Suasana proyek pembangunan Masjid Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung, Rabu (29/9). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali melanjutkan proyek pembangunan Masjid Al Jabbar setelah dihentikan selama 1,5 tahun akibat pandemi Covid-19 dan ditargetkan akan ram | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
15 Oct 2021, 20:39 WIB

Semangat Tetap Tinggi dalam Kebaikan

Di tengah pandemi, semangat masyarakat untuk berinfak untuk pembangunan masjid masih cukup tinggi.

Di masa pandemi, isu sosial juga memainkan peranan penting di luar isu kesehatan masyarakat. Semangat masyarakat untuk saling membantu, telah membuat beratnya masa pandemi, dilalui bersama agar lebih ringan untuk sesama. 

Yatim Mandiri terus meningkatkan kepedulian dan meluaskan langkah tebar manfaat dengan menghadirkan program kebaikan guna mewujudkan kemandirian bagi adik yatim dan dhuafa yang membutuhkan. Tak hanya peduli akan isu keyatiman, Yatim Mandiri juga melebarkan sayap dengan peduli akan isu-isu sosial dan kemanusiaan yang tengah hangat dibicarakan oleh khalayak publik. Salah satunya program bantuan untuk masjid.

Manajer Pendistribusian Program Yatim Mandiri, Dzulfikri, mengatakan, bantuan untuk program pembangunan masjid tetap berjalan di masa pandemi Covid-19. Masa pandemi yang sudah dijalani masyarakat Indonesia selama kurang lebih dua tahun ke belakang ini membuat umat Muslim harus membatasi ibadah di masjid karena protokol kesehatan Covid-19.

Namun, di sisi lain, ini menjadi kesempatan pula bagi Yatim Mandiri untuk menjalankan program bantuan pembangunan masjid di daerah yang memang layak dibantu agar bisa optimal dalam pembangunannya. “Masyarakat sementara waktu masih memilih beribadah di rumah masing- masing,” kata Dzulfikri.

Terkait

Di 2021, Yatim Mandiri masih terus menjalankan program pembangunan infrastruktur, khususnya masjid. Salah satunya adalah masjid di daerah pelosok. Meski di tengah pandemi, semangat masyarakat untuk berinfak dalam program pembangunan masjid masih cukup tinggi.

Salah satunya, juga dapat dilihat dari penyaluran bantuan untuk pembangunan Masjid al-Mubarok di Desa Botosomba Maros, Sulawesi Selatan. "Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang terkumpul melalui platform penggalangan dana," lanjutnya.

Yatim Mandiri turut merenovasi pembangunan Masjid al-Mubarok yang berada di Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Dari informasi yang didapat, Masjid al-Mubarok ini menjadi masjid satu-satunya di wilayah tersebut dengan keadaan sudah dimakan usia dan tidak layak.

Berbekal masalah tersebut, Yatim Mandiri berinisiatif menggalang kebaikan melalui platform Kitabisa.com guna merenovasi agar bisa digunakan kembali oleh masyarakat setempat. Dengan penuh perjuangan dan kerja keras serta sumbangsih positif dari para donatur, telah terhimpun dana yang cukup untuk memulai proses rehab bangunan masjid tersebut.

Sampai saat ini, pengerjaan bangunan Masjid al- Mubarok telah mencapai 75 persen dari target awal yang direncanakan. Sehingga, diharapkan nantinya masjid ini dapat segera rampung pengerjaannya serta digunakan sebagai pusat dakwah serta aktivitas peribadatan seperti sedia kala dengan nyaman dan bersih.

Yatim Mandiri dalam program bantuan pembangunan masjid memprioritaskan daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) agar masyarakat Muslim di daerah tersebut bisa merasakan sarana dan prasarana ibadah yang nyaman.

Yatim Mandiri juga mendukung pembangunan di daerah bencana atau rawan. Misalnya, untuk daerah rawan gempa, konstruksinya dirancang sedemikian rupa agar tahan goncangan gempa.

Pembangunan masjid juga merupakan salah satu program Yatim Mandiri dalam memperbaiki masjid di daerah yang terkena bencana alam. Yatim Mandiri berterima kasih kepada para donatur yang telah turut berpartisipasi dalam pembangunan masjid di wilayah terdampak terkena bencana alam.

 
Dengan penuh perjuangan dan kerja keras serta sumbangsih positif dari para donatur, telah terhimpun dana yang cukup untuk memulai proses rehab bangunan masjid tersebut.
 
 

Siaga Banjir

photo
Bantuan perahu karet dalam program SiCepat Peduli, - (Dok Si Cepat )

Musim hujan yang telah di depan mata, membuat persaiapan untuk menghadapi banjir mulai dicicil di beberapa wilayah. Pekan lalu, SiCepat Ekspres melalui kegiatan CSR SiCepat Peduli menyalurkan bantuan berupa perahu karet ke BPBD Kabupaten Bekasi. 

Bantuan ini diterima langsung oleh Agus Suparno Sag MM selaku Ketua Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi. “SiCepat Ekspres memberikan perhatian kepada BPBD Kabupaten Bekasi, yaitu menyalurkan bantuan perahu karet lengkap pelampung dan dayung. Semoga dalam memasuki siaga banjir di akhir Oktober hingga Mei 2022 ini kami semakin bersemangat dan antisipasi, serta alat-alat yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi kami untuk mengevakuasi dan menyelamatkan korban,” ujar Agus 

Menurut The Kim Hai selaku CEO SiCepat Ekspres bantuan ini adalah bentuk kepedulian SiCepat terhadap peristiwa alam yang berpotensi terjadi ketika musim hujan tiba agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan lebih awal. “Semoga bantuan perahu karet ini dapat dimanfaatkan dengan baik terutama pada saat bencana banjir yang terjadi di daerah Kabupaten Bekasi,” ujarnya. 

Sebelumnya di awal 2021, SiCepat Ekspres juga telah bekolaborasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi dalam memberikan bantuan kepada korban banjir di wilayah Kabupaten Bekasi melalui BPBD Kabupaten Bekasi pada Februari 2021, berupa kebutuhan makanan pokok.

Bencana banjir tersebut menenggelamkan 19 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi dan menimbulkan dampak yang cukup parah. Beberapa desa diantaranya bahkan mengalami kerusakan akibat volume air yang sangat tinggi, ditambah dengan robohnya tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Pebayuran. 

Oleh karena itu, SiCepat Ekspres juga memberikan bantuan berupa 500 paket makanan siap saji, 200 pcs selimut dan bantuan kebutuhan pokok, seperti mie instan, biskuit, popok bayi dan dewasa serta obat-obatan 500 dus. Bantuan yang diberikan kini berlanjut menjadi bantuan antisipasi dan penanggulangan bencana banjir.

 


×