Gambar aksi pembakaran kantor kas Bank Papua, Pasar dan Puskesmas Kiwirok, serta bangunan Sekolah Dasar (SD) Inpres di Distrik Kiwirok, di Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9) | istimewa
15 Sep 2021, 03:45 WIB

Aksi Pembakaran di Pegunungan Bintang Papua Berlanjut

Pada Selasa (13/9), aksi serupa juga terjadi di Distrik Kiwirok.

JAKARTA — Aksi pembakaran fasilitas umum yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali terjadi, Selasa (14/9). Polda Papua, mengabarkan, kali ini aksi pembakaran terjadi di Distrik Okhika, di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Pada hari Selasa tanggal 14 September 2021 pagi bertempat di Distrik Okhika Kabupaten Pegunungan Bintang terjadi lagi kasus pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik terdiri dari puskesmas, perumahan nakes, Sekolah Dasar dan SMP (Sekolah Menegah Pertama), rumah guru serta balai kampung yang dilakukan oleh KKB,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa (AM) Kamal, dalam rilis resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (14/9).

Kamal menerangkan, kronologi aksi pembakaran berawal dari pelaporan masyarakat ke Polres Pegunungan Bintang. “Pelaporan dilakukan oleh masyarakat, sekitar pukul 13:30 Waktu Indonesia Tengah (WIT),” terang Kamal.

Merespons pelaporan tersebut, kata Kamal, tim kepolisian berkordinasi dengan TNI untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

Terkait

Namun, Kamal melanjutkan, jarak yang jauh serta medan yang tak mudah menuju ke Distrik Okhika membuat tim gabungan Polri-TNI, tak dapat merespons aksi pembakaran tersebut dengan sigap.

Menurut Kamal, tim gabungan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menuju lokasi kejadian. Akan tetapi, tim Polri-TNI mengidentifikasi pembakaran tersebut masih terkait dengan aksi yang dilakukan oleh KKB Pegunungan Bintang.

Dari identifikasi, kata Kamal, tim Polri-TNI juga mencatat sejumlah bangunan fasilitas publik yang menjadi sasaran pembakaran. Ada tujuh bangunan yang dibakar. Di antaranya, Puskesmas Okhika, dan rumah kepala puskesmas setempat serta rumah tinggal nakes atau tenaga kesehatan. Dua bangunan SD dan SMP, serta deretan rumah guru-guru, dan balai perkampungan setempat.

Saat ini, tim Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi, pasukan gabungan Polri-TNI sudah menyisir lokasi pembakaran untuk mencari pelaku aksi tersebut. Akan tetapi, kata Kamal, Satgas Nemangkawi, belum menangkap satupun pelaku, atau anggota KKB yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.

“Aparat gabuangan Polri-TNI, akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran tersebut,” sambung Kamal.

Aksi pembakaran di wilayah Pegunungan Bintang ini, bukan kali pertama. Pada Selasa (13/9), aksi serupa juga terjadi di Distrik Kiwirok. Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyatakan, dari laporan yang diterima KKB pimpinan Lamek Taplo saat melakukan kontak tembak dengan aparat TNI-Polri di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, membawa 10 pucuk senjata api diduga milik TNI.

Senjata api yang dibawa itu diduga milik TNI-AD yang didapat dari reruntuhan jatuhnya helikopter MI 17 pada 28 Juni 2019 lalu, yang membawa 12 orang prajurit termasuk lima orang anggota Yonif 725/WRG. "Kami menduga senjata api yang digunakan berasal dari reruntuhan jatuhnya helikopter," ujar Brigjen TNI Izak Pangemanan, di Jayapura, Selasa. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NEMANGKAWI_PAPUA (@nemangkawi_papua)

Sumber : Antara


×