Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

15 Aug 2021, 04:07 WIB

Menggapai Jalan Kebahagiaan

Dengan mendekat kepada Allah itulah jalan satu-satunya untuk menggapai kebahagiaan.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Kata “bahagia” dalam Alquran disebutkan untuk kondisi yang terbebas dari rasa sedih, takut, dan cemas. Jadi bahagia tidak ada hubungannya dengan fasilitas, sekalipun tersedianya fasilitas yang memadai sangat membantu tercapainya kebahagiaan.

Namun itu semua tidak menjamin. Sebab banyak orang tidak bahagia sekalipun sedang berada di dalam fasilitas yang megah dan mewah.

Penelitian sering menunjukkan angka bunuh diri yang sangat mengerikan karena stres justru itu terjadi di negara-negara yang sudah maju dan mapan. Alquran memberikan jawaban bahwa dengan mendekat kepada Allah itulah jalan satu-satunya untuk menggapai kebahagiaan.  

Allah berfirman: “Alaa inna awliyaa Allahi laa khawfun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun” (ketahuilah bahwa para wali Allah, tidak pernah mengalami rasa takut dan rasa sedih). (QS Yunus: 62).

Secara bahasa kata “wali” artinya dekat. Kata “waliyullah” maksudnya orang yang dekat kepada Allah. Tetesan air hujan yang terus-menerus dan sangat dekat disebut dengan “tawalal mathar”.

Imam al-Ashfahani menjelaskan, kata "wali” digunakan untuk menggambarkan kedekatan dari segi tempat, nasab, keyakinan keagamaan, persahabatan, dukungan dan kepemimpinan. Seorang pemimpin disebut dengan istilah “waliyyul amri” karena selalu dekat dengan semua urusan rakyatnya.

 
Jelas bahwa orang-orang yang dekat kepada Allah pasti akan bahagia, tidak akan mengalami rasa takut dan rasa sedih.
 
 

Pada ayat di atas, jelas bahwa orang-orang yang dekat kepada Allah pasti akan bahagia, tidak akan mengalami rasa takut dan rasa sedih. Dalam Alquran ayat “laa khawfun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun” diulang-ulang di berbagai tempat untuk menunjukkan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di antaranya ayat: “faman tabi’a hudaayafalaa khaufun ‘alaiahim wa laahum yahzanuun” (QS al-Baqarah: 38). Artinya dengan mengikuti hidayah Allah pasti akan bahagia.

Ayat yang lain mengatakan: “man aamana billahi wal yawmil akhir wa amila shalihan falahum ajruhum inda rabbihim wa laa khaufun alaihim wa laa hum yahzanuun.” (QS al-Baqarah: 62).

Bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah, hari akhir dan beramal saleh pasti akan bahagia. Syaratnya harus beriman kepada semua Rasul-rasul-Nya, tanpa membeda-bedakan antara mereka “laa nufarriqu baina ahadin min rusuluhi.” (QS al-Baqarah: 285).

Dalam surah al-Baqarah ayat 112 ditegaskan, dengan berserah diri kepada Allah, kebahagiaan akan tercapai. Caranya dengan membantu orang lain dan memperbanyak infak di jalan-Nya. (QS al-Baqarah: 262). Berinfaklah selalu siang dan malam, tanpa batas Anda pasti bahagia. (QS al-Baqarah: 274).

Imam Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang yang menderita penyakit bertahun-tahun tidak bisa sembuh dengan berbagai obat. Ia hanya memberikan nasihat agar membuat sumur di perkampungan yang sangat membutuhkan air. Bagitu sumur itu dibangun, seketika penyakitnya sembuh.


×