiskinan dan hidup merana. Tak ada lagi ketimpangan yang begitu jomplang.

Wakaf juga digerakkan untuk mendirikan rumah sakit, pasar, sekolah, bahkan universitas gratis. Anak-anak dhuafa yang berotak brilian bisa menikmati pendidikan bermutu secara gratis. Ini mengurangi bahkan menihilkan putus sekolah di kalangan dhuafa.

 
Pada maulid tahun ini, kita bisa meneguhkan dalam hati masing-masing, untuk tak lagi fokus pada seremoninya tetapi bertekad meneladani.
 
 

Maka, pada maulid tahun ini, kita bisa meneguhkan dalam hati masing-masing, untuk tak lagi fokus pada seremoninya tetapi bertekad meneladani sikap mulai Nabi dan menjalankan nilai Islam yang disampaikan melalui Nabi.

Mungkin kita belum bisa meneladani semua kemuliaan Nabi secara sempuna tetapi jika kita konsisten menjalankannya tentu akan berdampak pada diri kita sendiri bahkan secara luas kepada masyarakat.  

Seperti contoh di atas soal murah hati lewat ziswaf, kalau umat konsisten, efek yang diperoleh sangat besar. Ekonomi bisa digerakkan. Pendidikan juga bisa maju. Pada akhirnya, umat Islam ekonominya mandiri dengan pendidikan mumpuni pula.


×