Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri seremoni opening bell atau pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia dalam rangka right issue BRI di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/9/2021). | Dok BRI
30 Sep 2021, 03:45 WIB

Momentum Pasar Modal

Strategi melantai di bursa bisa menjadi salah satu skema dalam mendorong transformasi BUMN.

Aksi korporasi melepas 28,2 miliar saham baru atau rights issue PT BRI (Persero) menorehkan sejarah baru pasar modal Tanah Air.

Rights issue BRI berhasil menggalang dana Rp 95,9 triliun, ini terbesar di Asia Tenggara, urutan ketiga di Asia, dan terbanyak ketujuh sedunia. Capaian luar biasa yang menunjukkan tingkat kepercayaan investor kepada BRI.

Hal ini tentu tak lepas dari kinerja dan fundamental perusahaan yang sangat baik. BBRI --kode saham BRI-- tergolong berkinerja baik yang ditunjukkan dengan selalu masuk kelompok saham papan atas LQ45 sejak Februari 2005.

BBRI termasuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia serta menjadi saham paling aktif ditransaksikan.Terbukti, sewaktu rights issue permintaan untuk mengoleksi saham baru BRI ini melebihi permintaan atau oversubscribed.

Terkait

Bila diperinci, permintaan itu terdiri atas Rp 54,7 triliun dalam bentuk partisipasi nontunai pemerintah dan Rp 41,2 triliun dalam bentuk cash proceed dari pemegang saham publik. Sebanyak Rp 27,9 triliun di antaranya berasal dari pemegang saham asing.

 
Sentimen negatif masih menghantui pasar modal dunia, seperti Wall Street pada penutupan perdagangan Selasa (28/9) yang turun. 
 
 

Padahal, kondisi pasar modal global tidak sedang baik-baik saja. Sentimen negatif masih menghantui pasar modal dunia, seperti Wall Street pada penutupan perdagangan Selasa (28/9) yang turun. Dampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang.

Namun, kondisi berbeda dialami saat rights issue BRI ini. Tingginya minat investor asing untuk mengoleksi saham tersebut merupakan penanda iklim positif di pasar modal Indonesia --selain tentunya kinerja fundamental persero yang bagus-- sehingga mampu menyeret pemodal lokal ataupun asing masuk.

Rights issue BRI juga menggambarkan tingkat kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia. Antusiasme memborong saham BRI ini, sekaligus menjadi bukti dunia luar terhadap perekonomian nasional saat ini ataupun masa mendatang.

Pada saat kondisi global mengalami turbulensi, pasar modal Indonesia justru dialiri angin segar. Kondisi ini membuktikan pula, pasar modal Indonesia punya pangsa besar. Bila ini terus dirawat, menjadi modal bagi perekonomian nasional untuk terus tumbuh dan berkembang.

Pesan penting berikutnya dari rights issue BRI ini adalah peran penting usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mengingat dana hasil rights issue untuk pengembangan Holding ultramikro (UMi), menunjukkan kepercayaan investor atas geliat UMKM di Indonesia.

 
Mereka optimistis, UMKM di Tanah Air akan memegang peran signifikan bagi perekonomian nasional.
 
 

Mereka optimistis, UMKM di Tanah Air akan memegang peran signifikan bagi perekonomian nasional.

"Karena memang, 60 persen ekonomi kita didukung UMKM. Ini juga jadi peringatan, UMKM bukan objek, melainkan subjek yang harus kita dukung bersama-sama," kata Menteri BUMN Erick Thohir saat membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (29/9).

Dana hasil rights issue untuk UMi ini memudahkan akses pendanaan bagi  usaha ultramikro. Dengan pola pendampingan yang bagus, pengusaha ultramikro bukan tak mungkin segera naik kelas menjadi pengusaha mikro lanjut ke kecil dan menengah.

Para pemegang saham memberikan kepercayaan tinggi agar penetrasi keuangan berbasiskan segmen mikro bisa menciptakan nilai tambah. Keberhasilan ini tentu membawa jutaan pelaku usaha ultramikro berkontribusi positif bagi perekonomian rakyat.

Kesuksesan rights issue ini juga sekaligus memupus keraguan terhadap prospek pemulihan ekonomi nasional. Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para pengusaha kecil. Jika permasalahan ekonomi rakyat kecil ini bisa tertangani dengan baik, pemulihan perekonomian nasional hanya menunggu waktu.

Bila melihat keberhasilan rights issue BRI, pola meraup pendanaan dari pasar modal bisa dianggap cukup efektif. Ikhtiar Kementerian BUMN patut terus didorong dalam meramaikan pasar modal Indonesia.

Strategi melantai di bursa melalui penawaran saham perdana bagi perusahaan negara, bisa menjadi salah satu skema dalam mendorong transformasi BUMN. Tujuannya, transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.

Tentu saja peran pemerintah, BUMN, pelaku bisnis, dan semua pemangku kepentingan menjadi kunci. Mendorong agar makin banyak program pemulihan bagi pengusaha UMKM bakal mempercepat pemulihan dari dampak pandemi ini. 


×