Personel Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri mengambil sampel gas beracun dan air dari dalam gorong-gorong yang menewaskan lima orang di Cipondoh, Tangerang, Banten, Jumat (8/10/2021). | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.

Bodetabek

09 Oct 2021, 03:45 WIB

Lima Tewas di Gorong-Gorong Akibat Gas Berbahaya

Kepolisian akan memanggil pihak Telkom untuk diperiksa mengenai kasus gorong-gorong.

TANGERANG -- Tim pusat laboratorium forensik (puslabfor) Mabes Polri melakukan pemeriksaan ke lokasi gorong-gorong di kawasan Taman Royal, Jalan Permata Raya, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (8/10). Hasil sementara dari pemeriksaan menunjukkan ditemukannya gas berbahaya dari dalam gorong-gorong yang menjadi lokasi tewasnya lima orang, Kamis (7/10). 

“Kami bersama tim Puslabfor ke TKP memeriksa TKP, dan sementara hasil yang ditemukan adalah ditemukan gas yang berbahaya,” kata Kasubbid Toksikologi Lingkungan Puslabfor Mabes Polri Kompol Faizal Rachmad.

Dari hasil temuan sementara itu, Faizal menyebut gas tersebut dinilai memang berbahaya bagi manusia. Gas itu diketahui bercampur dengan air yang ada di dalam gorong-gorong. Namun, dia belum bisa memastikan jenis gas yang dimaksud. “Jenis gasnya belum tahu, kami nanti periksa di laboratorium. Iya membahayakan manusia,” tuturnya.

Faizal menerangkan, tim Puslabfor mengambil sampel air dan udara untuk melakukan pendeteksian. Sejumlah alat digunakan untuk memeriksa adanya kandungan gas tertentu di dalam gorong-gorong tersebut. “Alat drager dipakai untuk mendeteksi gas yang kami ambil adalah sampel air dan sampel udaranya,” terangnya.

photo
Warga melihat tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya lima orang pekerja jaringan pipa milik PT Telkom di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (7/9/2021). Sebanyak lima orang pekerja PT Telkom meninggal dunia saat melakukan perawatan dan perbaikan kabel bawah tanah yang diduga disebabkan menghirup gas beracun dari dalam gorong-gorong. - ( ANTARA FOTO/Dimas/bal/rwa.)

Faizal menyebut pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai temuan sementara adanya gas berbahaya di lokasi tersebut. “Mengenai konsentrasi dan jenis gasnya kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium di Puslabfor, tepatnya di Subbid Toksikologi Lingkungan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, insiden tewasnya lima orang di gorong-gorong yang berada di kawasan Cipondoh terjadi pada Kamis (7/10) siang. Diduga, para korban meninggal dunia lantaran kehabisan oksigen akibat keracunan gas di dalam gorong-gorong. 

Tiga orang korban adalah karyawan PT Telkom Akses, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia. Manager Shared Service Telkom Akses Witel Tangerang Armunanto, dalam keterangan tertulis, menyebut insiden itu disebut murni karena adanya kecelakaan kerja. “Peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja,” kata Armunanto.

Dia mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk tindak lanjutnya. “Perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi penyebab kejadian ini kepada pihak berwenang,” ujarnya.  

Armunanto menyampaikan, PT Telkom Akses berbela sungkawa atas meninggalnya para korban di lokasi manhole Taman Royal Tangerang saat melakukan perbaikan manhole di tempat tersebut. Dia menyebut akan menjamin hak-hak karyawan yang menjadi korban dalam peristiwa itu.  

photo
Personel Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri mengambil sampel gas beracun dan air dari dalam gorong-gorong yang menewaskan lima orang di Cipondoh, Tangerang, Banten, Jumat (8/10/2021). - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.)

“Saat ini kami sudah menyampaikan secara langsung bela sungkawa kepada sanak keluarga korban, memprioritaskan pemakaman, dan menjamin terpenuhinya semua hak karyawan atas kejadian ini,” terangnya. 

Pihak kepolisian akan memanggil pihak Telkom untuk diperiksa mengenai kasus tersebut. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terkait dengan surat perjanjian perusahaan dengan pekerja.

“Kita akan memanggil atau mengecek surat perjanjian kerja yang dikeluarkan oleh pihak pekerja atau dalam hal ini pihak Telkom, pihak ketiga yang melakukan pekerjaan tersebut,” kata Deonijiu.

Diketahui, tiga dari lima korban merupakan karyawan Telkom. Sementara dua orang korban lainnya merupakan warga sekitar yang hendak memberi pertolongan.

Dia menuturkan, sebanyak enam orang saksi diperiksa terkait insiden tersebut. Berdasarkan sejumlah keterangan atau informasi yang diperoleh, ditemukan adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan peristiwa nahas itu terjadi.

“Dari peristiwa ini yang kemarin telah terjadi mengakibatkan meninggalnya lima orang, ini akibat dari kelalaian yang tidak memperhatikan terkait dengan keselamatan kerja oleh pihak pekerja,” ungkapnya.


×