Wisatawan menaiki wahana Ontang-Anting di Dufan, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Luhut Pandjaitan mengatakan penurunan tren kasus aktif Covid-19 sudah mencapai 93,9 persen. | Republika/Putra M. Akbar
15 Sep 2021, 03:45 WIB

Kasus Covid-19 di Indonesia Membaik

Luhut Pandjaitan mengatakan penurunan tren kasus aktif Covid-19 sudah mencapai 93,9 persen.

JAKARTA – Universitas Johns Hopkins melalui situsnya, ourworldindata.org/coronavirus, merilis turunnya kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 58 persen dalam dua pekan. Tidak tanggung, Indonesia ditempatkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia dalam menekan angka penyebaran kasus.

Sejalan dengan itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Indonesia menyebut, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami perbaikan jika dibandingkan kasus di dunia dan sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, dan India. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia mengalami periode puncak kasus pertama yang sama dengan tingkat dunia pada Januari 2021.

“Namun uniknya, ketika dunia dan negara lainnya mengalami puncak kedua pada April 2021, Indonesia justru masih terus mengalami pelandaian kasus,” kata Wiku.

Ketika Indonesia mengalami puncak kasus kedua pada Juli, justru negara-negara lainnya tidak mengalami kenaikan. Pada September ini, dunia malah mengalami puncak ketiga.

Terkait

Wiku menilai, kenaikan kasus di Indonesia pada Juli tidak berkontribusi besar pada kasus dunia. Lonjakan kasus juga dapat segera ditangani sehingga kurvanya melandai. “Perkembangan yang baik ini sudah sepatutnya kita apresiasi karena menunjukan ketahanan bangsa kita dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Wiku.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia yang dinilai berhasil menangani Covid-19 hingga diakui dunia, termasuk Universitas John Hopkins. Menurut Wakil Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, pemerintah telah mampu mengendalikan pandemi dengan menerapkan PPKM.

"Karena virus itu kalau tidak ada mobilitas dan tak ada penularan kemudian dia mati. Jadi, sudah pasti kalau PPKM dilakukan akan turun kasusnya," ujarnya saat dihubungi Republika, Selasa (14/9). Kendati demikian, PB IDI mengingatkan pandemi yang susah diprediksi, sehingga pemerintah diminta melakukan berbagai upaya, salah satunya mempercepat laju vaksinasi. 

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penurunan trend kasus aktif covid 19 sudah mencapai 93,9 persen. Khususnya di Jawa dan Bali penurunan kasus sampai 96 persen.

"Penurunan trend secara nasional 93,9 persen. Khusus Jawa Bali turun 96 persen dari 15 Juli. Jumlah kasus aktif di bawah 100ribu per hari ini. Kasus baru 2.577 per hari ini tuh ya. Kesembuhan 12 ribu lebih. Jadi ini suatu progress bagus," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (13/9).

 

Luhut menjelaskan, penurunan ini kemudian berdampak pada penurunan level beberapa daerah. Bali yang semula berada di level empat turun menjadi level 3. Saat ini tinggal tiga wilayah yang masih berada di level 4, seperti Sukoharjo, Tegal, dan Kabupaten Semarang.

Naiknya tiga wilayah tersebut ke level empat karena ketiganya malah mengalami kenaikan kasus aktif. "Perlu kewaspadaan kita semua sekali lagi karena terdapat peningkatan kasus konfirmasi atau angka kematian dibeberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Semarang," ujar Luhut.

Menurutnya, sebuah daerah tidak menutup kemungkinan akan naik level lagi jika tidak memberlakukan protokol kesehatan yang baik. "Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengundang gelombang berikutnya dari Covid-19," ujar Luhut.


×