Prajurit TNI AD berjaga saat pelaksanaan pertandingan babak penyisihan cabang olahraga Muay Thai PON Papua di GOR STT Gidi, Sentani, Papua, Selasa (28/9/2021). | ANTARA FOTO/Zabur Karuru
30 Sep 2021, 03:55 WIB

21.268 Personel TNI-Polri Kawal PON Papua

Potensi gangguan keamanan sekecil apa pun di PON Papua harus diantisipasi.

JAKARTA -- Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua mendapat pengamanan maksimal dari TNI-Polri. Sebanyak 21.268 personel gabungan dikerahkan untuk menjamin keamanan seluruh pihak yang terlibat.

Pada Rabu (29/9), Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin rapat koordinasi kesiapan pengamanan PON XX Papua. Dalam rapat tersebut, Kapolri mengingatkan seluruh personel pengamanan TNI-Polri mengantisipasi sekecil apa pun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas) yang mungkin terjadi, terutama di wilayah dan arena diselenggarakannya PON.

"Laksanakan betul pengamanan. Apalagi, pada saat 2 Oktober nanti Pak Presiden datang dan kemudian dilaksanakan opening ceremony. Ini menjadi catatan yang harus kami laksanakan," kata Sigit.

Selain pengamanan, Sigit mengingatkan penerapan protokol kesehatan diperkuat agar PON XX Papua tidak menjadi tempat penularan Covid-19. Ia pun berharap pemerintah daerah bersinergi dengan TNI-Polri dalam mengejar percepatan vaksinasi di Papua. Caranya dengan memaksimalkan keberadaan gerai vaksinasi yang sudah disiapkan di arena PON.

Terkait

photo
Seorang petugas berfoto di depan stan UMKM khas Papua di halaman GOR Trikora Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2021). Berbagai pernak-pernik khas daerah Papua ditampilkan di sejumlah venue cabang olahraga untuk memeriahkan pagelaran PON Papua. - (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

Dengan dilakukannya pengamanan dan strategi pengendalian Covid-19, Sigit menilai hal ini dapat memberikan efek berganda. Selain penyelenggaraan PON XX Papua yang berjalan aman, diharapkan juga tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Mantan Kabareskrim tersebut menambahkan, pelaksanaan PON Papua sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia bisa bangkit. Namun, ia menekankan hal itu perlu didukung dengan sinergitas dan soliditas TNI-Polri serta pemangku kepentingan lainnya.

"Soliditas TNI-Polri dan seluruh jajaran pemangku kepentingan adalah kunci utama dalam penanganan operasi," kata Sigit.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pelaksanaan PON XX Papua menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa Papua sebagai bagian dari NKRI. Papua juga sudah cukup maju dalam menyelenggarakan perhelatan akbar tingkat nasional. Oleh karena itu, faktor keamanan merupakan hal utama.

Hadi mengatakan, keamanan yang dimaksud terkait dengan venue dan seluruh jalannya pertandingan, pengamanan VVIP saat pembukaan, dan penutupan PON XX. Kemudian, pengamanan para atlet dan kontingen, penonton serta pengamanan masyarakat. “Personel harus mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang paling mungkin terjadi sampai sekecil apa pun,” tuturnya.

Hadi menyampaikan, pembukaan PON XX Papua pada 2 Oktober akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Acara tersebut akan menjadi perhatian nasional, bahkan internasional. “Karena, di tengah apresiasi dunia terhadap keberhasilan Indonesia menekan pandemi Covid-19, semua mata akan tertuju ke Papua sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Menurut Hadi, keberhasilan penanganan pandemi dan penyelenggaraan PON XX akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua. Untuk itu, ia memerintahkan seluruh aparat keamanan agar melaksanakan tugas pengamanan di semua dimensi, baik secara fisik maupun nonfisik.

"Secara fisik, pastikan protokol keamanan event PON XX berjalan dengan baik. Yakinkan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Meskipun aman sampai saat ini, tetapi jangan lengah,” ujar Hadi.

Dia turut mengingatkan agar pendekatan dalam melakukan pengamanan mempertimbangkan situasi, kondisi, budaya, serta kearifan lokal. Sebab, dibutuhkan pendekatan yang berbeda di setiap tempat dalam menyikapi potensi ancaman dan gangguan.

PON XX Papua secara resmi akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 di empat wilayah, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Merauke, serta Timika. Namun, ada sejumlah cabor yang telah dipertandingkan sebelum pembukaan.

photo
Foto aerial kompleks Olahraga Kampung Harapan jelang pembukaan PON Papua di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2021). Pembukaan PON XX Papua akan digelar pada 2 Oktober mendatang. - (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda memastikan kesiapan dan persiapan upacara pembukaan PON Papua. Opening ceremony PON Papua akan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, dengan menampilkan keindahan dan kekayaan Bumi Cenderawasih. "Semuanya sudah 95 persen, sisanya tinggal pelaksanaannya saja," kata Yunus Wonda, kemarin.

Yunus mengeklaim, segala aspek persiapan sudah berjalan baik. Demikian pula dengan sejumlah pertandingan pada empat klaster yang telah bergulir sebelum upacara pembukaan.

Panglima TNI dan Kapolri juga telah meninjau langsung lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran saat upacara pembukaan PON Papua. Selain keamanan, PB PON Papua akan menerapkan prosedur tetap (protap) dan mengikuti protokol kesehatan. 

