Sejumlah pelajar SMP Negeri 60 Surabaya mengantre untuk tes usap PCR di SMP Negeri 60 Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/9/2021). | ANTARA FOTO/Didik Suhartono
18 Oct 2021, 03:45 WIB

Dinkes Surabaya akan Lakukan Swab Rutin Pelajar

Pembelajaran tatap muka terbatas menjadi solusi atas persoalan pendidikan saat Covid-19.

SURABAYA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bakal melakukan tes swab rutin untuk para pelajar di Kota Pahlawan dalam upaya mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Pelaksanaan tes swab tersebut menyasar para pelajar di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kota Surabaya.

"Untuk pelaksanaannya minimal 2 minggu hingga satu bulan sekali,” kata Kadinkes Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Ahad (17/10).

Untuk pelaksanaan tes swab tersebut, Dinkes Surabaya bakal mengerahkan seluruh layanan fasilitas kesehatan di tingkat Puskesmas yang berada di dalam satu kawasan dengan sekolah tersebut. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat proses skrining di lingkungan sekolah.

Febria menjelaskan, jumlah siswa yang dites swab maksimal hanya 25 persen siswa pada setiap sesi selama penerapan PPKM Level 3 berlangsung di Kota Surabaya. “Baik siswa maupun tenaga pendidik harus terus menerapkan prokes. Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Kemudian meja dan kursi antarsiswa harus diperhatikan jaraknya,” kata Febria.

Terkait

photo
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan tes usap PCR kepada pelajar SMP Negeri 60 Surabaya di SMP Negeri 60 Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/9/2021). - (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Febria juga meminta setiap sekolah di Kota Surabaya memasang QR code PeduliLindungi untuk para pelajar saat masuk di lingkungan sekolah. QR code PeduliLindungi dimaksudkan untuk memudahkan Dinkes melakukan tracing apabila terdapat pelajar yang terpapar Covid-19. 

Febria menjelaskan, QR code PeduliLindungi juga untuk mengedukasi terkait pentingnya menjalankan vaksinasi Covid-19. Capaian vaksinasi pelajar di Kota Surabaya per 15 Oktober 2021, yakni dosis satu 78,86 persen dan dosis dua 36,05 persen untuk tingkat SD/MI; serta 77,13 persen dosis satu dan 57,90 persen dosis dua untuk tingkat SMP/MTS.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo Slamet meminta meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terkait pembelajaran tatap muka. Evaluasi dimaksudkan sebagai langkah pencegahan timbulnya klaster PTM. 

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelajar di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021). Vaksinasi Covid-19 massal untuk pelajar yang digelar selama dua hari tersebut menyediakan 20.000 dosis vaksin per hari guna mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19. - (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas menjadi solusi ataspersoalan pendidikan yang dihadapi saat ini di tengah pandemic Covid-19.

"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi sektor pendidikan sehingga surat keputusan bersama empat menteri telah memberikan arahan dan petunjuk untuk segera melaksanakan PTM terbatas," kata Direktur Pendidikan Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih saat menyampaikan materi pada kegiatan rembuk pendidikan di Parigi Moutong, Sulteng, Sabtu (16/10).

Kebijakan pemerintah pusat, yakni prioritas PTM terbatas dilaksanakan oleh daerah yang berada di zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3. Selain itu, didukung dengan tenaga pendidik yang sudah tervaksinasi.

Dengan menurunnya angka kasus Covid-19 secara nasional, Kemendikbudristek menekankan masing-masing satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan serta memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. 

Sumber : Antara


×