Tentara memberi penghormatan terakhir pada prajurit David Lee Espinoza di Laredo, Texas, pada Senin (13/9/2021). Prajurit Espinoza adalah salah satu yang gugur dalam serangan bom di Kabul, beberapa waktu lalu. | AP/Danny Zaragoza/The Laredo Morning Times
17 Sep 2021, 03:45 WIB

Pakistan: AS Harus Lebih Terlibat dengan Taliban

Pakistan memperingatkan agar kekuatan Barat tidak mengisolasi Afghanistan.

ISLAMABAD – Pakistan meminta Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan keterlibatan dengan pemerintahan baru Afghanistan yang dipimpin Taliban. Penasihat Keamanan Nasional Pakistan Moeed Yusuf, Rabu (15/9), mengatakan, Pakistan tidak berhenti mengadvokasi penyelesaian politik untuk konflik di Afghanistan.

Yusuf mengatakan, solusi militer bukan merupakan opsi untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan. Belum lama ini, Washington telah menyatakan bahwa mereka sedang meninjau hubungannya dengan Pakistan.

Salah satu persoalan yang membuat AS meninjau ulang hubungan dengan Pakistan adalah terkait konflik Afghanistan. Terkait hal ini, Yusuf meminta agar AS mendengarkan saran Islamabad agar meningkatkan keterlibatan dengan pemerintahan Taliban.

"Jika harus ada yang ditinjau ulang, itu adalah tentang kesimpulan bahwa apa yang dikatakan Pakistan masuk akal. Jadi sekarang, pendapat Pakistan layak didengarkan,” kata Yusuf.

Terkait

Yusuf memperingatkan agar kekuatan Barat tidak mengisolasi Afghanistan. Sebagian besar negara menunda untuk memberikan bantuan keuangan atau pengakuan formal terhadap pemerintah Taliban.

Sementara itu, AS telah membekukan aset bank sentral Afghanistan senilai 10 miliar dolar AS. Banyak negara mengatakan, mereka menunggu untuk melihat apakah Taliban memenuhi janjinya dalam menegakkan hak asasi manusia dan membendung militansi.

Pakistan memiliki hubungan yang dalam dengan Taliban. Pakistam dituduh mendukung kelompok itu saat mereka memerangi pemerintah dukungan AS di Kabul selama 20 tahun. Tuduhan ini dibantah oleh Islamabad.

Di New York, AS, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan, PBB memiliki kapasitas yang terbatas untuk menangani konflik Afghanistan, Rabu (15/9). Jika ada yang menyarankan bahwa PBB dapat memecahkan masalah Afghanistan, maka itu semua hanya fantasi.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus lalu, Guterres ditanya apakah dia merasakan tekanan untuk memperbaiki keadaan Afghanistan. Guterres menjawab, "Saya pikir ada harapan yang tidak berdasar bahwa pengaruh PBB sebagai organisasi internasional utama masih berada di sana."

Setiap orang, kata Guterres, harus diperlakukan sama tanpa perbedaan berdasarkan jenis kelamin, etnis, atau pertimbangan lain. Ia juga menyebut situasi di Afghanistan sulit diperkirakan.

"Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, tetapi penting untuk terlibat," kata Guterres.

Sumber : Reuters


×