Aktivitas pembangunan asrama mahasiswi di Universitas Islam Internasional Indonesia, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin (25/1/2021). | ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Nasional

Perkuliahan di UIII Resmi Dimulai

Momen pembukaan kuliah di UIII menentukan bagi dunia pendidikan Indonesia.

JAKARTA – Perkuliahan di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) secara resmi dibuka oleh Rektor UIII Prof Komaruddin Hidayat pada Senin (20/9). Wakil Rektor UIII, Bahrul Hayat, mengatakan, kampus UIII yang terletak di kawasan Depok, Jawa Barat, didirikan dengan tujuan memperkenalkan Islam Indonesia yang moderat dan toleran ke dunia Internasional. Sekaligus juga untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban Islam dunia.

Acara tersebut digelar di gedung teater kampus ini yang diberi tajuk “UIII Academic Convocation”. Acara ini menandai hari pertama tahun akademik 2021-2021 dan tahun akademik pertama bagi UIII. "Sejumlah (sekitar) 100 mahasiswa dari berbagai negara yang lolos seleksi sebagai penerima beasiswa UIII mengikuti acara ini secara virtual," kata Bahrul, Senin (20/9).

Ia menyampaikan, pada awal Juni 2021, UIII membuka pendaftaran calon mahasiswa baru melalui program UIII Scholarship. Pelamar berasal dari 59 negara dengan komposisi 45 persen berasal dari Indonesia dan 55 persen dari mancanegara.

"Berdasarkan hasil dari proses seleksi, UIII telah menetapkan 98 mahasiswa dinyatakan layak dan diterima sebagai mahasiswa UIII untuk tahun akademik 2021-2022," ujarnya. "Mahasiswa baru UIII terdiri atas 58 persen laki-laki dan 42 persen perempuan dengan rincian 66 persen warga negara Indonesia dan 34 persen warga negara asing."

Bahrul Hayat, mengatakan, perkuliahan di UIII akan dimulai pada 27 September 2021. Mahasiswa baru akan menjalani proses orientasi selama lima hari, dimulai 20 September sampai Jumat 24 September 2021.

Tujuan orientasi mahasiswa baru ini untuk membekali mahasiswa dengan informasi yang diperlukan dalam menjalani proses pendidikan di UIII.

Ia menyampaikan, mengingat kondisi pandemi Covid-19 saat ini, untuk semester pertama tahun akademik 2021-2022, UIII akan menerapkan sistem pembelajaran online penuh.

UIII merancang sistem dan penjadwalan perkuliahan online yang dapat diikuti dengan baik oleh seluruh mahasiswa yang tersebar di berbagai negara serta memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran yang efektif di ruang kelas online maupun di luar kelas.

"Para dosen UIII yang berasal dari berbagai negara dengan penuh antusias telah siap menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2021-2022 ini," ujarnya.

Rektor UIII Prof Komaruddin Hidayat mengatakan, UIII tidak hanya dibangun untuk mencetak tenaga-tenaga ahli demi memenuhi kebutuhan pasar industri modern. "Dunia sekarang tengah dihantui oleh aneka konflik kekerasan, perang, diskriminasi, dan seterusnya. Dunia tengah membutuhkan obat penawar dari rasa sakit dan derita yang tengah dialaminya. Pendidikan lintas bangsa dan negara yang dijalankan oleh UIII bertujuan untuk melangkah ke sana," ujarnya. 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, momen pembukaan kuliah di UIII merupakan titik beranjak yang krusial dan menentukan bagi dunia pendidikan Indonesia. Ppendirian kampus UIII, katanya, menjadi indikator terjadinya perubahan paradigma dalam pendidikan Indonesia dan sekaligus perluasan cakrawala Indonesia dalam beragama.

 
Dunia pendidikan kita mulai menatap ke luar, wawasan kita mulai berorientasi global.
YAQUT CHOLIL QOUMAS, Menteri Agama
 

"Dunia pendidikan kita mulai menatap ke luar, wawasan kita mulai berorientasi global. Begitu juga horison keagamaan kita yang tidak lagi terkungkung oleh kepentingan lokal, melainkan mulai memberi perhatian pada dunia luar," kata Menag dalam rilis kepada Republika, Senin (20/9).

Menyinggung peran Indonesia di dunia, Menag mengingatkan bahwa selama ini Indonesia sering mengatakan dengan penuh bangga bahwa Indonesia adalah negara Muslim penganut demokrasi terbesar di dunia. Tetapi apa artinya klaim itu kalau umat Islam tidak mampu memberi kontribusi bagi tegaknya tatanan dunia yang lebih demokratis, adil, dan damai.

"Umat Islam Indonesia yang dikenal moderat dan toleran adalah kekuatan yang masih membisu hingga saat ini. Karena itu, mengharapkan agar UIII dapat mengambil peran yang strategis di panggung-panggung internasional," ujar Menag.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat