Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
20 Sep 2021, 11:02 WIB

Bahaya Fitnah

Ada satu surah dalam Alquran yang isinya tentang fitnah, yaitu surah al-Ankabut.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Ada satu surah dalam Alquran yang isinya tentang fitnah, yaitu surah al-Ankabut. Dari ayat pertama langsung dibuka dengan ayat, “Ahasiban naas ayyutrakuu ayyaquulu aamannaa wa hum laa yuftanuun” (Apakah manusia mengira akan dibiarkan setelah mereka beriman tanpa adanya ujian?) (QS al-Ankabut: 2). 

Dipertegas lagi pada ayat berikutnya, “Walaqad fatannal ladziina min qablihim” (Kami pasti akan menguji orang-orang sebelum mereka) (QS al-Ankabut: 3). Lalu Allah menjelaskan tujuan fitnah tersebut bahwa itu untuk mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang dusta (QS al-Ankabut: 3). Juga untuk mengetahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang munafik (QS al-Ankabut: 11). 

Terkait

Kata “yuftanuun” dalam ayat satu akar kata dengan kata “fitnah”. Dalam bahasa Indonesia kata “fitnah” diartikan tuduhan. Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” diartikan dengan ujian “ibtila”. Ini menurut Al-Azhari, Ibn Faris dan Ibnul Atsir. 

Selain untuk makna ujian seperti di atas, Alquran menggunakan kata “fitnah” juga untuk makna lain. Di antaranya, menghalangi dari jalan Allah (QS al-Maidah: 49), azab (QS an-Nahl: 110), kemusyrikan dan kekafiran (QS al-Baqarah: 193), jatuh dalam maksiat dan dosa (QS al-Hadid: 14), campur aduk antara hak dan batil (QS al-Anfal: 73), gerakan penyesatan (QS al-Maidah: 41), pembunuhan (QS an-Nisa: 101), perpecahan (QS at-Taubah: 47), dan sebagainya. 

Semua makna tersebut menunjukkan bahwa terjadinya fitnah akan membawa situasi yang sangat menegangkan sebagai ujian iman. Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW menggambarkan akan munculnya fitnah akhir zaman, “Ka qitha’illail muzhlim” (bagaikan potongan malam yang gelap), semakin malam semakin gelap.

Di antaranya “katsratuz zina” (banyaknya perzinaan), “katsratul khamr” (banyaknya menuman keras), dan “katsrayul haraj” (banyaknya pembunuhan). 

 
Terjadinya fitnah akan membawa situasi yang sangat menegangkan sebagai ujian iman.
 
 

Puncaknya nanti orang-orang akan berzina di pinggir jalan. Bahkan, yang paling baik di antara mereka berkata kepada pasangannya, “Yuk kita berzina di balik tembok”.

Penamaan surah dengan al-Ankabut (laba-laba) menarik untuk kita ungkap. Apa hubungan laba-laba dengan fitnah?

Ternyata itu cara Allah memberikan perumpamaan. Rumah laba-laba terbuat dari rangkaian benang yang sangat rumit. Seakan menunjukkan bahwa munculnya fitnah akan menyebabkan kerumitan. Sulit diketahui mana ujung pangkalnya. 

Pada saat yang sama rumah tersebut sangat lemah, tidak bisa memberikan perlindungan. Bahwa orang yang berlindung kepada selain Allah, pada saat fitnah terjadi, tidak akan pernah mendapatkan rasa aman.

Ditambah lagi, keluarga laba-laba adalah keluarga fitnah. Di mana setelah betinanya hamil dan akan melahirkan anaknya, ia membunuh jantannya lalu membuangnya ke luar rumahnya. Demikian juga anaknya setelah besar ia memangsa ibunya lalu menguasai rumah tersebut.


×