Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

01 Sep 2021, 03:30 WIB

Manusia Produktif

Marilah kita menjadi manusia produktif dengan selalu merenungi surah al-Ashr.

 

OLEH AHMAD AGUS FITRIAWAN

Manusia produktif memiliki kemampuan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi diri sendiri ataupun orang lain. Ketika Nabi SAW ditanya, siapa mukmin yang paling baik, beliau menjawab, “Yang paling bermanfaat bagi sekitarnya (naafi’un lighoirihi).”

Islam telah memberikan banyak pelajaran perihal manusia produktif. Allah berfirman: “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kebenaran.” (QS al-‘Ashr [103]: 1-3).

Surah al-Ashr berisi pelajaran bagaimana menjadi manusia produktif atau kebalikannya menjadi manusia merugi. Sesungguhnya, setiap manusia itu tambah hari tambah merugi, tambah tua tambah merugi, kecuali orang-orang yang produktif, yang menjadikan bertambahnya umur maka bertambah meningkat pula mutu keimanannya.

Semakin meningkat kualitas ibadahnya, setiap waktu makin meningkat kemampuan dirinya menjadi jalan nasihat bagi orang lain, tutur kata dan perilakunya selalu mencerminkan pribadi seorang Muslim yang selalu dihiasai dengan kebenaranan dan kesabaran.

Pertama, meningkatkan mutu keimanan kepada Allah SWT. Iman merupakan rujukan dasar manusia dalam melakukan aktivitas, sehingga semakin tinggi tingkat keimanan kepada-Nya, maka manusia produktif akan semakin teliti terhadap aktivitas yang dilakukan, ia akan selalu menjaga dan menata waktu-waktu yang akan dilaluinya dengan aktivitas bermanfaat.

Kedua, tidak menunda amal. Manusia produktif mampu menata dan menggunakan waktunya dengan amal saleh sebagai bekal menghadap Allah SWT dan menghilangkan sifat bersantai-santai karena ia tidak tahu kapan umurnya berakhir. Bisa saja Allah SWT mencabut nyawanya ketika tebersit di hatinya kata-kata ‘sebentar lagi’, sehingga ketika dicabut nyawanya belum melaksanakan shalat.

Ketiga, gemar menasihati dan siap untuk dinasihati. Manusia produktif selalu bertanya kepada orang lain tentang dirinya dan siap menerima keburukan yang dipaparkan. Manusia produktif siap dinasihati dan siap untuk mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik.

Keempat, gemar melakukan kebenaran dan siap menerima kebenaran. Manusia produktif tidak akan melakukan hal-hal yang mengandung dosa, menzalimi orang lain, dan akhirnya membawa kepada amaliah yang tidak memiliki kebenaran (legalitas) dari syara. Bahkan, lebih dari itu, dia siap menerima kebenaran jika perilaku atau ibadah yang dilakukannya tergolong hal yang salah dalam pandangan agama.

Walhasil, manusia produktif adalah manusia yang selalu melaksanakan pesan Sayyidina Ali RA, “Sesungguhnya umurmu adalah waktu di mana engkau menggunakannya.”

Ia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak ada manfaat ataupun yang tidak dapat membawa dirinya ke arah yang lebih baik. Marilah kita menjadi manusia produktif dengan selalu merenungi surah al-Ashr.

Wallahu a’lam.


×