Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kiri) melakukan pemindaian kode batang sertifikat vaksin Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi saat kunjungan kerja di swalayan Tiara Dewata, Denpasar, Bali, Sabtu (25/9/2021). | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Nasional

01 Oct 2021, 03:45 WIB

Pasar Bersiap Pakai PeduliLindungi

Kemenkes meminta masyarakat tak ragu menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

SEMARANG – Penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pencegahan penularan Covid-19 terus diperluas. Setelah berbagai moda transportasi dan juga menjadi syarat perjalanan, PeduliLindungi juga akan digunakan di pasar, salah satunya di Pasar Wonodri, Semarang, Jawa Tengah.

Pasar Wonodri di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi satu di antara enam pasar tradisional yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan dan Satgas Covid-19 Pusat sebagai percontohan penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan pasar. Keenam pasar tersebut meliputi Pasar Mayestik dan Pasar Blok M di Jakarta, Pasar Baltos di Bandung, Pasar Modern BSD Tangerang Selatan, Pasar Modern di kawasan Alam Sutera Tangerang dan Pasar Wonodri di Semarang.

Pihak pengelola Pasar Wonodri, terus mempersiapkan berbagai hal, terkait dengan rencana  penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional ini. Selain memastikan semua pedagang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, pengelola pasar tersebut juga melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif, baik kepada para pedagang maupun pengunjung pasar yang berlokasi di Jalan Wonodri Baru Raya tersebut.

Kepala Pasar Wonodri, Ahmad Munif, mengatakan, jumlah pedagang di Pasar Wonodri saat ini mencapai 773 orang. Proses vaksinasi kepada para pedagang juga telah dilaksanakan sejak Jumat (24/9) pekan lalu.

“Bagi pedagang yang belum tervaksinasi pada Jumat, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti vaksinasi tiga hari berikutnya atau pada Senin (27/9),” kata dia, di Semarang, Kamis (30/9).

Dari dua program vaksinasi Covid-19 bagi pedagang Pasar Wonodri selama dua hari tersebut, lanjut Munif, memang hanya tercatat sebanyak 421 orang pedagang. Karena sebagian pedagang sebelumnya telah mengikuti vaksinasi di kelurahan/lingkungan masing-masing.

Selain itu, juga ada sebagian kecil pedagang yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, karena yang bersangkutan memiliki komorbid. “Artinya, sebagian besar pedagang di pasar Wonodri telah terlindungi oleh vaksinasi,” ujar dia.

Munif menambahkan, pada Selasa (28/9) malam, pihak pengelola telah menerima formulir pengajuan QR Code untuk penerapan PeduliLindungi dan formulir tersebut telah diisi dan disampaikan kembali kepada Kementerian Kesehatan. Kapan ketentuan itu akan mulai diberlakukan, ia menunggu  persetujuan permohonan QR Code untuk Pasar Wonodri dari Kemenkes.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tak ragu dalam menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memberikan perlindungan dari penularan Covid-19. Ia mengatakan, pemerintah akan terus mengembangkan dan memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat monitor mobilitas masyarakat.

Aplikasi ini juga menjadi salah satu komponen kunci dalam protokol adaptasi kenormalan yang baru di masa pandemi Covid-19 ini. Karena itu, Kemenkes sedang mengupayakan fitur pada aplikasi PeduliLindungi agar dapat diakses pada aplikasi lainnya pada Oktober nanti.

“Kemenkes sudah berkoordinasi dengan berbagai platform digital lainnya seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Dana, Cinema XXI, LinkAja, bahkan juga berbagai aplikasi dari pemerintah seperti Jaki,” kata Siti Nadia. ';

×