Karyawan membersihkan kursi penonton saat hari pertama pembukaan kembali Cinepolis Cinemas di Plaza Renon, Denpasar, Bali, Jumat (17/9/2021). Bioskop di wilayah Bali kembali beroperasi dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebara | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
13 Oct 2021, 08:21 WIB

Bongkar Pasang Ide untuk Bioskop

Di Hollywood, gedung bioskop tidak hanya digunakan untuk menonton film.

Pandemi Covid-19 mendatangkan malapetaka pada industri bioskop. Kondisi ini memaksa pemilik bioskop memikirkan kembali bagaimana ruang mereka dapat digunakan. Di Hollywood, banyak yang sekarang bereksperimen dengan apa yang mereka sebut sebagai konten alternatif.

Artinya, bioskop tak hanya gedung untuk memutar film, tetapi juga bisa digunakan sebagai hiburan lain. Bisa jadi, pada masa depan, pengunjung pergi ke bioskop bukan cuma untuk menonton, melainkan untuk bermain gim virtual atau menyaksikan acara olahraga.

Belakangan ini, studio-studio Hollywood memprioritaskan rilis film mereka melalui platform streaming. Mereka juga mengurangi waktu eksklusif film tayang di bioskop. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran di antara pemilik bioskop bahwa Hollywood mungkin bukan lagi mitra yang dapat diandalkan. Mereka kini perlu berinovasi untuk bertahan hidup.

Sejak awal pandemi, banyak bioskop menawarkan layanan booking studio. Biasanya ini dilakukan oleh mereka yang menginginkan nuansa menonton yang lebih intim bersama keluarga, teman, maupun kolega. 

Terkait

Ide segar tersebut sedikit membantu bioskop bertahan dalam bisnis melalui pandemi, membuat mereka memikirkan kembali model bisnis mereka. "Idenya adalah bahwa bioskop menjadi lebih dari tempat berkumpul," kata Kepala Eksekutif Classic Cinemas (jaringan bioskop dengan 15 lokasi di Chicago, AS), Chris Johnson, seperti dilansir di the Wall Street Journal, Jumat (8/10).

Johnson baru-baru ini menggelar acara khusus, seperti streaming pertandingan tinju. Kini, dia mengeksplorasi gagasan baru, seperti menyewakan layar bioskop bagi orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam pertandingan sepak bola virtual.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by SUPER 78 STUDIOS (super78studios)

Strategi lain yang bisa dilakukan pemilik bioskop adalah menambah pengalaman sinematik dengan tamu spesial. Johnson mengundang aktor Anthony Michael Hall menjadi pembawa acara pemutaran film di salah satu bioskopnya. Caranya itu mampu menarik penonton sekitar 750 orang. Untuk film-film tertentu, dia juga mencari cara untuk mengadakan diskusi pascapemutaran di antara para penonton.

Komedian Howie Mandel telah bergabung dengan MetaMedia (perusahaan hiburan yang mengkhususkan diri dalam streaming ke bioskop) dan Super 78 Studios (sebuah studio desain animasi untuk menghadirkan layar ajaib). Sistem tersebut memungkinkan aktor seperti Mandel melihat dan berinteraksi dengan penggemar di bioskop di seluruh negeri secara bersamaan. Mandel dapat melihat dan berbicara dengan penonton, begitu pula sebaliknya.

Layar ajaib juga memiliki mesin animasi yang memungkinkan karakter animasi, seperti SpongeBob tampil langsung dan berinteraksi dengan penonton. "Ini seperti Zoom pada steroid," kata CEO MetaMedia, Jason Brenek, seperti dilansir the Hollywood Reporter pada akhir September.

Ada beberapa layar ajaib yang dipasang, beberapa di antaranya di bioskop yang dikelola oleh Cinemark Holdings Inc. Sebagian besar konten alternatif, termasuk acara TV atau olahraga dapat ditransmisikan ke bioskop melalui koneksi internet broadband. Namun, kurang dari setengah bioskop di AS memiliki layar yang memungkinkan streaming internet.

 
Faktanya, sebagian besar bioskop di AS masih mengandalkan pengunduhan file dari satelit atau pengiriman hard drive fisik berisi film yang kemudian dimuat ke komputer mereka.
 
 

Faktanya, sebagian besar bioskop di AS masih mengandalkan pengunduhan file dari satelit atau pengiriman hard drive fisik berisi film yang kemudian dimuat ke komputer mereka. Orang-orang di industri mengharapkan bioskop makin mengadopsi kemampuan streaming internet.

Joe Hand Promotions adalah distributor olahraga dan hiburan bayar per tayang, seperti UFC dan PGA Tour yang secara historis berfokus pada penyediaan streaming untuk tempat komersial, seperti restoran dan kafe. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengambil banyak bisnis dari bioskop yang sedang mencari konten selain film, menurut presiden perusahaan.

Perusahaan tersebut baru-baru ini membuat kesepakatan untuk menyiarkan langsung festival musik tahunan rapper Post Malone bertajuk “Posty Fest " ke ratusan bioskop di seluruh Negeri Paman Sam. 

"Bioskop untuk konsumen tidak akan hanya menjadi tempat menonton film, tetapi tempat di mana orang-orang pergi untuk dihibur. Ini akan menjadi pesta menonton," kata Hand, dikutip dari the Bangkok Post, Senin (11/10).

Menurut CEO dari jaringan bioskop Alamo Drafthouse, Shelli Taylor, berencana memutar film indi dan dipandu oleh sosok yang terlibat dengan film itu. Namun, sebelum itu, menurut dia, pihak bioskop perlu mengurus izin dan hak atas apa pun yang berkaitan dengan konten film dan nonfilm yang akan mereka tampilkan. 

Melandai sebelum pandemi

Menurut Direktur Program Hiburan, Media, dan Teknologi di Stern School of Business New York University, Paul Hardart, bisnis bioskop di AS sudah melandai, bahkan sebelum Covid-19. Harga rata-rata tiket bioskop di AS naik dari 5,39 dolar AS (sekitar Rp 76 ribu) pada 2000 menjadi 9,16 dolar AS (Rp 9,16 dolar AS) pada 2020.

Dia berpendapat, pandemi hanya memperburuk masalah. Ketika bioskop ditutup selama masa pembatasan, studio film beralih ke layanan streaming untuk memulai debut film mereka.

Pada Desember 2020 Warner Bros mengumumkan kesepakatan dengan HBO Max untuk secara bersamaan merilis semua film blockbuster pada 2021 di platform streaming dan di bioskop. Kesepakatan itu akan berakhir pada 2022 karena perusahaan akan memprioritaskan kembali rilis film di bioskop. Menurut Hardart, meski industri film semakin dekat dengan normalitas, layanan streaming telah memantapkan diri sebagai alternatif yang layak.

photo
Pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Cinepolis Mal Botania II Batam, Kepulauan Riau, Kamis(23/9/2021). Pemerintah Kota Batam kembali mengizinkan bioskop dibuka kembali di masa PPKM level 3 dengan kapasitas pengunjung 50 persen, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dan menerapkan protokol kesehatan ketat. - ( ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/foc.)


×