Sejumlah rangkaian LRT diparkirkan di Jakarta, Rabu (11/11). Moda transportasi massal itu ditargetkan beroperasi penuh sekitar bulan Juni 2022 dikarenakan masih terganjal pada dua titik pembebasan lahan yakni kawasan Dukuh Atas dan Bekasi yang diperuntukk | Republika/Putra M. Akbar
16 Sep 2021, 08:19 WIB

KAI: LRT Jabodebek Beroperasi Tahun Depan

Pembangunan LRT Jabodebek mencapai 94,36 persen hingga September 2021.

JAKARTA — Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan 2022. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan LRT Jabodebek akan hadir melayani 18 stasiun.

"Nantinya terdapat 18 stasiun LRT Jabodebek yang akan melayani masyarakat, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus di Jakarta, Rabu (15/9).

Joni memastikan, saat ini KAI bersama para pihak tengah mempersiapkan segala sesuatunya terkait pengoperasian LRT tersebut. Persiapan tersebut berkaitan dengan sarana, prasarana, fasilitas pelayanan penumpang, ataupun perizinan yang diperlukan.

LRT Jabodebek berada di lokasi-lokasi strategis mulai dari kawasan perumahan hingga kawasan bisnis. "Tujuannya untuk memudahkan para penglaju untuk bertransportasi dari dan menuju Ibu Kota atau wilayah lainnya," ujar Joni.

Terkait

Joni menjelaskan, berdasarkan Perpres Nomor 49 Tahun 2017, KAI ditugaskan untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana LRT Jabodebek. Hal tersebut meliputi pengadaan sarana, pengoperasian sarana dan prasarana, perawatan sarana dan prasarana, pengusahaan sarana dan prasarana. Termasuk juga, pendanaan prasarana LRT serta penyelenggaraan system tiket otomatis atau automatic fare collection.

Stasiun LRT terdiri atas dua tipe, yaitu interchange station, yakni Stasiun Cawang dan tipe typical station untuk 17 stasiun lainnya. Joni menjelaskan, perbedaan dari tipe stasiun tersebut adalah jumlah jalur, luas stasiun, dan fasilitas tambahan yang ada di dalamnya.

Interchange station terdiri atas tiga lantai. Lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial. Sementara untuk tipe typical station terdiri atas dua lantai, yaitu lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.

“Stasiun Cawang merupakan interchange station dikarenakan merupakan stasiun persimpangan atau stasiun transit. Di mana pelanggan dari Stasiun Harjamukti yang ingin menuju ke arah Stasiun Jatimulya dapat berhenti dulu di Stasiun Cawang dan berganti kereta tujuan Stasiun Jatimulya, ataupun sebaliknya,” ujar Joni.

Joni mengatakan, progres pembangunan prasarana LRT Jabodebek mencapai 94,36 persen hingga September 2021. Ia memerinci untuk Lintas Pelayanan I Cawang- Harjamukti sebesar 98,98 persen, Lintas Pelayanan II Cawang-Dukuh Atas sebesar 90,7 persen, dan Lintas Pelayanan III Cawang-Jatimulya sebesar 91,8 persen.

Selanjutnya, progres akses stasiun sebesar 42,71 persen, konstruksi depo sebesar 51,39 persen, sarana sebesar 64,70 persen, dan integrasi sebesar 35,49 persen.

Untuk memastikan proyek LRT Jabodebek beroperasi tepat waktu, Joni mengatakan, KAI saat ini diusulkan menerima penyertaan modal Negara (PMN) 2021 sebesar Rp 2,7 triliun. "Dana ini rencananya akan digunakan untuk pemenuhan cost overrun proyek LRT Jabodebek atas dampak kemunduran penyelesaian proyek tersebut," kata Joni.

 
Dana ini rencananya akan digunakan untuk pemenuhan cost overrun proyek LRT Jabodebek atas dampak kemunduran penyelesaian proyek tersebut.
 
 

KAI berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pembangunan proyek LRT Jabodebek ini. Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Joni mengatakan, LRT Jabodebek sangat dinantikan untuk mendukung kegiatan bertansportasi masyarakat yang aman, nyaman, dan bebas macet.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk menerima  menerima realisasi pembayaran kedelapan untuk pengerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I senilai Rp 520,5 miliar dari KAI. Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, pembayaran tersebut meningkatkan likuiditas dan memperkuat arus kas operasi perusahaan. "Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari Juli hingga September 2020," kata Farid.

Farid menambahkan, pembayaran tersebut juga mendukung penyelesaian pembangunan LRT Jabodebek fase I. Secara keseluruhan, kata dia, Adhi Karya telah menerima pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodebek senilai Rp 13,8 triliun.

Farid memastikan, Adhi Karya selanjutnya akan terus melakukan upaya percepatan pembayaran. "Khususnya dari proyek-proyek besar untuk tetap menjaga postur keuangan Adhi Karya semakin baik dan kuat," ujar Farid.


×