Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus memberikan sambutan pada acara workshop kampanye dan bimbingan teknis sistem dana kampanye pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (13/9/2019). | Republika/Prayogi
28 Sep 2021, 03:45 WIB

Golkar: Lodewijk Gantikan Azis di DPR

Sejumlah petinggi Partai Golkar menggelar rapat internal di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (27/9) malam.

JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar Firman Soebagyo mengatakan, partainya telah menggelar rapat terbatas terkait pergantian Azis Syamsuddin di posisi wakil ketua DPR. Ia mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga telah menunjuk Lodewijk Freidrich Paulus sebagai wakil ketua DPR.

"Akhirnya ditetapkan oleh ketua umum, karena itu kan hak prerogatif ketua umum dan semuanya menyepakati itu karena ini supaya jangan sampai ada kekosongan kepemimpinan terlampau lama. Saya rasa tepat (memilih Lodewijk)," kata Firman di Kompleks Parlemen, Senin (27/9).

Firman mengatakan, keputusan Airlangga memilih Lodewijk sebagai keputusan terbaik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mereduksi kemungkinan terjadi faksi di internal partai.

Selain memutuskan pengganti Azis di DPR, posisi Azis sebagai wakil ketua umum Partai Golkar Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) kini diisi Adies Kadir. Sebelum rapat pleno digelar, Adies mengatakan, Airlangga memilih pengganti Azis di DPR berdasarkan empat kriteria, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.

Terkait

photo
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menyapa Sekretaris Jenderal Lodewijk Freidrich Paulus (tengah) dan Bendahara Umum Dito Ganinduto (kiri) saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (5/3/2021). - (GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO)

“Itu artinya harus mempunyai integritas dan kapabilitas yang betul-betul dipandang mampu untuk duduk di sana," ujar Adies.

Kemarin, DPR juga menggelar rapat pimpinan terkait pelaksana tugas (Plt) pengganti Azis Syamsuddin. "Dalam pimpinan DPR yang bersifat kolektif kolegial itu ada mekanisme rapat pimpinan untuk mendelegasikan Plt ketika satu orang berhalangan," ujar Dasco.

Saat ini, DPR juga menunggu surat dari Golkar terkait nama yang akan menggantikan Azis. "Semuanya diserahkan sepenuhnya kepada partai asal, yaitu Partai Golkar,” kata dia. 

Sementara, sejumlah petinggi Partai Golkar menggelar rapat internal di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (27/9) malam. Ketua Umum Partai Golkar membeberkan sejumlah agenda rapat yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

"Jadi pertama, ini rapat pengurus serta tentu membahas agendanya adalah terkait dengan pembahasan Undang-Undang di DPR," kata Airlangga, di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (27/9).

Airlangga menyebut ada dua undang-undang krusial yang dibahas. Pertama soal RUU KUP yang sedang masuk timus. Kedua terkait dengan persiapan Pemilu yang tengah dibahas di Komisi II. "Terkait dengan yang kemarin yang disampaikan untuk pemilu, kapan diputuskan, bulannya kapan, anggaran kemarin sudah dimasukkan Rp60 triliun. Kemudian sequence-nya seperti apa," ujarnya. 

Selain itu, Airlangga menuturkan, rapat juga akan membahas persiapan HUT Golkar pada Oktober mendatang. Kemudian rapat internal tersebut juga dijadwalkan akan membahas terkait persiapan fungsionaris. 

Airlangga menambahkan, rapat juga akan membahas sejumlah posisi yang kosong. "Beberapa waktu lalu, beberapa tokoh Golkar akan ditarik. Ada yang menjadi duta besar kemudian yang lain, ini jabatan lowong belum diisi, jadi sekalian diisi," ungkapnya.

Saat ditanya apakah posisi yang kosong tersebut adalah posisi yang ditinggalkan Azis Syamsuddin, Airlangga enggan menjawab. Dirinya bersama sejumlah pengurus Partai Golkar langsung masuk ke kantor DPP Partai Golkar.

Rapat internal digelar tertutup. Sejumlah petinggi Partai Golkar yang hadir diantaranya Bendahara Umum Partai Golkar Dito Ganinduto, Wakil Ketua Umum Nurul Arifin, Ketua DPP Adies Kadir. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka pemberi suap pada Sabtu (25/9) lalu. Ia terjerat perkara suap pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara TPK yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

"Setelah penyidik memeriksa sekitar 20 orang saksi dan alat bukti lain maka tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka," kata Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (25/9).

Penetapan itu setalah Azis dicokok KPK melalui upaya paksa penangkapan dengan langsung mendatangi rumah kediamannya yang berada di Jakarta Selatan pada Jumat (24/9) malam. Firli mengatakan, hal tersebut dilakukan mengingat bekas ketua komisi III DPR RI itu meminta penundaan pemanggilan dan pemeriksaan yang dijadwalkansiang harinya.

Resmi mengenakan rompi oranye KPK, Azis bakal ditempatkan di Rutan Polres Jakarta Selatan hingga 13 Oktober nanti untuk kepentingan penyidikan. 

Seperti diketahui, nama Azis Syamsuddin sebelumnya kerap muncul dalam dakwaan terdakwa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husein. Dalam dakwaan itu, Stepanus dan Maskur berbagi uang suap dari Azis Syamsuddin serta beberapa orang lainnya.

Secara rinci, Robin dan Maskur didakwa menerima dari Azis Syamsudin dan politikus Golkar Aliza Gunado Rp 3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS terkait kasus yang menjerat keduanya di Lampung Tengah.

Sidang Robin

Pada lanjutan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKP Agus Supriyadi, mengaku memfasilitasi pertemuan antara Azis dan Stepanus Robin Pattuju. Pertemuan dilakukan di Guci, Tegal, Jawa Tengah.

photo
Terdakwa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju berjalan usai mendengarkan keterangan saksi saat sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021). Sidang beragendakan pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa penuntu umum (JPU) KPK di antaranya Agus Susanto pihak swasta, adik pacar terdakwa Riefka Amalia, dan teman wanita terdakwa Rizki Cinde. - (Republika/Thoudy Badai)

"Waktu itu beliau, Pak Azis ada kunjungan kerja ke Jawa Timur, sekitar April 2020. Ada kegiatan di Jawa Timur lalu ke Guci dalam rangka liburan," kata Agus.

Agus mengakui, ia yang mengenalkan Robin ke Azis. Ia juga mengaku tiga kali menemani Robin bertemu Azis di rumahnya. "Jadi memang saat ketemu beliau itu pada Februari 2020, April 2020, dan Mei 2020," kata Agus.

"Pertemuan pertama di kediaman di Jalan Denpasar, untuk pertemuan kedua dan ketiga di kediaman Jalan Hang Tuah," tambah Agus.

Dalam pertemuan tersebut, Agus mengatakan, ia hanya mengenalkan Robin kepada Azis. "Beliau (Azis) tanya kondisi saya, terus pekerjaan. Saya katakan bahwa saya ke Jakarta karena ada pemeriksaan saksi-saksi, lalu beliau tanya 'Ini namanya siapa?'. Saya katakan 'Yang bersangkutan kerja di KPK', pertemuannya tidak lama sekitar 5-10 menit, setelah itu kembali, pertemuan di Jalan Hang Tuah juga sama, karena saat itu saya juga mengunjungi anak saya yang mondok," jelas Agus.

Agus mengatakan, ia tahu Robin menyebut Azis Syamsuddin sebagai ‘Bapak Asuh’. Namun, Agus mengaku tidak tahu selanjutnya Azis dan Robin melakukan pertemuan lainnya terkait perkara. 

Sumber : Antara


×