Penonton mengenakan masker saat menyaksikan pertandingan Sepak Takraw di GOR Trikora Universitas Cendrawasih, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (4/10). PON XX Papua digelar pada masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan seperti | Republika/Thoudy Badai
14 Oct 2021, 08:15 WIB

Jabar Dominasi Tunggal Putra-Putri Bulu Tangkis PON XX Papua

Ini kali pertama Jabar meraih emas tunggal putra PON XX Papua setelah Taufik Hidayat pada 2004.

JAYAPURA — Kontingen Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyapu bersih medali emas di cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra dan tunggal putri di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 di GOR Waringin, Kota Jayapura, Rabu (13/10) siang WIT. Pebulu tangkis putri Jabar, Saifi Riska Nurhidayah, lebih dulu menyabet emas setelah mengalahkan wakil Bali, Komang Ayu Cahya Dewi.

Kemenangan Saifi begitu dramatis karena terpaksa selesai hingga rubber game dengan skor 8-21, 21-17, dan 21-18. Menanggapi perlawanan Saifi, Komang Ayu mengaku kubu Jabar berhasil memanfaatkan momentum saat dirinya lengah.

Komang Ayu memuji ketenangan Saifi yang bisa membalikkan keadaan setelah tumbang dengan skor telak pada gim pertama. "Mungkin gim pertama dia belum panas. Jadi, di gim kedua sudah mulai atur permainan saya. Terus pada saat-saat terakhir saya tidak siap," ujar Komang Ayu seusai laga.

Sementara di sektor tunggal putra, Jabar sejatinya sudah mengamankan medali emas karena partai puncak menyajikan all Jabar final antara Panji Ahmad Maulana melawan Syabda Perkasa Belawa.

Terkait

Keduanya bertarung dalam laga berdurasi 33 menit. Hingga akhirnya Panji keluar sebagai pemenang dalam dua gim langsung dengan skor 21-9 dan 21-17. Prestasi ini menjadi yang pertama setelah 17 tahun Jabar puasa medali emas di bulu tangkis tunggal putra selama PON.

Jabar terakhir kali menyabet emas lewat Taufik Hidayat pada PON 2004 di Palembang. Taufik menumbangkan atlet DKI Jakarta, Simon Santoso, di partai final.

Saat ditemui di GOR Waringin, Panji mengaku mentalnya sempat jatuh karena menghadapi unggulan Jabar yang juga pemain pelatnas. Namun, hal itu kemudian ia jadikan sebagai dorongan agar bisa bermain lebih lepas.

"Kalau bicara target memang emas. Kalau soal bukan (atlet) pelatnas, saya jadikan motivasi karena sempat vakum selama enam bulan tidak latihan sama sekali," kata Panji.

Dengan torehan medali emas yang diraih, Panji menegaskan, setiap atlet punya kesempatan yang sama dalam memburu titel. Ia pun berusaha kembali menembus pelatnas setelah tiga tahun membela daerah. "Saya masuk pelatnas sejak 2015 sampai 2018 akhir. Target sih tampil di Olimpiade Paris 2024," katanya.

Emas tinju

Petinju Provinsi Papua, Ona Paays, sukses mempersembahkan medali emas di nomor Women's Pin 45 Kg cabang olahraga tinju PON XX Papua di GOR Cenderawasih, Jayapura, Rabu (13/10). Ona berhasil menang angka atas wakil Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelina Niis.

Sementara, medali perunggu diraih oleh Shinta Agustini dari Nusa Tenggara Barat dan Metirina Nenohai dari Maluku Utara. Sejak bel pertama, dari sudut merah Ona mengambil inisiatif menyerang melalui jab kanan. Sementara, Angelina melakukan counter dan melepaskan kombinasi straight kiri-kanan. Namun, sulit untuk membongkar double cover Ona yang kokoh.

Ona terus-menerus menekan Angelina di sudut ring melalui straight dan upper cut menghajar dagu lawannya. Angelina pun membalas dengan long hook yang sempat membentur wajah Ona.

Memasuki ronde kedua, Ona yang didukung publik tuan rumah terus mengejar Angelina di sudut ring. Sebuah hook kanan yang dilontarkan Ona berhasil menjatuhkan Angelina.

Namun, Angelina kembali bangkit sebelum wasit memberikan hitungan. Ona lantas makin leluasa memukul Angelina. Di ronde ketiga, Ona dan Angelina infight. Keduanya saling balas melepaskan jab, straight, dan upper cut hingga bel ronde terakhir berbunyi. 


×