Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
11 Oct 2021, 21:28 WIB

Cara Menjaga Iman

Sekecil apa pun kebaikan yang kita kerjakan, itu akan memperkuat iman. Sebaliknya juga.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Para ulama mengatakan, “Al iimanu yaziidu wa yanqush” (iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang). Lalu dijelaskan, “Yaziidu bit thaa’ah wa yanqushu bil ma’shiyati” (iman bisa betambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan).

Maksudnya sekecil apa pun kebaikan yang kita kerjakan, itu akan memperkuat iman. Sebaliknya, sekecil apa pun dosa yang kita kerjakan, itu akan memperlemah iman.

Dari sini kita mengerti firman Allah, “Fa man ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarahu wa man ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu” (siapa yang melakukan kebaikan sekalipun hanya seberat zarah dia akan melihat balasannya dan siapa yang melakukan keburukan seberat zarah dia akan melihat balasannya) (QS az-Zalzalah: 7-8). 

Terkait

Artinya, jangan meremehkan kebaikan atau keburukan sekecil apa pun. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Innal ‘abda layatakallmu bilkalimati la yara fihha ba’san yahwi biha finnaari” (Boleh jadi seorang hamba mengucapkan suatu kata dengannya ia masuk neraka) (HR Turmidzi), begitu juga sebaliknya.

Dalam hadis lain disebutkan, “Laa tahqiranna minal ma’ruufi syai’an walau an talqaa akhaaka biwajihin thalqin” (Janganlah kamu meremehkan suatu kebaikan sekecil apa pun, sekalipun hanya dengan memberikan senyum kepada saudaramu saat bertemu) (HR Muslim).

Itulah mengapa dalam surah at-Taubah: 105 kita diperintahkan agar terus beramal baik. Allah berfirman, “Wa quli’maluu fasayarallahu amalakum wa rasuuluhu wal mu’minuun” (Katakanlah Muhammad, beramallah, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman akan melihat amalmu).

Memang hanya amal saleh yang bisa menjaga iman. Karena itu, dalam banyak ayat selalu Allah sandingkan antara iman dan amal saleh. Dalam surah al-Ashr, ketika menjelaskan ciri-ciri orang yang selamat dari kerugian, Allah menyebutkan empat hal: iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.

 
Memang hanya amal saleh yang bisa menjaga iman. Karena itu, dalam banyak ayat selalu Allah sandingkan antara iman dan amal saleh.
 
 

Iman ibarat pohon yang baik [kasyajaratin thayyibah] (QS Ibrahim: 24). Ia harus disiram selalu dengan ketaatan. Bukan hanya ketaatan ritual, melainkan juga ketaatan sosial.

Karena itu, dalam masalah harta Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ni’mal maalis shaalih lilmarish shalih” [Sebaik-baik harta adalah harta adalah yang berada di tangan orang saleh] (HR Ahmad). Artinya, Nabi Muhammad tidak melarang kita kaya, justru dianjurkan berjuang menjadi kaya lalu kita berbagi kepada orang lain yang membutuhkannya. 

Begitu juga dalam masalah jasmani, Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita agar selalu sehat. “Al mu’minul qawiy kharun wa ahabbu ilallahi minal mu’minidh dha’iif” [Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada orang mukmin yang lemah) (HR Muslim). Ini tidak lain supaya iman kita kuat. Jadilah pribadi saleh, tidak saja secara ritual, tetapi juga secara sosial.


×