Prajurit TNI AD menggotong tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) usai dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). | ANTARA FOTO/Indrayadi TH
28 Sep 2021, 03:45 WIB

Aparat Tambah Kekuatan di Kiwirok

Jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio pun sudah dievakuasi dari Distrik Kiwirok.

JAKARTA – Kepolisian berencana menambah jumlah personel untuk melakukan pengamanan di wilayah Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Hal ini dilakukan usai pasukan gabungan TNI-Polri kembali terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Ahad (26/9).

“Memang rencananya akan ada penambahan kekuatan (jumlah personel keamanan),” kata Kepala Operasi Nemangkawi, Brigjen Ramdani Hidayat, saat dihubungi Republika, Senin (27/9).

Meski demikian, Ramdani belum menjelaskan secara rinci mengenai rencana penambahan jumlah aparat keamanan di Distrik Kiwirok. Sebab, jelas dia, pihaknya masih melakukan koordinasi dan perencanaan secara matang terlebih dahulu.

Sementara itu, dia mengatakan, hingga kini kondisi di Distrik Kiwirok mulai kondusif. Walaupun masih ada beberapa gangguan yang dilakukan oleh KKB. “Iya, gangguan penembakan,” ujarnya.

Terkait

Selain itu, Ramdani menuturkan, warga sipil di Distrik Kiwirok juga telah dievakuasi ke Distrik Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang. Total ada 17 orang yang diungsikan.

photo
Seorang prajurit TNI beragama Hindu memanjatkan doa di depan peti jenazah Praka Anumerta Ida Bagus Putu Suwarman saat tiba di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (22/9/2021). Jenazah Praka Anumerta Ida Bagus Putu Suwarman, korban penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) saat mengamankan Bandara Kiwi yang digunakan untuk jalur evakuasi jenazah Suster Gabriela Meilani, di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua tiba di Kalimantan Barat untuk kemudian dipulangkan dan diserahterimakan kepada pihak keluarga di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. - (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj.)

Dalam sebulan terakhir, terjadi sekitar tiga kali kontak senjata antara personel gabungan TNI-Polri dengan KKB di Distrik Kiwirok. Terbaru, insiden tersebut pecah pada Ahad (26/9) pagi dan menyebabkan satu anggota Brimob Polri gugur, yakni Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio.

Jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio pun sudah dievakuasi dari Distrik Kiwirok ke Bandara Oksibil. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Jayapura untuk dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Paniang, Aceh.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom mengaku, pihaknya melalui kelompok Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo bertanggung jawab atas insiden tersebut. Ia juga mengklaim, dalam aksi baku tembak itu, tidak ada korban dari KKB Ngalum Kupel.

“Pihak kami belum ada korban tewas maupun luka ringan,” ungkap Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, konflik pun sempat terjadi di Distrik Kiwirok, antara aparat keamanan dan kelompok Ngalum Kupel, Selasa (21/9). Akibat insiden ini, satu anggota TNI Yonif 403/WP, Pratu Ida Bagus Putu diketahui meninggal dunia.

Pratu Ida Bagus gugur dalam kontak tembak dengan KKB di Kiwirok saat mengamankan lapangan terbang untuk proses evakuasi jenazah tenaga kesehatan Gabriela Meilan.

photo
Tenaga kesehatan Gerald Sokoy (jaket biru) saat bersama para anggota TPN-PB di Kiwirok sebelum diserahkan ke keluarga, Jumat (24/9/2021). - (Istimewa)

Kemudian, satu pekan sebelumnya, tepatnya Senin (13/9), kontak senjata juga terjadi. Dalam baku tembak tersebut seorang prajurit terluka, komandan operasi KKB Ngalum Kupel Elly M Bidana tewas, dan dua anggota KKB terluka.

KKB Ngalum Kupel melakukan perusakan terhadap berbagai fasilitas umum milik masyarakat. Satu tenaga kesehatan meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan diri dari penyerangan dan pembakaran puskesmas setempat.

Grabiela Meilan meninggal dunia karena terjatuh ke jurang dan dianiaya saat berusaha lari untuk menghindari penganiayaan anggota KKB, sedangkan empat orang lain yang menjadi korban serangan anggota KKB harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey di Jayapura.

Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengatakan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan Gerald Sokoy yang diserahkan KKB ke Pemda Pegunungan Bintang pada Sabtu (25/9). Pemeriksaan atau permintaan keterangan terhadap Gerald Sokoy akan dilakukan pekan ini.

“Selain Gerald juga akan meminta keterangan dari empat nakes yang bertugas di Puskesmas Kiwirok yang terluka dan sempat dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura,” kata Kombes Faizal di Jayapura.

Faizal mengatakan, sebelumnya penyidik sudah meminta keterangan dari lima nakes yang tidak dirawat di rumah sakit. Dari pengakuan mereka terungkap beberapa pelaku pembakaran dikenal dan merupakan penduduk Kiwirok. “Memang benar di antara para pelaku ada beberapa orang di antaranya yang dikenal para nakes,” kata Faisal.

Sumber : Antara


×