Warga berjalan-jalan di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Ahad (22/8/2021). Wisatawan mulai mendatangi kawasan wisata Malioboro saat mulai ada pelonggaran PPKM Level 4. Hal ini menjadi harapan baru bagi pelaku wisata di Malioboro. | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

23 Aug 2021, 03:45 WIB

Indikator PPKM Harus Konsisten

Kemenkes klaim PPKM afektif mengurangi mobilitas dan laju penularan kasus.

JAKARTA -- Pemerintah diminta konsisten dalam menerapkan indikator penetapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) levelling di tiap wilayah.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai, konsistensi berdasarkan indikator yang sudah ada penting agar PPKM berperan maksimal dalam menurunkan kasus Covid-19.

"PR (pekerjaan rumah) kita selama ini adalah masalah konsistensi, konsistensi di indikator itu jangan diubah-ubah, jangan dilonggar-longgar, levelingnya masih sama di level empat, tapi pelonggarannya berbeda, ini yang tidak boleh," ujar Dicky saat dihubungi, Ahad (22/8).

Ia mengatakan, jika acuan penetapan level PPKM tidak konsisten, maka akan menimbulkan ketidakjelasan dalam penerapannya. Selain itu, sebaiknya kelonggaran juga dilakukan secara bertahap.

Dicky berharap dalam penentuan kelanjutan PPKM levelling yang akan berakhir hari ini, Senin (23/8), juga mengacu indikator tersebut. Jangan sampai penetapan PPKM masih level empat, tetapi pelonggaran seperti level di bawahnya.

"Nanti kalau nggak ada patokan jelas, itu berbahaya, kita harus bertahap dalam pelonggaran itu," ujar Dicky.

photo
Warga mulai berkunjung ke kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Ahad (22/8/2021). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Dicky menilai saat ini kasus infeksi Covid-19 masih di angka 100 ribuan dan jumlah kematian lebih dari seribu orang. Ia memprediksi angka kematian memungkinkan masih seribu orang lebih hingga pertengahan September.

"Jadi, artinya masih terlalu banyak yang belum ditemukan atau dideteksi ya, walaupun sudah menurun memang, tapi ya masih di 100 ribuan. Artinya, pesan pentingnya adalah perlu kita perbaiki respons ini," kata Dicky.

PPKM Level 1, 2, 3, dan 4 berakhir Senin (23/8) ini. Berdasarkan data terakhir, jumlah kabupaten/kota yang masuk ke level 2 dan 3 sebanyak 61 daerah.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengaku belum bisa memberikan kepastian apakah PPKM akan diperpanjang atau akan ada perubahan kebijakan. Pemerintah akan segera memberikan keterangan lanjutan mengenai pemberlakuan PPKM ke depannya. "Ditunggu saja ya," kata Nadia, Ahad (22/8).

Nadia mengatakan, sejauh ini, Kemenkes melihat PPKM berjalan dengan baik dan berpengaruh terhadap turunnya kasus Covid-19. "PPKM terbukti efektif untuk mengurangi mobilitas dan menurunkan laju penularan," katanya.

photo
Peta Kerawanan Covid-19 per 22 Agustus 2021 - (covid19.go.id)

Selama PPKM, pemerintah bekerja sama dengan seluruh pihak berdasarkan situasi di lapangan. Nadia mengatakan, berdasarkan evaluasi pekanan terakhir, terjadi penurunan kasus 17 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata kasus positif harian kurang dari 10 persen tercatat di DKI Jakarta, Riau, dan Banten.

Nadia berharap, hal itu diikuti juga di provinsi lain. Capaian positif lain, lanjut dia, adalah tidak ada provinsi yang melaporkan bed occupancy rate (BOR) lebih dari 80 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, wilayahnya akan melanjutkan PPKM Level 4 sesuai dengan keputusan pemerintah pusat. Anies menyebut, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memperpanjang kebijakan tersebut, meski Jakarta sudah masuk zona hijau.

Salah satunya, berkaitan dengan kondisi penanganan Covid-19 di daerah penyangga Jakarta, yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). "Yang dipertimbangkan pemerintah pusat itu adalah karena tetangga kanan-kiri masih belum 100 persen terkendali, maka bila ada perubahan di Jakarta, dikhawatirkan terjadi lonjakan kembali," kata Anies dalam video yang diunggah di akun YouTube, Ahad (22/8).

photo
Warga berolahraga di area luar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Ahad (22/8/2021). Pada masa pelonggaran PPKM, sejumlah fasilitas umum seperti TMII dan kawasan Gelora Bung Karno kini sudah beroperasi kembali untuk digunakan berolahraga seiring dengan status DKI Jakarta yang berhasil keluar dari zona merah. - (Republika/Thoudy Badai)

Anies menjelaskan, capaian vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota telah mencapai 103 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah Bodetabek lantaran pelaksanaan vaksinasi belum mencapai 50 persen. "Tetangga kita ada yang 15 persen, ada yang 20 persen, ada yang baru 30-an persen (capaian) dari vaksinasi," ungkapnya.

Anies berharap dalam sepekan kedepan, kasus Covid-19 di Jabodetabek bisa lebih terkendali. Sehingga berbagai kegiatan dapat kembali dilakukan. 


×