Pemerintah telah menetapkan maksimal hanya 25 persen dari total kapasitas stadion yang mencapai 40 ribu orang yang hadir dalam upacara pembukaan PON Papua. Jumlah itu sudah termasuk atlet, ofisial, dan tenaga pendukung lainnya. Ketentuan ini juga sudah diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 46 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PON XX di Provinsi Papua Tahun 2021.

Waspadai Cuaca Panas 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau para peserta untuk mewaspadai cuaca panas terik selama ajang PON XX Papua. Menurut BMKG, cuaca panas utamanya melanda Kota dan Kabupaten Jayapura. 

Sejumlah atlet yang berlaga di PON, terutama pada cabang olahraga luar ruangan, sebelumnya sempat mengeluhkan cuaca panas terik di Papua. Subkoordinator Bidang Pelayanan Jasa Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan, cuaca panas terik saat ini merupakan kondisi yang wajar. Hal ini karena Papua masih dilanda musim kemarau. 

photo
Sejumlah atlet panahan putri membidik sasaran pada babak kualifikasi Panahan Putri 50 meter Compound PON Papua di Lapangan Kampung Harapan, Sentani, Papua, Rabu (29/9/2021). - (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.)

Ia mengatakan, musim hujan di Jayapura diperkirakan terjadi pada Desember. Cuaca panas terik disebabkan posisi semu matahari saat ini tepat berada di ekuator. “Ini (cuaca terik) memang siklus tahunan dan bukan di luar kebiasaan. Untuk sekarang September, semu matahari berada persis di ekuator, dan sekarang bergerak ke arah selatan Papua. Jadi, memang belahan bumi bagian selatan akan lebih banyak menerima sinar matahari,” kata Ezri, Rabu (29/9). 

Ezri menyampaikan, suhu di Kota dan Kabupaten Jayapura saat ini berada di kisaran 32 hingga 33 derajat celsius. Dia mengimbau para atlet, terutama yang bertanding di arena luar ruangan untuk menjaga kondisi agar bisa tetap tampil maksimal dan tak mengalami dehidrasi.

“Perbanyak minum air putih agar tak dehidrasi. Gunakan juga sunscreen karena panasnya cuaca cukup menyengat. Jadi, perlu melindungi diri saja dengan perbanyak air putih dan melindungi kulit supaya jangan terbakar,” katanya. 

Kepala Stasiun Klimatologi Wilayah Jayapura, Doni Kristianto sebelumnya mengatakan, pihaknya menyediakan prediksi khusus terkait cuaca dan iklim selama pelaksanaan PON Papua. Dari perkiraan cuaca, baik panitia penyelenggara maupun atlet bisa mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan pelatihan secara maksimal.

 

photo
Masyarakat Suku Amungme membawakan tarian Tup saat waktu istirahat pertandingan Basket Putra 5x5 PON XX Papua di Gor Mimika Sport Complex, Rabu (29/9/2021). Pementasan tarian Tup tersebut untuk menghibur penonton dan memperkenalkan kesenian dan budaya Papua. - (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

"Prakiraan yang kami sediakan terkait hujan, suhu, dan angin. Juga prakiraan tambahan bagi para atlet, yakni ultraviolet," kata Doni.

Panasnya cuaca di Jayapura dirasakan petenis putri Aldila Sutjiadi. Ia telah mengantisipasi panas terik arena tenis di Sian Soor Tennis Center, yang berada di halaman kantor wali kota Jayapura.

"Kemarin, sudah bermain beberapa kali sebelum event mulai, jadi kita sudah sempat menyesuaikan. Di sini memang lebih panas daripada Jakarta. Tapi, kita sudah siap dengan panasnya Papua," kata Aldila seusai pertandingan melawan perwakilan Jawa Tengah pada perempat final tenis beregu putri, Rabu (29/9). 

Atlet yang memperkuat Provinsi Jawa Timur itu juga merasa lapangan cukup lambat dibandingkan lapangan yang lain. Hal tersebut disebabkan sejumlah lapangan di arena tenis terbilang baru. "Kemungkinan karena lapangan baru, jadi masih kasar. Lapangannya lambat, cuma kita sudah menyesuaikan itu," kata Aldila.

Meski telah menjuarai sejumlah ajang multievent dan mengecap berbagai turnamen internasional, peraih medali emas pada nomor ganda campuran Asian Games 2018 bersama dengan Christopher Rungkat itu merasa PON berbeda dari gelaran olahraga lainnya.

"PON beda. Anggapannya seperti Olimpiade Indonesia selama empat tahun, dan aku juga memang membela Jawa Timur. Dan, Jawa Timur itu sudah sangat membantu saat aku tur pribadi individual," katanya. 

Menurut Aldila, Jawa Timur merupakan provinsi yang sangat mengapresiasi dan menghargai atletnya. "Jadi memang kebanggaan aku bermain untuk Jawa Timur," kata Aldila.

Atlet pelatnas tersebut melihat PON merupakan ajang berkompetisi para pemain nasional terbaik, sehingga dapat menjadi panggung bagi atlet-atlet muda berbakat. "Pastinya banyak pemain nasional yang ingin bermain dengan pemain timnas, dan juga pastinya menjadi salah satu kesempatan mereka untuk bermain dengan kita," katanya.

Sumber : Antara


×